Jumat, April 3, 2026

Sudin Citata Jaksel Data 50 Gedung Bertingkat, Fokus Pemeriksaan Standar Kelayakan

WIB

Aliansi.co, Jakarta– Suku Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan (Sudin Citata) Jakarta Selatan melakukan pendataan dan pemeriksaan kelayakan terhadap gedung-gedung bertingkat di wilayahnya.

Pendataan tersebut difokuskan pada bangunan gedung dengan ketinggian di bawah delapan lantai.

Kepala Sudin Citata Jakarta Selatan, Andi Lazuardy, mengatakan hingga saat ini pihaknya telah mendata sebanyak 50 gedung untuk dilakukan pemeriksaan standar kelayakan bangunan.

“Ada 50 gedung yang sudah kita data untuk dilakukan pemeriksaan standar kelayakan,” ujar Andi saat ditemui di Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Selasa (16/12/2025).

Menurut Andi, pemeriksaan kelayakan gedung ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, sebagai langkah preventif menyusul maraknya peristiwa kebakaran gedung yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Ia menjelaskan, terdapat sejumlah aspek penting yang menjadi fokus dalam pemeriksaan kelayakan gedung.

Baca Juga :  Sudin Citata Sabet Juara Fun Fishing Wali Kota Jaksel Cup 2024

Pertama adalah aspek arsitektur, yang berkaitan dengan fungsi dan keselamatan gedung serta kesesuaian bangunan dengan peruntukannya.

Pemeriksaan juga mencakup tata ruang, sirkulasi, serta akses keluar-masuk gedung.

Selain itu, aspek keselamatan dan proteksi kebakaran menjadi salah satu poin paling krusial.

Pemeriksaan meliputi sistem proteksi kebakaran aktif seperti hydrant, APAR, alarm, dan sprinkler, serta sistem proteksi kebakaran pasif seperti pintu tahan api, sekat bangunan, dan jalur evakuasi.

“Kami juga memeriksa ketersediaan dan kejelasan rambu evakuasi dan tangga darurat,” jelas Andi.

Tak hanya itu, aspek utilitas bangunan turut menjadi perhatian, guna memastikan seluruh sistem penunjang berfungsi dengan baik.

Aspek ini mencakup instalasi listrik dan panel, hingga sarana vertikal seperti lift dan eskalator.

“Selanjutnya, untuk pemeriksaan lapangan nanti kita akan bekerja sama dengan teman-teman SKPD terkait,” tambahnya.

Baca Juga :  Parkir Berlapis di Badan Jalan, Puluhan Motor di ITC Cipulir Diangkut Pakai Truk

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo mengatakan pihaknya telah menginstruksikan Dinas Citata bersama sejumlah dinas terkait untuk melakukan audit terhadap dokumen perizinan dan kelayakan gedung-gedung di Jakarta.

Audit ini difokuskan pada bangunan bertingkat serta gedung yang mengalami perubahan fungsi maupun penambahan struktur.

“Hal yang berkaitan dengan gedung-gedung, saya sudah memerintahkan dinas terkait, yakni Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan, kemudian Bina Marga, kemudian Dinas Perizinan, semuanya untuk memeriksa kembali,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, dikutip Senin (15/12/2025).

Pramono menegaskan, audit kelayakan gedung tersebut merupakan langkah pencegahan agar kejadian kebakaran tidak kembali terulang dan membahayakan masyarakat.

Ia menilai, banyak bangunan yang mengalami perubahan struktur tanpa diiringi pengaturan keselamatan yang memadai.

“Ini dilakukan sebagai upaya pencegahan supaya kejadian serupa tidak kembali terulang dan tidak membahayakan masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga :  Satpol PP Goes to School di SMAN 34, Kenalkan Perda Ketertiban Umum kepada Siswa Baru 

Ia berharap, pemeriksaan ulang ini dapat memperketat pengawasan perizinan bangunan di Jakarta serta mencegah munculnya gedung-gedung bermasalah yang berpotensi mengancam keselamatan publik.

Pramono juga menyinggung kasus kebakaran hebat yang terjadi di kawasan Jalan Suprapto, Jakarta Pusat.

Menurutnya, kebakaran tersebut terjadi pada bangunan yang mengalami penambahan struktur signifikan dari bangunan awal atau yang ia sebut sebagai “gedung yang tumbuh”.

“Jadi ada bangunan lama, tiba-tiba dibangun satu gedung yang tumbuh, yang berbeda dengan kiri-kanannya. Ketinggiannya enam tingkat,” ungkapnya.

Namun, penambahan bangunan tersebut tidak disertai pengaturan akses dan standar keselamatan yang layak.

“Baik jalan ke atas maupun ke bawah tidak diatur. Bahkan di sepanjang jalan naik ke atas itu ditempatkan baterai untuk drone. Itulah yang menyebabkan kebakaran yang sangat dahsyat,” tegas Pramono.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

DPR Soroti Kasus Videografer Karo Amsal Sitepu, Singgung Keadilan Substantif

Aliansi.co, Jakarta- Komisi III DPR RI mendesak aparat penegak hukum mengedepankan keadilan substantif dalam penanganan kasus videografer asal Karo, Amsal Christy Sitepu, yang tengah...

Sosok Dua Terduga Pelaku Mutilasi dalam Freezer, Terungkap Usai Kabur ke Majalengka

Aliansi.co,Jakarta- Polisi akhirnya mengungkap identitas dua terduga pelaku dalam kasus pembunuhan disertai mutilasi yang jasadnya ditemukan di dalam freezer di Kabupaten Bekasi. Keduanya diketahui sempat...

Pelarian Dua Pelaku Kasus Mayat dalam Freezer Berakhir di Majalengka

Aliansi.co, Jakarta- Pelarian dua pelaku kasus penemuan mayat dalam freezer di Kabupaten Bekasi akhirnya berakhir di Majalengka, Jawa Barat. Keduanya berhasil ditangkap oleh Tim Subdit...

Dilaporkan ke Polda, Dugaan Transaksi Fiktif Fasilitas Kredit di Medan Diadukan hingga OJK

Aliansi.co-Jakarta- PT Toba Surimi Industries (PT TSI) melaporkan dugaan penarikan dana fiktif senilai Rp124,4 miliar dari fasilitas kredit modal kerja (KMK) miliknya ke Polda...

Aktivis KontraS Disiram Air Keras di Salemba, Polisi Turun Selidiki Motif OTK

Aliansi.co, Jakarta- Polisi menyelidiki kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus (AY) di kawasan...