Sabtu, Oktober 3, 2026

Wali Kota Jaksel Sesalkan Lurah Manggarai Selatan jadi Korban Amuk Massa Demo DPR

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Wali Kota Jakarta Selatan (Wali Kota Jaksel) Muhammad Anwar, mengecam keras insiden pengeroyokan yang menimpa Lurah Manggarai Selatan, Muhammad Sidik, dan sopirnya Asep Yudiana, pada Senin malam, 25 Agustus 2025.

Anwar memastikan, lurah dan sopirnya akan mendapatkan pendampingan medis dan psikologis akibat menjadi korban amuk massa yang berunjuk rasa di sekitar Gedung DPR RI tersebut.

“Kami sangat menyesalkan peristiwa ini. Aparat kelurahan adalah pelayan masyarakat yang menjalankan tugasnya untuk warga. Kami memastikan pendampingan medis dan psikologis bagi korban,” ujar Anwar dalam keterangannya, Selasa (26/8/2025).

Baca Juga :  Ormas Kembang Latar Deklarasi Dukung Ganjar-Mahfud, Ribuan Kader Siap Turun

Anwar juga menegaskan akan memperkuat perlindungan terhadap aparat kelurahan dan tenaga lapangan lainnya yang berisiko tinggi dalam menjalankan tugas di tengah masyarakat.

“Perlindungan terhadap aparat di lapangan menjadi prioritas kami. Kami Pemprov DKI akan memperkuat koordinasi dengan pihak keamanan agar peristiwa serupa tidak terulang,” tegasnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga akan meningkatkan koordinasi dengan jajaran Polri dan TNI untuk menjamin keamanan para pegawai pemerintah, khususnya yang bertugas di tingkat kelurahan.

Baca Juga :  Marshel Widianto Buka-bukaan soal Pernikahannya dengan Yansen Indiani

“Kami juga mengapresiasi lurah dan petugas PPSU yang tetap menjalankan tugas meski menghadapi situasi berbahaya. Kami berharap masyarakat tetap menjaga ketertiban dalam menyampaikan aspirasi,” pungkas Anwar.

Insiden yang menimpa Lurah Muhammad Sidik dan Asep terjadi sekitar pukul 18.30 WIB di kawasan Jalan KS Tubun, Slipi, Jakarta Barat.

Saat itu, mobil dinas Kelurahan Manggarai Selatan dengan nomor polisi B 1590 TQN dalam perjalanan pulang ketika tiba-tiba dihadang oleh sekelompok demonstran.

Baca Juga :  Kinerja Pejabat DKI Disorot, Gubernur Pramono Didorong Berani Evaluasi Bawahan

Massa yang tidak terkendali tersebut kemudian melakukan perusakan terhadap kendaraan dengan cara memukul dan melempari mobil hingga kaca pecah.

Akibat serangan tersebut, keduanya mengalami luka di bagian wajah dan tangan.

Selain luka fisik, dua unit telepon genggam dan sebuah dompet milik korban dilaporkan hilang, sementara kendaraan dinas mengalami kerusakan cukup parah.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...

Bareskrim Gerebek Gudang LPG Oplosan di Tangerang Selatan, 910 Tabung Disita

Aliansi.co, Tangerang Selatan – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi...

KPK Soroti Pengelolaan APBD Pemkab Karawang, Termasuk Pokir DPRD

Aliansi.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, termasuk pengelolaan pokok-pokok pikiran (pokir)...

Akhir Pelarian Tersangka Penipuan Rp37 Miliar, Ditangkap Usai Buron 3 Tahun

Aliansi.co,Jakarta- Pelarian tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai Rp37,4 miliar, Erick Soedjasa, akhirnya berakhir setelah hampir tiga tahun menjadi buronan. Erick ditangkap...