Sabtu, Juli 4, 2026

Pemkot Jaksel Sidak Pasar dan Supermarket, Pastikan Pangan Aman Jelang Lebaran

WIB

Aliansi.co, Jakarta-Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap pangan yang dijual di pasar dan supermarket menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Dalam sidak tersebut, petugas memeriksa sejumlah sampel pangan dari berbagai kategori untuk mengantisipasi adanya kandungan bahan kimia berbahaya pada produk yang beredar di masyarakat.

Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, M. Anwar, mengatakan sidak pangan dilakukan di lima lokasi berbeda, salah satunya di AEON Mall Tanjung Barat, Kecamatan Jagakarsa.

Kegiatan ini melibatkan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Selatan yang bekerja sama dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Jakarta.

Baca Juga :  Perumda Pasar Jaya Tuntaskan Revitalisasi Pasar Santa, Perkuat Daya Tarik Lewat “Santa Festival”

“Alhamdulillah, dari 19 jenis sampel yang diperiksa di sini, baik dari kategori makanan olahan, produk pertanian, perikanan, maupun peternakan, seluruhnya dinyatakan negatif dari zat berbahaya dan dalam kondisi baik,” ujar Anwar di AEON Mall Tanjung Barat, Jakarta Selatan, Selasa (10/3/2026).

Ia menjelaskan, kegiatan sidak pangan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap bahan pangan menjelang Lebaran.

Pemkot Jakarta Selatan ingin memastikan seluruh produk yang beredar aman dikonsumsi dan tidak berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat.

Menurut Anwar, berdasarkan temuan di lapangan, produk yang mengandung zat berbahaya umumnya lebih sering ditemukan di pasar tradisional atau pada pedagang kaki lima.

Baca Juga :  Munjirin Tak Henti-hentinya Ingatkan ASN Jaksel Jaga Netralitas di Pemilu 2024

Hal ini terjadi karena sebagian masyarakat masih cenderung memilih produk dengan harga murah tanpa mempertimbangkan kualitasnya.

“Sering kali masyarakat hanya mencari harga yang murah tanpa mempertimbangkan kualitasnya. Padahal, harga yang sangat murah terkadang menyimpan risiko penggunaan zat kimia berbahaya,” katanya.

Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk lebih selektif dalam memilih bahan pangan, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri.

“Kami ingin memastikan masyarakat yang akan merayakan Lebaran dapat memperoleh bahan pangan yang sehat dan bebas dari zat berbahaya,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Selatan, Ridho Sosro, menjelaskan pengawasan keamanan pangan dilakukan di lima titik, yakni tiga supermarket dan dua pasar tradisional.

Baca Juga :  Atasi Kemacetan di Jakarta, Ketua DPRD Minta Pj Gubernur DKI Contoh Jepang

Tiga supermarket yang menjadi lokasi pemeriksaan adalah Fresh Market AEON Mall, Naga Swalayan, dan Transmart Cilandak.

Sedangkan dua pasar tradisional yang diperiksa yakni Pasar Minggu dan Pasar Lenteng Agung.

Ridho menambahkan, dari hasil pengawasan dan uji sampel yang dilakukan pada komoditas pangan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan, tidak ditemukan adanya kandungan zat berbahaya.

“Diharapkan dengan adanya kegiatan seperti ini, komoditas pangan baik di pasar tradisional maupun pasar swalayan dapat terjamin keamanannya, sehingga masyarakat terhindar dari bahaya penyakit yang ditimbulkan oleh bahan kimia berbahaya,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Penggerebekan Kampung Narkoba di Kalteng Berujung Maut, Satu Polisi Gugur dan Dua Personel Hilang

Aliansi.co,Jakarta- Operasi pemberantasan narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, berakhir tragis. Seorang anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Katingan gugur setelah diserang...

Dari Kertas hingga Emboss, Begini Proses Pemeriksaan Ijazah Jokowi oleh Polda Metro

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya mengungkap proses pemeriksaan forensik terhadap ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dalam penyidikan kasus tudingan ijazah palsu yang menjerat...

Kode BC1 Terbongkar di Sidang Tipikor, Jaksa Sebut Jatah Rp21 Miliar untuk Dirjen Bea Cukai

Aliansi.co,Jakarta- Kode BC1 yang diduga merujuk kepada Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, terungkap dalam sidang dugaan suap importasi barang di Direktorat...

Sidang Suap Bea Cukai, Nama Sejumlah Direktur Disebut dalam Kesaksian Terdakwa dan Saksi

Aliansi.co,Jakarta- Nama sejumlah pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai kembali mencuat dalam sidang perkara dugaan suap pengurusan impor yang menjerat pemilik PT Blueray Cargo,...

Anggota Brimob Dikeroyok dan Dibacok Debt Collector, Baru Dua Pelaku Ditangkap

Aliansi.co, Banten- Polda Banten menangkap dua debt collector yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan dan pembacokan terhadap dua anggota Satuan Brimob Polda Banten saat...