Aliansi.co, Jakarta- Siang itu, deretan kios di Sentra Teras LA, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, tampak lebih hidup dari biasanya.
Sejumlah pejabat Pemprov DKI Jakarta menyusuri lorong-lorong sentra, menyapa pedagang, dan sesekali berhenti untuk berbincang.
Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan M. Anwar hadir langsung bersama Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta Elisabeth Ratu Rante Allo, Kepala Suku Dinas KUMKM Jakarta Selatan Djaharuddin dan camat, serta jajaran terkait.
Kehadiran mereka bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk komitmen menghidupkan Sentra Teras LA sebagai rumah baru UMKM.
“Pada siang hari ini, saya bersama Kepala Dinas UMKM, Ibu Ratu, Pak Camat, beserta jajaran lainnya mengunjungi lokasi Sentra Teras LA. Tempat ini merupakan bagian dari program Bapak Gubernur untuk meningkatkan kualitas UMKM,” kata Anwar.
Sentra Teras LA sebelumnya hanyalah tempat penampungan sementara.
Kini, kawasan tersebut telah resmi ditetapkan sebagai lokasi binaan (lokbin).
Para pedagang yang dulu menggelar dagangan di kawasan Barito, di trotoar, bahkan di badan jalan, kini memiliki ruang usaha yang lebih tertata.
Bagi Anwar, relokasi ini bukan hanya soal memindahkan lapak, tetapi juga memindahkan harapan.
Anwar ingin masyarakat tahu bahwa para pedagang yang dulu kerap dijumpai di pinggir jalan kini telah menempati tempat yang lebih layak.
“Harapan kami, dengan kehadiran kami di sini setiap hari, ini bisa menjadi stimulasi bagi masyarakat luas agar mengetahui bahwa pedagang dari Barito telah direlokasi ke tempat ini,” ujarnya.
Agar sentra ini benar-benar ramai, Anwar mengambil langkah tak biasa.
Ia menugaskan seluruh jajaran pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan untuk rutin berkunjung.
“Saya memberikan tugas kepada seluruh jajaran pejabat untuk berkunjung secara rutin hingga tempat ini ramai. Tujuannya adalah untuk menghidupkan perekonomian rakyat, khususnya para pedagang kecil,” kata dia.
Langkah itu diharapkan menjadi pemantik. Kehadiran pejabat, menurut Anwar, bisa menarik perhatian publik sekaligus menggerakkan roda ekonomi secara perlahan namun pasti.
Selain berdampak ekonomi, penataan ini juga menjawab persoalan ketertiban kota.
Aktivitas berdagang di trotoar dan badan jalan sebelumnya dinilai mengganggu fungsi ruang publik.
“Sebelumnya, para pedagang ini berjualan di pinggir jalan, di trotoar, dan di badan jalan yang sebenarnya dilarang. Sekarang, kita fasilitasi di lokasi binaan yang lebih aman, nyaman, tenang, dan tidak mengganggu ketertiban umum,” ujar Anwar.
