Jumat, April 3, 2026

Sosok Bontor Tobing Calon Ketua Dewan Kehormatan AKPI, Penuh Inspirasi dan Komitmen Jaga Marwah Profesi

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Sosok advokat senior Bontor Octavianus L Tobing, mencuri perhatian dalam rangkaian pendaftaran calon pengurus Asosiasi Kurator dan Pengurus Indonesia (AKPI) periode 2025–2028 yang resmi dibuka pada Jumat (19/7/2025).

Bontor hadir langsung mendampingi pasangan JRE (Jimmy, Resha, Edo) saat mendaftarkan pencalonannya sebagai pengurus AKPI untuk periode mendatang.

Tak hanya hadir sebagai pendukung, Bontor ternyata menerima mandat sebagai calon Ketua Dewan Kehormatan AKPI periode 2025-2028.

Baca Juga :  KPK OTT Pejabat Ditjen Terkait Korupsi Jalur Kereta Api

“Ya benar, saya menerima mandat menjadi calon Ketua Dewan Kehormatan AKPI. Amanah ini siap saya jalankan dengan penuh tanggung jawab,” kata Bontor, saat ditemui di Sekretariat AKPI, Jakarta, Jumat.

Bagi Bontor, Dewan Kehormatan sangat krusial dalam menjaga marwah profesi kurator dan pengurus, khususnya di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

Ia menegaskan, tugas utama Dewan Kehormatan bukan hanya menegakkan disiplin, tetapi juga menjadi benteng pelindung etika dan marwah profesi kurator serta pengurus.

Baca Juga :  Peneliti BRIN yang Ancam Bunuh Warga Muhammadiyah Resmi Dipolisikan

“Saya berkomitmen menegakkan kode etik secara adil, proporsional, dan berlandaskan integritas,” ujar Bontor.

Ia menyadari bahwa tantangan profesi semakin besar, termasuk potensi kriminalisasi dan tekanan eksternal terhadap anggota AKPI.

Oleh karena itu, ia berjanji bahwa penegakan etika akan dilakukan dengan pendekatan yang bijak dan konstruktif, bukan represif.

“Penegakan kode etik harus dilakukan dengan bijak dan tetap melindungi anggota dari potensi kriminalisasi atau hambatan eksternal yang dapat merugikan profesi,” tegasnya.

Baca Juga :  Komplotan Pemeras Spesialis Tamu Hotel Digulung Polisi, Bak Paparazzi Kuntit Korbannya hingga ke Rumah

Tak hanya itu, Bontor juga berkomitmen membangun budaya organisasi yang sehat.

Dia tak ingin posisi Dewan Kehormatan sebagai momok, melainkan mitra dalam menjaga standar etika.

“Kami berharap dapat menegakkan kode etik dengan baik, ramah, dan amanah. Dewan Kehormatan harus menjadi ruang pembinaan, bukan sekadar pemidanaan internal,” ungkapnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

DPR Soroti Kasus Videografer Karo Amsal Sitepu, Singgung Keadilan Substantif

Aliansi.co, Jakarta- Komisi III DPR RI mendesak aparat penegak hukum mengedepankan keadilan substantif dalam penanganan kasus videografer asal Karo, Amsal Christy Sitepu, yang tengah...

Sosok Dua Terduga Pelaku Mutilasi dalam Freezer, Terungkap Usai Kabur ke Majalengka

Aliansi.co,Jakarta- Polisi akhirnya mengungkap identitas dua terduga pelaku dalam kasus pembunuhan disertai mutilasi yang jasadnya ditemukan di dalam freezer di Kabupaten Bekasi. Keduanya diketahui sempat...

Pelarian Dua Pelaku Kasus Mayat dalam Freezer Berakhir di Majalengka

Aliansi.co, Jakarta- Pelarian dua pelaku kasus penemuan mayat dalam freezer di Kabupaten Bekasi akhirnya berakhir di Majalengka, Jawa Barat. Keduanya berhasil ditangkap oleh Tim Subdit...

Dilaporkan ke Polda, Dugaan Transaksi Fiktif Fasilitas Kredit di Medan Diadukan hingga OJK

Aliansi.co-Jakarta- PT Toba Surimi Industries (PT TSI) melaporkan dugaan penarikan dana fiktif senilai Rp124,4 miliar dari fasilitas kredit modal kerja (KMK) miliknya ke Polda...

Aktivis KontraS Disiram Air Keras di Salemba, Polisi Turun Selidiki Motif OTK

Aliansi.co, Jakarta- Polisi menyelidiki kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus (AY) di kawasan...