Selasa, Agustus 18, 2026

Sudin Citata Jaksel Data 50 Gedung Bertingkat, Fokus Pemeriksaan Standar Kelayakan

WIB

Aliansi.co, Jakarta– Suku Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan (Sudin Citata) Jakarta Selatan melakukan pendataan dan pemeriksaan kelayakan terhadap gedung-gedung bertingkat di wilayahnya.

Pendataan tersebut difokuskan pada bangunan gedung dengan ketinggian di bawah delapan lantai.

Kepala Sudin Citata Jakarta Selatan, Andi Lazuardy, mengatakan hingga saat ini pihaknya telah mendata sebanyak 50 gedung untuk dilakukan pemeriksaan standar kelayakan bangunan.

“Ada 50 gedung yang sudah kita data untuk dilakukan pemeriksaan standar kelayakan,” ujar Andi saat ditemui di Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Selasa (16/12/2025).

Menurut Andi, pemeriksaan kelayakan gedung ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, sebagai langkah preventif menyusul maraknya peristiwa kebakaran gedung yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Ia menjelaskan, terdapat sejumlah aspek penting yang menjadi fokus dalam pemeriksaan kelayakan gedung.

Baca Juga :  Target Bulan Dana Rp10 M, Wali Kota Jaksel Dorong PMI Sosialisasi Masif

Pertama adalah aspek arsitektur, yang berkaitan dengan fungsi dan keselamatan gedung serta kesesuaian bangunan dengan peruntukannya.

Pemeriksaan juga mencakup tata ruang, sirkulasi, serta akses keluar-masuk gedung.

Selain itu, aspek keselamatan dan proteksi kebakaran menjadi salah satu poin paling krusial.

Pemeriksaan meliputi sistem proteksi kebakaran aktif seperti hydrant, APAR, alarm, dan sprinkler, serta sistem proteksi kebakaran pasif seperti pintu tahan api, sekat bangunan, dan jalur evakuasi.

“Kami juga memeriksa ketersediaan dan kejelasan rambu evakuasi dan tangga darurat,” jelas Andi.

Tak hanya itu, aspek utilitas bangunan turut menjadi perhatian, guna memastikan seluruh sistem penunjang berfungsi dengan baik.

Aspek ini mencakup instalasi listrik dan panel, hingga sarana vertikal seperti lift dan eskalator.

“Selanjutnya, untuk pemeriksaan lapangan nanti kita akan bekerja sama dengan teman-teman SKPD terkait,” tambahnya.

Baca Juga :  Cerita Casis Bintara Korban Begal Saat Dipertemukan dengan Sosok Polisi Idola

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo mengatakan pihaknya telah menginstruksikan Dinas Citata bersama sejumlah dinas terkait untuk melakukan audit terhadap dokumen perizinan dan kelayakan gedung-gedung di Jakarta.

Audit ini difokuskan pada bangunan bertingkat serta gedung yang mengalami perubahan fungsi maupun penambahan struktur.

“Hal yang berkaitan dengan gedung-gedung, saya sudah memerintahkan dinas terkait, yakni Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan, kemudian Bina Marga, kemudian Dinas Perizinan, semuanya untuk memeriksa kembali,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, dikutip Senin (15/12/2025).

Pramono menegaskan, audit kelayakan gedung tersebut merupakan langkah pencegahan agar kejadian kebakaran tidak kembali terulang dan membahayakan masyarakat.

Ia menilai, banyak bangunan yang mengalami perubahan struktur tanpa diiringi pengaturan keselamatan yang memadai.

“Ini dilakukan sebagai upaya pencegahan supaya kejadian serupa tidak kembali terulang dan tidak membahayakan masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga :  Ribuan Pelajar Ramaikan Jumbara PMR di Ragunan, PMI Jaksel Siapkan Sertifikat

Ia berharap, pemeriksaan ulang ini dapat memperketat pengawasan perizinan bangunan di Jakarta serta mencegah munculnya gedung-gedung bermasalah yang berpotensi mengancam keselamatan publik.

Pramono juga menyinggung kasus kebakaran hebat yang terjadi di kawasan Jalan Suprapto, Jakarta Pusat.

Menurutnya, kebakaran tersebut terjadi pada bangunan yang mengalami penambahan struktur signifikan dari bangunan awal atau yang ia sebut sebagai “gedung yang tumbuh”.

“Jadi ada bangunan lama, tiba-tiba dibangun satu gedung yang tumbuh, yang berbeda dengan kiri-kanannya. Ketinggiannya enam tingkat,” ungkapnya.

Namun, penambahan bangunan tersebut tidak disertai pengaturan akses dan standar keselamatan yang layak.

“Baik jalan ke atas maupun ke bawah tidak diatur. Bahkan di sepanjang jalan naik ke atas itu ditempatkan baterai untuk drone. Itulah yang menyebabkan kebakaran yang sangat dahsyat,” tegas Pramono.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Bareskrim Bongkar Sindikat Tambang Emas Ilegal Kelompok Dubai, Berawal dari Arahan Presiden ke Kapolri

Aliansi.co,Jakarta- Bareskrim Polri membongkar dugaan sindikat penambangan emas ilegal yang hasilnya diolah di Jakarta sebelum diduga diselundupkan ke luar negeri. Salah satu jaringan yang terungkap...

Subuh Sebelum Kampung Bahari Digerebek BNN, Warga Ungkap Fenomena Ojol Ganteng

Aliansi.co,Jakarta- Ada fenomena tak biasa yang dirasakan warga Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, sebelum kawasan tersebut digerebek aparat pada Kamis (13/8/2026) pagi. Sejak waktu...

Drama Penangkapan Bos Gendut dan Kaki Tangan Gembong Narkoba Kampung Bahari

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap operasi pemberantasan narkoba di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Sejak subuh, tim gabungan BNN...

BNN Gerebek Kampung Bahari, Mercon dan Petasan Warnai Penangkapan Gembong Narkoba Bos Gendut

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Operasi tersebut sempat diwarnai perlawanan dari dalam permukiman...

Heboh Temuan Ratusan Senjata Api di Sekolah, Ternyata Senapan Angin

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya meluruskan informasi terkait temuan 996 benda menyerupai senjata api di salah satu yayasan sekolah di Jakarta Selatan. Dari hasil pendalaman, hampir...