Sabtu, Oktober 3, 2026

DPRD Sororti Potensi Kebocoran PAD dan Parkir Liar di Jakarta

WIB

Aliansi.co, Jakarta- DPRD DKI Jakarta menyoroti tingginya kebocoran potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir.

Telebih retribusi parkir on the street.

Adalah Ketua Panitia Khusus (Pansus) Perparkiran DPRD Provinsi DKI Jakarta Jupiter yang menyoroti hal itu dalam Rapat Kerja Pansus Perparkiran bersama jajaran eksekutif di Ruang Rapat Komisi B DPRD DKI Jakarta, pada Selasa (6/5/2025).

Menurut Jupiter, persoalan parkir di Jakarta telah memasuki tahap yang memprihatinkan.

Selain maraknya praktik parkir liar, ketidakteraturan tarif di lapangan juga memicu keresahan masyarakat.

Baca Juga :  Kebersamaan Warnai Lomba Mancing Piala Wali Kota Jakarta Selatan Cup 2025

“Parkir liar ada di mana-mana. Tarifnya tidak seragam, bahkan bisa mencapai Rp20 ribu. Ini keresahan nyata yang dirasakan warga DKI Jakarta,” ujar Jupiter.

Ia menilai sistem parkir yang tertata dapat menjadi salah satu sumber peningkatan PAD yang signifikan.

Politisi Partai Nasdem itu memaparkan perhitungan sederhana untuk menggambarkan besarnya potensi parkir, khususnya parkir on street di Jakarta.

Dengan asumsi terdapat 500 titik parkir di setiap kelurahan dan tiap titik menghasilkan Rp30 ribu per hari, potensi pendapatan bisa mencapai Rp1,4 triliun per tahun.

Baca Juga :  Kembalikan Fungsi Jalan, Pedagang dan Parkir Liar di Senopati Dalam Ditertibkan Petugas Gabungan

“Ini hitungan minimal. Tapi kenyataannya, pendapatan yang masuk ke kas daerah dari parkir on street tidak sebanding. Inilah yang menjadi keprihatinan kami,” terang Jupiter.

Peningkatan PAD dari sektor parkir, sambung Jupiter, sangat penting untuk mendukung berbagai program prioritas pemerintah daerah.

Seperti penguatan layanan pendidikan, kesehatan, hingga bantuan sosial.

“Masih banyak warga Jakarta yang kesulitan menebus ijazah. Banyak RSUD yang membutuhkan alat medis. Kalau PAD dari sektor ini bisa dimaksimalkan, maka kebijakan yang berpihak kepada masyarakat juga bisa diperluas,” ujar dia.

Baca Juga :  Bak Adegan Film, Wanita Cantik Rampas Mobil Patroli lalu Kejar-kejaran di Jalan Tol

Jupiter memastikan Pansus Perparkiran akan terus bekerja secara konsisten dan transparan.

Dalam waktu dekat, DPRD akan melibatkan para ahli dari berbagai bidang untuk menyusun kajian menyeluruh, serta menggelar survei lapangan guna mengukur potensi riil sektor parkir di Jakarta.

“Kami ingin semuanya terang-benderang. Potensi besar ini harus digali dan dikelola dengan benar untuk kemaslahatan warga,” tandasnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...

Bareskrim Gerebek Gudang LPG Oplosan di Tangerang Selatan, 910 Tabung Disita

Aliansi.co, Tangerang Selatan – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi...

KPK Soroti Pengelolaan APBD Pemkab Karawang, Termasuk Pokir DPRD

Aliansi.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, termasuk pengelolaan pokok-pokok pikiran (pokir)...

Akhir Pelarian Tersangka Penipuan Rp37 Miliar, Ditangkap Usai Buron 3 Tahun

Aliansi.co,Jakarta- Pelarian tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai Rp37,4 miliar, Erick Soedjasa, akhirnya berakhir setelah hampir tiga tahun menjadi buronan. Erick ditangkap...