Aliansi.co,Jakarta- Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, menjadi salah satu pihak yang diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Klaten, Jawa Tengah, dan Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Hamenang merupakan kepala daerah yang menggantikan Sri Mulyani, yang sebelumnya menjabat Bupati Klaten selama dua periode.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, tim penyidik mengamankan total 20 orang dalam operasi tersebut.
Sejumlah pihak yang diamankan di wilayah Klaten masih menjalani pemeriksaan di Polres Klaten.
“Tim KPK mengamankan sejumlah 20 orang di wilayah Klaten dan Jakarta. Salah satunya adalah Bupati Klaten,” ujar Budi dalam keterangannya, Kamis (15/10/2026).
Hamenang merupakan politikus PDI Perjuangan yang menjabat Bupati Klaten periode 2025–2030.
Sebelum menduduki jabatan tersebut, ia lebih dahulu berkarier di lembaga legislatif daerah, mulai dari anggota DPRD hingga Ketua DPRD Kabupaten Klaten.
Lahir di Klaten, Jawa Tengah, pada 26 November 1988, Hamenang menempuh pendidikan menengah di SMA Negeri 2 Klaten pada 2003–2006.
Ia kemudian melanjutkan pendidikan di Universitas Atma Jaya Yogyakarta pada 2006–2011 dan meraih gelar Sarjana Ilmu Komunikasi (S.I.Kom).
Sebelum berkiprah sebagai pejabat publik, Hamenang aktif dalam berbagai organisasi.
Ia pernah menjabat Sekretaris Koperasi Petani Tembakau Indonesia (KOPTI) pada 2009–2011 dan Ketua Asosiasi Duta Wisata Indonesia (AWINDO) Klaten periode 2010–2014.
Ia juga pernah menjadi Sekretaris Ikatan Mas dan Mbak Jawa Tengah pada 2012–2014.
Pengalaman organisasinya berlanjut dengan menjabat Ketua Kwartir Cabang Pramuka Kabupaten Klaten periode 2020–2025 serta Dewan Pertimbangan Mas dan Mbak Jawa Tengah pada 2020–2023.
Karier politik Hamenang dimulai ketika terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Klaten untuk periode 2014–2019.
Pada periode berikutnya, ia dipercaya menjabat Ketua DPRD Kabupaten Klaten periode 2019–2024.
Namanya kemudian masuk dalam kontestasi Pilkada Klaten 2024.
Hamenang maju sebagai calon bupati berpasangan dengan Benny Indra Ardhianto dari Partai Gerindra sebagai calon wakil bupati.
Pasangan tersebut memperoleh 395.092 suara atau 52,63 persen dari total suara sah.
Perolehan itu mengantarkan keduanya memimpin Kabupaten Klaten untuk periode 2025–2030.
