Rabu, Agustus 19, 2026

Prabowo Bongkar Praktik Keserakahan Ekonomi di Awal Pemerintahannya

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto membongkar adanya praktik keserakahan ekonomi yang ditemukan pemerintah pada awal masa kepemimpinannya.

Praktik tersebut mencakup penyalahgunaan besar dalam tata kelola bahan bakar, minyak mentah, hingga penguasaan ilegal sumber daya alam yang terjadi lintas sektor ekonomi.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam pidatonya pada World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026) waktu setempat.

Menurut Prabowo, pemerintahannya menemukan berbagai praktik ekonomi yang tidak mencerminkan mekanisme pasar yang sehat, melainkan didorong oleh kerakusan dan penyalahgunaan kewenangan.

“Pada tahun pertama pemerintahan saya, kami telah menyita empat juta hektare perkebunan ilegal dan tambang ilegal. Ini luar biasa. Saya menyebut ini bukan usaha bebas, saya menyebut ini bukan pasar bebas. Saya menyebutnya secara terang-terangan ini ekonomi keserakahan, ekonomi ketamakan, ekonomi dengan praktik yang rakus,” ujar Prabowo dikutip dari laman BPMI Setpres.

Baca Juga :  Mahfud Md Dapat Informasi Status Tersangka Mentan Syahrul Yasin Limpo Sudah Diteken KPK

Ia menilai praktik tersebut merusak keadilan ekonomi dan merugikan kepentingan rakyat, sekaligus menjadi penghambat utama terciptanya iklim usaha yang sehat.

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa kepastian dan keadilan hukum merupakan prasyarat mutlak bagi masuknya investasi. Tanpa penegakan hukum yang tegas, menurut dia, kepercayaan investor tidak akan terbangun.

“Tidak akan ada iklim investasi tanpa kepastian penegakan hukum yang adil. Tidak seorang pun akan datang untuk berinvestasi di negara yang tidak taat hukum atau memiliki tradisi hukum yang meragukan,” tegasnya.

Baca Juga :  Rapat Paripurna DPR, Prabowo Ajak Jalankan Pasal 33 UUD 1945 dengan Baik

Oleh karena itu, Presiden Prabowo menyatakan komitmennya untuk memastikan hukum ditegakkan tanpa pandang bulu dan berada di atas seluruh kepentingan, baik politik maupun ekonomi.

Ia juga menyinggung langkah pemerintah Indonesia sejak 2025 yang secara terbuka menyatakan perang terhadap korupsi. Prabowo mengakui bahwa upaya tersebut bukan hal mudah dan sering kali diragukan.

“Kami bertekad untuk memerangi korupsi ini secara langsung. Ini tantangan. Tidak banyak orang yang percaya kita bisa melakukannya, tetapi kita tidak punya pilihan. Saya tidak punya pilihan. Saya telah dilantik, saya telah disumpah untuk menegakkan konstitusi dan supremasi hukum,” kata Prabowo.

Baca Juga :  Wapres Imbau Umat Islam Tidak Terprovokasi Aksi Penembakan Kantor MUI

Meski dilakukan secara senyap, Prabowo menyebut penegakan hukum yang konsisten telah membuahkan hasil nyata. Salah satunya adalah turunnya tingkat kemiskinan ekstrem ke level terendah dalam sejarah Indonesia.

Pemerintah, lanjut Prabowo, menargetkan penghapusan kemiskinan ekstrem dalam empat tahun ke depan sebagai bagian dari agenda besar pembangunan nasional.

“Tidak ada yang lebih rentan, tidak ada yang lebih memuaskan daripada menurunkan kemiskinan dan memberantas kelaparan,” ujar Prabowo.

“Itulah misi saya sekarang untuk membuat rakyat Indonesia yang paling miskin, yang paling lemah, tersenyum. Saya pikir sebagian dari itu adalah kita harus memerangi korupsi, manipulasi, dan penyalahgunaan wewenang,” sambungnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Bareskrim Bongkar Sindikat Tambang Emas Ilegal Kelompok Dubai, Berawal dari Arahan Presiden ke Kapolri

Aliansi.co,Jakarta- Bareskrim Polri membongkar dugaan sindikat penambangan emas ilegal yang hasilnya diolah di Jakarta sebelum diduga diselundupkan ke luar negeri. Salah satu jaringan yang terungkap...

Subuh Sebelum Kampung Bahari Digerebek BNN, Warga Ungkap Fenomena Ojol Ganteng

Aliansi.co,Jakarta- Ada fenomena tak biasa yang dirasakan warga Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, sebelum kawasan tersebut digerebek aparat pada Kamis (13/8/2026) pagi. Sejak waktu...

Drama Penangkapan Bos Gendut dan Kaki Tangan Gembong Narkoba Kampung Bahari

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap operasi pemberantasan narkoba di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Sejak subuh, tim gabungan BNN...

BNN Gerebek Kampung Bahari, Mercon dan Petasan Warnai Penangkapan Gembong Narkoba Bos Gendut

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Operasi tersebut sempat diwarnai perlawanan dari dalam permukiman...

Heboh Temuan Ratusan Senjata Api di Sekolah, Ternyata Senapan Angin

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya meluruskan informasi terkait temuan 996 benda menyerupai senjata api di salah satu yayasan sekolah di Jakarta Selatan. Dari hasil pendalaman, hampir...