Aliansi.co, Jakarta- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyalurkan program beasiswa pendidikan ke luar negeri bagi pelajar tingkat sekolah menengah atas (SMA) dengan nilai mencapai sekitar Rp 910 juta per tahun untuk dua peserta didik.
Program tersebut merupakan hasil kerja sama Pemprov DKI Jakarta dengan PT Bank Jakarta dan PAM Jaya yang ditandai dengan penandatanganan Naskah Kerja Sama di Balai Kota Jakarta, Senin (19/1/2026).
Penandatanganan itu disaksikan langsung oleh Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Rano Karno.
Rano mengatakan, besarnya nilai beasiswa tersebut menuntut pelaksanaan program yang akuntabel dan selektif agar manfaatnya tepat sasaran serta berkontribusi nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia Jakarta.
“Dalam upaya meraih jajaran Top 50 Global City pada 2030, kita tidak hanya berfokus pada penguatan infrastruktur dan teknologi, tetapi juga harus memperkuat sumber daya manusia sebagai investasi jangka panjang,” ujar Rano dalam keterangannya, dikutip Selasa (20/1/2026).
Melalui program tersebut, dua peserta didik Jakarta mendapatkan kesempatan menempuh pendidikan SMA atau sederajat selama tiga tahun di Hiroshima Global Academy (HiGA), Tokyo, Jepang.
Rano menegaskan, Pemprov DKI Jakarta memastikan seluruh tahapan program, mulai dari seleksi hingga penyaluran dana, dilakukan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Kami memastikan program ini dijalankan secara akuntabel dan selektif melalui proses seleksi yang ketat dan transparan. Dengan demikian, beasiswa pendidikan dapat diberikan secara tepat sasaran kepada peserta didik yang memiliki potensi, kesiapan, dan komitmen untuk berkontribusi terhadap kemajuan Jakarta di masa depan,” tuturnya.
Ia juga mengapresiasi peran PT Bank Jakarta dan PAM Jaya yang menyalurkan beasiswa melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Dunia Usaha.
Menurut Rano, kolaborasi pemerintah daerah dan dunia usaha menjadi kunci dalam membuka akses pendidikan berkualitas bagi pelajar Jakarta.
Adapun beasiswa diberikan langsung kepada pihak sekolah, yakni Hiroshima Global Academy, selaku penyelenggara pendidikan di luar negeri sebesar 4.255.000 yen per peserta didik per tahun, atau setara sekitar Rp 455 juta.
Dengan demikian, total nilai beasiswa untuk dua siswa mencapai sekitar Rp 910 juta per tahun.
Dana tersebut dijadwalkan disalurkan paling lambat pada 5 Maret, dengan rincian 1.485.000 yen pada 2026 dan 1.385.000 yen pada tahun ajaran berikutnya.
Beasiswa tersebut mencakup biaya asrama, kebutuhan pangan, alat tulis dan buku pelajaran, asuransi kesehatan, biaya ujian International Baccalaureate, tiket pesawat, uang saku, serta biaya paket telepon seluler selama masa pendidikan di Jepang.
