Aliansi.co, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akan mengirim 10 lurah finalis Benyamin Sueb Award (BSA) 2026 untuk belajar ke luar negeri.
Adapun negara tujuan yang disiapkan meliputi Singapura, Malaysia, Thailand, Jepang, hingga China.
Hal itu disampaikan Pramono saat menghadiri penganugerahan Benyamin Sueb Award 2026 di Hotel Pullman, Jakarta Pusat, Jumat (30/10/2026).
“Supaya wawasannya itu tidak jago kandang. Karena salah satu hal yang selalu menjadi masalah adalah kalau wawasannya sudah merasa paling benar, padahal itu adalah dalam levelnya dia,” ujar Pramono.
Menurutnya, kesempatan belajar ke luar negeri diharapkan tidak hanya menjadi pengalaman bagi para lurah, tetapi juga mendorong mereka membawa pulang gagasan dan inovasi yang bisa diterapkan di wilayahnya masing-masing.
Dalam ajang BSA 2026, terdapat 10 kelurahan yang berhasil masuk babak final, yakni Kelurahan Kebon Sirih, Kelapa Gading Timur, Srengseng, Sukabumi Utara, Taman Sari, Kebon Baru, Cilandak Barat, Utan Kayu Selatan, Malaka Sari, dan Pulau Panggang.
Adapun tiga kelurahan berhasil meraih penghargaan berdasarkan kategori yang diperlombakan.
Kelurahan Utan Kayu Selatan, Jakarta Timur, meraih penghargaan kategori Nyaman. Kelurahan Kelapa Gading Timur, Jakarta Utara, menjadi pemenang kategori Indah, sedangkan Kelurahan Sukabumi Utara, Jakarta Barat, meraih kategori Sejahtera.
Selain memberikan penghargaan kepada kelurahan berprestasi, Pramono juga menargetkan seluruh 267 kelurahan di Jakarta dapat berpartisipasi dalam penyelenggaraan BSA pada 2027.
Target tersebut sekaligus menjadi upaya mendorong seluruh wilayah di Jakarta meningkatkan kualitas lingkungan, mengembangkan inovasi, serta memperkuat keterlibatan masyarakat dalam mewujudkan kota yang bersih, nyaman, indah, dan sejahtera.
Pramono mengapresiasi peningkatan jumlah peserta BSA dari 27 kelurahan pada 2025 menjadi 52 kelurahan pada 2026.
Menurutnya, peningkatan partisipasi tersebut menunjukkan semakin banyak wilayah yang terdorong melakukan pembenahan.
“Tahun lalu Benyamin Sueb Awards diikuti 27 kelurahan, sekarang meningkat menjadi 52 kelurahan. Saya meminta tahun depan seluruh 267 kelurahan harus ikut. Tujuannya agar semua kelurahan terpacu melakukan perbaikan di wilayah masing-masing,” tuturnya.
Ia menegaskan, BSA bukan sekadar ajang untuk memperebutkan penghargaan, melainkan menjadi instrumen untuk membangun persaingan positif antarkelurahan dalam menata lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Melalui kompetisi tersebut, para lurah juga didorong untuk menggali potensi wilayah, menghadirkan terobosan, serta menciptakan inovasi yang dapat direplikasi oleh kelurahan lainnya.
Dalam kesempatan itu, Pramono turut menyoroti perkembangan penanganan kawasan kumuh di Jakarta.
Berdasarkan data yang disampaikan, jumlah RW kumuh mengalami penurunan dari 445 RW pada 2017 menjadi 211 RW pada 2026.
Angka tersebut menunjukkan pengurangan sekitar 52,6 persen.
Meski demikian, ia menekankan bahwa peningkatan kualitas lingkungan tidak bisa hanya mengandalkan program pemerintah.
Keterlibatan masyarakat dan seluruh unsur kewilayahan tetap menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan hasil pembangunan.
“Peningkatan kualitas lingkungan membutuhkan kolaborasi pemerintah dan masyarakat, termasuk kader Jumantik, Dasawisma, Posyandu, serta unsur kewilayahan lainnya,” tambahnya.
