Fenomena “Haji Gocap” sebelumnya menjadi perhatian Pemkot Jakarta Selatan karena diduga memicu berkumpulnya PPKS di sejumlah lokasi.
Sosok tersebut diketahui membagikan uang pecahan Rp50 ribu kepada orang-orang yang ditemuinya pada malam hingga dini hari.
Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan menerjunkan petugas gabungan untuk melakukan penjangkauan PPKS pada Sabtu (29/8/2026) dini hari.
Penjangkauan difokuskan pada sejumlah lokasi yang menjadi tempat berkumpulnya PPKS untuk menunggu “Haji Gocap”.
Hasilnya sebanyak 25 PPKS dijangkau petugas saat menunggu “Haji Gocap” di wilayah Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan Bernad Tambunan mengatakan, 25 PPKS tersebut dijangkau dari sejumlah titik di kawasan Jalan Fatmawati, Kebayoran Baru.
“Hasil penjangkauan tadi malam total 25 PPKS dari wilayah Kebayoran Baru,” kata Bernad, Sabtu (29/8/2026).
Bernad mengatakan, para PPKS yang terjaring langsung dimasukkan ke mobil Dinas Sosial untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Dari 25 PPKS tersebut, sebanyak 17 orang merupakan pria dewasa, dan delapan lainnya perempuan.
Berdasarkan hasil pendataan dan pemeriksaan, mereka diketahui merupakan peminta-minta yang menunggu pemberian uang dari “Haji Gocap”.
Setelah didata, seluruh PPKS dikirim ke Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya di Kembangan, Jakarta Barat, untuk mendapatkan pelayanan dan penanganan lebih lanjut.
“Operasi tadi malam menindaklanjuti fenomena Haji Gocap sehingga memicu PPKS sering muncul malam hari,” kata Bernad.
