Minggu, Oktober 18, 2026

Legislator Senayan Soroti Konflik Polri-Kejaksaan, Dorong Hak Angket DPR

WIB

Aliansi.co,Jakarta- Memanasnya hubungan antara Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan Kejaksaan Agung menjadi sorotan anggota Komisi III DPR RI Benny K. Harman.

Legislator Senayan itu menilai konflik terbuka antara dua institusi penegak hukum tersebut telah meresahkan masyarakat sehingga DPR perlu mempertimbangkan penggunaan hak angket untuk mengawasi tata kelola penegakan hukum.

Benny mengatakan, ketegangan yang mencuat, terutama dalam penanganan sejumlah perkara yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah, tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena dapat menggerus kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum.

Baca Juga :  Penumpang LRT Boleh Makan dan Minum di Dalam Gerbong Selama Ramadan, Tetapi...

“Kami berpandangan bahwa mencuatnya perseteruan terbuka antara dua institusi penegak hukum utama, Kejaksaan Agung dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah berada pada titik yang meresahkan masyarakat dan mengancam sendi-sendi penegakan hukum di tanah air,” ujar Benny dalam keterangan tertulis kepada media parlemen, dikutip Selasa (14/7/2026).

Menurut Benny, hak angket merupakan instrumen konstitusional yang dapat digunakan DPR untuk mengevaluasi kebijakan pemerintah di sektor penegakan hukum.

Ia menegaskan, usulan tersebut bukan untuk mencampuri proses hukum yang sedang berjalan, melainkan memastikan tata kelola pemerintahan dan koordinasi antarlembaga penegak hukum berjalan sebagaimana mestinya.

Baca Juga :  Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

“Hak angket diarahkan untuk menyelidiki kebijakan dan tata kelola pemerintahan di sektor penegakan hukum, sama sekali bukan untuk mengintervensi secara teknis perkara atau merusak prinsip due process of law. Independensi hukum tetap sakral dan harus dihormati,” katanya.

Benny menilai konflik yang terjadi menunjukkan adanya persoalan koordinasi di lingkungan eksekutif.

Ia juga berpandangan bahwa mekanisme pengawasan melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) maupun Panitia Kerja (Panja) sudah tidak lagi memadai untuk mengurai persoalan yang bersifat sistemik.

Baca Juga :  Pecat AKBP Achiruddin, Ketegasan Polri Diapresiasi oleh Komisi III DPR

Menurutnya, hak angket memiliki dasar konstitusional yang lebih kuat untuk menyelidiki kebijakan strategis pemerintah yang berdampak luas terhadap penyelenggaraan penegakan hukum.

Selain mendorong penggunaan hak angket, Benny mengingatkan seluruh aparat penegak hukum agar tetap mengedepankan profesionalisme dan tidak terjebak dalam ego sektoral.

Ia juga meminta Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah strategis untuk meredam ketegangan antara Polri dan Kejaksaan Agung.

“Presiden dapat membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) Independen atau mengoptimalkan peran Menko Polkam guna memperkuat koordinasi antarlembaga.

 

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

BGN Buka Suara soal Penemuan Mayat di Dapur MBG

Aliansi.co,Jakarta- Badan Gizi Nasional (BGN) buka suara soal penemuan mayat yang dikaitkan dengan dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG). Hal itu disampaikan BGN menyusul beredarnya informasi...

Mutasi Besar-besaran Polri, Wakabaintelkam-Kakorlantas hingga Kapolda Berganti

Aliansi.co, Jakarta – Polri kembali melakukan mutasi besar-besaran terhadap 199 personel yang terdiri dari perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen). Sejumlah jabatan strategis mulai...

Polri Gerebek Dua Kampung Narkoba Legendaris Jakarta, 24 Orang Diamankan

Aliansi.co, Jakarta- Polri menggerebek dua kampung legendaris yang terkenal sebagai basis peredaran narkoba di Jakarta, yakni Kampung Ambon, Jakarta Barat, dan Kampung Boncos, Jumat...

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...