Aliansi.co, Jakarta-Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap pangan yang dijual di pasar dan supermarket menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Dalam sidak tersebut, petugas memeriksa sejumlah sampel pangan dari berbagai kategori untuk mengantisipasi adanya kandungan bahan kimia berbahaya pada produk yang beredar di masyarakat.
Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, M. Anwar, mengatakan sidak pangan dilakukan di lima lokasi berbeda, salah satunya di AEON Mall Tanjung Barat, Kecamatan Jagakarsa.
Kegiatan ini melibatkan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Selatan yang bekerja sama dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Jakarta.
“Alhamdulillah, dari 19 jenis sampel yang diperiksa di sini, baik dari kategori makanan olahan, produk pertanian, perikanan, maupun peternakan, seluruhnya dinyatakan negatif dari zat berbahaya dan dalam kondisi baik,” ujar Anwar di AEON Mall Tanjung Barat, Jakarta Selatan, Selasa (10/3/2026).
Ia menjelaskan, kegiatan sidak pangan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap bahan pangan menjelang Lebaran.
Pemkot Jakarta Selatan ingin memastikan seluruh produk yang beredar aman dikonsumsi dan tidak berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat.
Menurut Anwar, berdasarkan temuan di lapangan, produk yang mengandung zat berbahaya umumnya lebih sering ditemukan di pasar tradisional atau pada pedagang kaki lima.
Hal ini terjadi karena sebagian masyarakat masih cenderung memilih produk dengan harga murah tanpa mempertimbangkan kualitasnya.
“Sering kali masyarakat hanya mencari harga yang murah tanpa mempertimbangkan kualitasnya. Padahal, harga yang sangat murah terkadang menyimpan risiko penggunaan zat kimia berbahaya,” katanya.
Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk lebih selektif dalam memilih bahan pangan, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri.
“Kami ingin memastikan masyarakat yang akan merayakan Lebaran dapat memperoleh bahan pangan yang sehat dan bebas dari zat berbahaya,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Selatan, Ridho Sosro, menjelaskan pengawasan keamanan pangan dilakukan di lima titik, yakni tiga supermarket dan dua pasar tradisional.
Tiga supermarket yang menjadi lokasi pemeriksaan adalah Fresh Market AEON Mall, Naga Swalayan, dan Transmart Cilandak.
Sedangkan dua pasar tradisional yang diperiksa yakni Pasar Minggu dan Pasar Lenteng Agung.
Ridho menambahkan, dari hasil pengawasan dan uji sampel yang dilakukan pada komoditas pangan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan, tidak ditemukan adanya kandungan zat berbahaya.
“Diharapkan dengan adanya kegiatan seperti ini, komoditas pangan baik di pasar tradisional maupun pasar swalayan dapat terjamin keamanannya, sehingga masyarakat terhindar dari bahaya penyakit yang ditimbulkan oleh bahan kimia berbahaya,” pungkasnya.
