Aliansi.co,Bandung – Pelarian Taufik Hidayat, tersangka kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap seorang perempuan di Bandung, berakhir di Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung.
Setelah sempat kabur hingga Tangerang, Banten, Taufik kembali ke Jawa Barat karena merasa tidak aman dan akhirnya ditangkap polisi di rumah kerabatnya.
Kapolda Jawa Barat, Rudi Setiawan, mengatakan tersangka sempat berpindah-pindah lokasi untuk menghindari pengejaran petugas.
Polisi kemudian melacak keberadaan Taufik melalui pemantauan aktivitas transaksinya sejak Selasa pagi.
Dalam pelariannya, Taufik sempat menuju Tangerang dengan harapan dapat bersembunyi dari aparat.
Namun, setibanya di wilayah tersebut, ia justru mengaku diliputi rasa takut dan curiga terhadap orang-orang di sekitarnya.
“Kisah pelariannya tadi sempat diceritakan, yang bersangkutan sempat berpindah ke Tangerang. Merasa bahwa Tangerang itu tempat yang aman, tapi di sana juga bingung, dan merasa tidak aman, dan kembali lagi ke Jawa Barat,” kata Rudi di Mapolda Jabar, Rabu (24/6/2026).
Taufik kemudian memutuskan kembali ke Bandung dan mendatangi rumah salah seorang kerabatnya di Majalaya.
Di lokasi itulah polisi akhirnya menangkap tersangka.
“Kami sempat menanyakan juga bahwa yang bersangkutan merasa takut, curiga sama semua orang, dan tidak tahu mau ke mana. Akhirnya sampailah di Majalaya dan tertangkap itu,” ujarnya.
Selain mengungkap jalur pelarian tersangka, polisi juga mendalami motif kekerasan yang diduga dilakukan Taufik terhadap korban.
Berdasarkan pemeriksaan awal, Taufik mengakui perbuatannya dan menyebut tindakan tersebut terjadi ketika dirinya berada di bawah pengaruh minuman beralkohol.
Rudi mengatakan tersangka mengaku kerap mengonsumsi alkohol dan terlibat pertengkaran dengan korban sebelum kekerasan fisik terjadi.
“Semua yang dia lakukan dia mengakui, dan dia tadi sempat menyatakan bahwa dia juga menyesal, karena ini dilakukan di bawah kesadarannya akibat konsumsi alkohol tadi itu,” tutur Rudi.
“Setiap hari ini konsumsi alkohol, selalu berdebat dan bercekcok dengan kekasihnya, dan terjadilah penganiayaan seperti itu,” lanjutnya.
