Sabtu, Juli 4, 2026

Demi Kedamaian, Warga Jakarta Diajak Bantu Gubernur Pramono Jaga Kampung

WIB

Aluansi.co, Jakarta- Pasca kericuhan besar yang melanda Ibu Kota pada 30 hingga 31 Agustus 2025, Pengamat Kebijakan Publik Sugiyanto Emik mengajak seluruh warga Jakarta untuk bahu membahu membantu Gubernur Pramono Anung dalam menjaga stabilitas dan kedamaian kota.

Dalam pernyataannya, Sugiyanto menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam merawat harmoni sosial dan keamanan bersama, menyusul demonstrasi yang berujung pada penjarahan serta perusakan rumah milik beberapa anggota DPR dan pejabat lainnya.

“Semua peristiwa tersebut memang telah terjadi, nasi sudah menjadi bubur. Namun, betapapun rumit kondisi saat ini yang bagaikan benang kusut, tetap harus diurai. Jakarta adalah kampung kita bersama,” ujar Sugiyanto, dalam keterangan tertulisnya, dikutip Senin (1/9/2025).

Ia mengungkapkan keprihatinannya terhadap eskalasi situasi yang terus memanas hingga dini hari, yang tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga menyisakan luka sosial bagi warga Ibu Kota.

Baca Juga :  Momen Emak-emak Pelaku UMKM Ikut Pelatihan Literasi Digital dari Pemkot Jaksel

“Setiap orang yang tinggal di Jakarta memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk ikut meredam serta menyelesaikan permasalahan yang tengah berlangsung,” tegasnya.

“Jakarta bukan sekadar pusat pemerintahan, tetapi juga barometer bagi daerah lain di Indonesia. Stabilitas di Jakarta mencerminkan stabilitas nasional,” sambungnya.

Sugiyanto menyebutkan, unjuk rasa merupakan hak konstitusional yang dijamin oleh Pasal 28E ayat (3) UUD 1945 dan diatur dalam UU No. 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.

Namun, hak tersebut tidak boleh disalahgunakan hingga melanggar hukum dan merugikan orang lain.

“Demonstrasi yang berujung pada kekerasan, perusakan, dan penjarahan jelas telah keluar dari koridor hukum serta merugikan masyarakat luas,” ujarnya.

Baca Juga :  Satpol PP Operasi Ramadan di Kebayoran Lama, 165 Botol Miras Ilegal Disita

Ia menekankan bahwa aspirasi publik seharusnya disalurkan melalui jalur konstitusional dan dialog, bukan melalui tindakan anarkis.

“Saya meyakini masyarakat Jakarta pada dasarnya adalah orang-orang baik yang tidak menginginkan demonstrasi berakhir dengan kerusakan dan kerugian,” jelasnya.

“Kekecewaan yang muncul seharusnya disalurkan melalui mekanisme konstitusional dan dialog yang sehat, bukan dengan tindakan anarkis,” lanjutnya.

Kekecewaan Bukan Alasan untuk Anarki

Sugiyanto tidak menampik bahwa kekecewaan masyarakat terhadap pemerintah maupun DPR saat ini sangat mendalam.

Namun menurutnya, kericuhan bukanlah solusi dan hanya akan memperburuk keadaan.

“Sejumlah peristiwa memprihatinkan yang terjadi di Jakarta seolah menjadi sesuatu yang sulit terelakkan. Pada akhirnya, menjadi semakin sulit untuk menunjuk siapa yang sepenuhnya salah dalam situasi ini,” katanya.

Baca Juga :  700 Pejabat DKI Dirotasi, Massdes Arouffy Didepak ke UPKB Dishub

Oleh karena itu, ia menyerukan agar semua elemen masyarakat, baik tokoh masyarakat, tokoh agama, bersatu dan saling menahan diri demi menjaga Jakarta tetap aman dan damai.

“Semua pihak dituntut untuk bertindak bijak, mengedepankan musyawarah, komunikasi, serta mencari solusi damai yang tidak merugikan siapa pun. Hal ini menjadi wajib dilakukan oleh kita semua yang tinggal di Jakarta,” imbuhnya.

Mengakhiri pernyataannya, Sugiyanto berharap agar Jakarta segera pulih dari situasi yang memanas dan kembali menjadi kota yang aman, tenteram, serta sejahtera bagi seluruh warganya.

“Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kedamaian, keamanan, kebaikan, kemajuan, dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Jakarta. Semoga tidak ada lagi demonstrasi yang berujung pada kerugian dan perpecahan, melainkan lahir solusi yang membawa kebaikan bersama,” tutupnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Penggerebekan Kampung Narkoba di Kalteng Berujung Maut, Satu Polisi Gugur dan Dua Personel Hilang

Aliansi.co,Jakarta- Operasi pemberantasan narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, berakhir tragis. Seorang anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Katingan gugur setelah diserang...

Dari Kertas hingga Emboss, Begini Proses Pemeriksaan Ijazah Jokowi oleh Polda Metro

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya mengungkap proses pemeriksaan forensik terhadap ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dalam penyidikan kasus tudingan ijazah palsu yang menjerat...

Kode BC1 Terbongkar di Sidang Tipikor, Jaksa Sebut Jatah Rp21 Miliar untuk Dirjen Bea Cukai

Aliansi.co,Jakarta- Kode BC1 yang diduga merujuk kepada Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, terungkap dalam sidang dugaan suap importasi barang di Direktorat...

Sidang Suap Bea Cukai, Nama Sejumlah Direktur Disebut dalam Kesaksian Terdakwa dan Saksi

Aliansi.co,Jakarta- Nama sejumlah pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai kembali mencuat dalam sidang perkara dugaan suap pengurusan impor yang menjerat pemilik PT Blueray Cargo,...

Anggota Brimob Dikeroyok dan Dibacok Debt Collector, Baru Dua Pelaku Ditangkap

Aliansi.co, Banten- Polda Banten menangkap dua debt collector yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan dan pembacokan terhadap dua anggota Satuan Brimob Polda Banten saat...