Rabu, Agustus 19, 2026

Cegah Banjir, Pemkot Jaksel Targetkan Pengerukan 250 Saluran PHB dan Sungai

WIB

Aliansi.co,Jakarta- Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan menargetkan pengerukan sekitar 250 saluran penghubung (PHB) serta sejumlah sungai di wilayahnya sebagai upaya mencegah genangan dan banjir, terutama saat intensitas hujan meningkat.

Wali Kota Jakarta Selatan M Anwar mengatakan, saluran PHB memiliki peran vital dalam sistem drainase perkotaan.

Namun, kondisi di lapangan kerap menghadapi berbagai kendala, salah satunya keberadaan utilitas di bawah saluran air.

“Saluran PHB ini memegang peranan yang sangat penting dalam sistem drainase kita. Namun, tantangan utama di lapangan adalah banyaknya utilitas di bawah saluran tersebut, seperti kabel serat optik, pipa, dan infrastruktur lainnya yang sering kali menghambat aliran air,” ujar Anwar saat ditemui di Rawajati, Jakarta Selatan, Minggu (8/2/2026).

Baca Juga :  DPRD Harap Dinas Lingkungan Hidup DKI Konsisten Cegah Pencemaran Udara: Jangan Angot-angotan

Menurut Anwar, upaya pencegahan banjir tidak bisa dilakukan secara insidental, melainkan harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.

Karena itu, ia menekankan pentingnya kegiatan pembersihan lingkungan dan saluran air secara rutin.

“Salah satu langkah paling krusial adalah konsistensi. Saya telah menginstruksikan jajaran untuk melaksanakan kerja bakti massal secara rutin setiap Selasa, Jumat, dan Minggu, serta kerja bakti skala besar satu bulan sekali,” kata Anwar.

Ia menambahkan, upaya mitigasi banjir tersebut telah dilakukan secara intensif sejak enam bulan terakhir.

Selain kerja bakti, Pemkot Jakarta Selatan juga melakukan berbagai langkah teknis lainnya.

“Langkah-langkah tersebut meliputi normalisasi sungai, pengerukan sedimen di Kali Krukut dan Kali Ciliwung, serta pembangunan dan normalisasi embung agar fungsinya lebih maksimal,” ujarnya.

Baca Juga :  Kerja Bakti di Waduk Lebak Bulus, Pemkot Jaksel Kerahkan 665 Personel Gabungan

Tak hanya itu, Pemkot Jakarta Selatan juga membangun sumur resapan dalam dengan kedalaman mencapai 30 meter.

Menurut Anwar, sumur resapan tersebut memiliki kapasitas serapan yang cukup besar.

“Sumur resapan ini mampu menyerap hingga 10.000 liter air dalam waktu sekitar 20 menit,” kata dia.

Anwar menyebutkan, pengadaan alat dan pendukung kegiatan mitigasi banjir tersebut turut dibantu melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan Santo mengatakan, pengerukan difokuskan pada sungai-sungai yang berada di wilayah Jakarta Selatan.

“Target utama kami adalah sungai-sungai yang berada di Jakarta Selatan. Pengerukan kali, sungai, maupun saluran PHB sangat signifikan dalam mengurangi genangan maupun banjir,” ujar Santo.

Baca Juga :  Minimalisir Gerakan Provokatif, Forkopimko Jaktim Deklarasi Jaga Jakarta

Terkait pengoperasian mesin pompa air, Santo mengungkapkan bahwa kendala utama yang sering dihadapi adalah sampah.

Oleh karena itu, pompa harus dilengkapi dengan saringan sampah agar dapat beroperasi sesuai standar.

“Tanpa saringan, usia pakai pompa tidak akan lama. Dengan adanya saringan sampah, insyaallah pompa dapat beroperasi sesuai dengan standarnya,” katanya.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk ikut berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan, khususnya saluran air di sekitar tempat tinggal.

“Mari kita bersama-sama menjaga kebersihan saluran air. Jangan membuang sampah ke dalam saluran air; buanglah sampah pada tempat yang telah disediakan,” ujar Santo.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Bareskrim Bongkar Sindikat Tambang Emas Ilegal Kelompok Dubai, Berawal dari Arahan Presiden ke Kapolri

Aliansi.co,Jakarta- Bareskrim Polri membongkar dugaan sindikat penambangan emas ilegal yang hasilnya diolah di Jakarta sebelum diduga diselundupkan ke luar negeri. Salah satu jaringan yang terungkap...

Subuh Sebelum Kampung Bahari Digerebek BNN, Warga Ungkap Fenomena Ojol Ganteng

Aliansi.co,Jakarta- Ada fenomena tak biasa yang dirasakan warga Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, sebelum kawasan tersebut digerebek aparat pada Kamis (13/8/2026) pagi. Sejak waktu...

Drama Penangkapan Bos Gendut dan Kaki Tangan Gembong Narkoba Kampung Bahari

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap operasi pemberantasan narkoba di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Sejak subuh, tim gabungan BNN...

BNN Gerebek Kampung Bahari, Mercon dan Petasan Warnai Penangkapan Gembong Narkoba Bos Gendut

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Operasi tersebut sempat diwarnai perlawanan dari dalam permukiman...

Heboh Temuan Ratusan Senjata Api di Sekolah, Ternyata Senapan Angin

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya meluruskan informasi terkait temuan 996 benda menyerupai senjata api di salah satu yayasan sekolah di Jakarta Selatan. Dari hasil pendalaman, hampir...