Aliansi.co,Jakarta– Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan menerjunkan 154 petugas pemeriksa kesehatan hewan dan daging kurban untuk memastikan daging kurban yang dikonsumsi masyarakat memenuhi kriteria Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH) menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah
Selain pelepasan petugas, Sudin KPKP Jakarta Selatan juga menggelar sosialisasi tata cara pemotongan hewan kurban yang halal, tayyib, dan ramah lingkungan bagi panitia kurban serta Dewan Masjid Indonesia.
Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Selatan Mukhlisin mengatakan, pemerintah berkomitmen memastikan proses penyembelihan hewan kurban dilakukan sesuai persyaratan teknis demi menjamin kualitas daging kurban yang diterima masyarakat.
“Karena itu, salah satu upaya yang dilakukan adalah pelatihan dan sosialisasi tata cara pemotongan hewan kurban yang halal, tayyib, dan ramah lingkungan kepada panitia kurban maupun Dewan Masjid Indonesia,” ujarnya, Jumat (22/5/2026).
Mukhlisin menambahkan, lokasi pemotongan hewan kurban juga harus memenuhi standar teknis dan memperhatikan aspek lingkungan.
Hal itu sejalan dengan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber.
“Dalam pelaksanaan kurban tetap harus meminimalisir sampah yang dihasilkan. Diharapkan panitia kurban memahami tata cara penyembelihan yang halal serta pengolahan daging kurban agar yang diterima mustahik sehat, berkualitas, tayyib, dan tidak menimbulkan sampah dari kemasan yang digunakan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Sudin KPKP Jakarta Selatan Ridho Sosro menjelaskan, materi sosialisasi mencakup tata cara pemotongan hewan sesuai syariat Islam, penerapan higiene saat penyembelihan, hingga pengelolaan pemotongan hewan kurban yang ramah lingkungan.
“Sasaran kegiatan ini adalah pihak-pihak yang nantinya terlibat dalam pelaksanaan pemotongan hewan kurban, seperti Dewan Masjid Indonesia, panitia kurban, masyarakat, serta petugas pemeriksa kesehatan hewan dan daging kurban,” katanya.
Ridho menambahkan, sosialisasi tersebut juga bertujuan menekan risiko penyebaran zoonosis atau penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia, serta mengantisipasi penyakit hewan yang sedang marak seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Lumpy Skin Disease (LSD), dan antraks.
“Kami juga memberikan bantuan kepada panitia kurban berupa 50 pisau dan 50 paket terpal. Semoga kegiatan ini dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam mengonsumsi daging kurban melalui upaya mewujudkan keamanan dan kesehatan daging kurban,” tandasnya.
