Aliansi.co, Jakarta- Pemerintah Kota Jakarta Selatan menyiapkan rencana pengembangan terminal untuk memperkuat integrasi transportasi di kawasan Lebak Bulus.
Dua lokasi alternatif yang disiapkan yakni area Park and Ride Lebak Bulus, dan lahan milik Dinas Bina Marga DKI Jakarta di kawasan Pasar Jumat.
Kedua lokasi tersebut direncanakan menjadi terminal khusus angkutan antarkota antar provinsi (AKAP).
Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo mengatakan, pengembangan terminal menjadi bagian dari penataan kawasan Lebak Bulus yang saat ini berperan sebagai stasiun awal MRT Jakarta sekaligus simpul transportasi strategis di Ibu Kota.
Menurut Syafrin, salah satu opsi yang tengah dikaji adalah pembangunan fasilitas lay-bay di lokasi Park and Ride yang sudah ada.
Fasilitas tersebut nantinya akan digunakan sebagai tempat singgah bus-bus antar kota.
“Terminal tentu di sini akan dilakukan pengembangan. Ada dua lokasi alternatif. Yang pertama di lokasi existing Park and Ride MRT, tetapi sifatnya penyiapan semacam lay-bay. Jadi akan ada lay-bay yang disiapkan untuk bus-bus antar kota,” ujar Syafrin saat ditemui di kawasan Park and Ride Lebak Bulus, Selasa (9/6/2026).
Selain itu, Pemkot Jakarta Selatan juga mempertimbangkan pengembangan terminal di kawasan Pasar Jumat.
Lokasi tersebut direncanakan menjadi terminal khusus AKAP yang melayani perjalanan menuju berbagai daerah di Pulau Jawa maupun Sumatera.
“Atau juga kita akan kembangkan di lokasi existing terminal sementara Pasar Jumat. Jadi di sana bisa dibangun terminal khusus untuk AKAP,” katanya.
Menurut Syafrin, kehadiran terminal tersebut akan menjadi lokasi pemberangkatan alternatif bagi warga Jakarta Selatan yang hendak bepergian ke luar daerah.
“Sehingga bagi warga di kawasan selatan Jakarta yang menuju ke luar Jakarta, baik ke arah timur Pulau Jawa maupun ke barat ke Sumatera, seluruhnya bisa terfasilitasi dengan baik,” lanjutnya.
Ia menegaskan pengembangan kawasan Lebak Bulus harus dilakukan secara terintegrasi.
Tidak hanya dari sisi transportasi, pengembangan juga ada keterhubungannya dengan kawasan sekitar.
“Pengembangan kawasan Lebak Bulus ini menjadi sangat strategis karena di sini adalah stasiun awal MRT Jakarta. Oleh sebab itu kami memberikan perhatian khusus agar setiap pengembangan di kawasan ini terintegrasi secara utuh dengan lingkungan,” ujarnya.
Menurut dia, integrasi tersebut bertujuan menciptakan mobilitas masyarakat yang lebih lancar dan nyaman, baik bagi warga yang tinggal di kawasan tersebut maupun yang beraktivitas di sana.
“Tidak hanya dilihat dari fungsi transportasi, tetapi bagaimana fungsi transportasi terintegrasi dengan kawasan, sehingga mobilitas masyarakat seluruhnya berjalan mulus. Tentu ini akan membuat kawasan menjadi nyaman, tertib, dan humanis,” kata Syafrin.
