Selasa, Juli 21, 2026

Dikecam Publik, Hotman Paris Jelaskan Duduk Perkara Ucapan “Lu Punya Otak Engg Sih?”

WIB

Aliansi.co,Jakarta- Pengacara Hotman Paris Hutapea akhirnya angkat bicara terkait ucapannya kepada seorang wartawan yang menyatakan, “lu punya otak enggak sih?”, saat konferensi pers mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Ardiansyah di Gedung Kejaksaan Agung, Jumat (17/7/2026).

Ucapan tersebut sempat viral di media sosial dan menuai kecaman dari publik maupun kalangan jurnalis.

Menanggapi polemik tersebut, Hotman menyampaikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, Senin (20/7/2026).

Dalam video yang diunggahnya, Hotman mengaku menyesali ucapannya dan meminta maaf kepada wartawan yang bersangkutan serta seluruh organisasi wartawan di Indonesia.

“Pernyataan maaf dari saya, Hotman Paris. Sehubungan dengan imbauan PWI dan juga rekan-rekan wartawan lainnya, dengan ini saya menyatakan maaf sebesar-besarnya atas pernyataan saya dalam konferensi pers mantan Jampidsus yang menyatakan, ‘lu punya otak enggak sih?’,” kata Hotman, Senin (20/7/2026).

Baca Juga :  Duduk Perkara Advokat Noverizky Polisikan Selebgram Rea Wiradinata hingga Ajukan Gugatan PKPU

Ia mengklaim potongan video yang beredar di media tidak menampilkan keseluruhan konteks peristiwa sehingga memunculkan persepsi yang berbeda di masyarakat.

“Namun perlu saya jelaskan bahwa yang dikutip oleh media hanya bagian akhirnya. Tidak dikutip secara utuh,” ujarnya.

Hotman kemudian memaparkan kronologi kejadian yang menurutnya menjadi latar belakang munculnya ucapan tersebut.

Ia mengatakan, awalnya seorang wartawan menanyakan apakah terdapat hidden agenda atau agenda tersembunyi dari institusi penegak hukum yang menangani perkara tersebut.

Atas pertanyaan itu, Hotman mengaku telah menjawab bahwa dirinya tidak memiliki kewenangan maupun kapasitas untuk memberikan penjelasan.

“Fakta kejadiannya adalah wartawan pertama bertanya kepada saya apakah instansi terkait punya hidden agenda atau acara tersembunyi. Saya jawab tidak tahu, saya tidak punya kapasitas untuk menjawab itu,” tuturnya.

Baca Juga :  Jokowi Singgung Provinsi yang Habiskan Anggaran Pertanian untuk Plesiran Dinas

Menurut Hotman, ketika dirinya belum selesai menjawab, wartawan lain kembali mengajukan pertanyaan mengenai dugaan adanya kekeliruan yang dilakukan institusi tersebut.

Pertanyaan yang terus datang dengan substansi serupa membuat emosinya terpancing.

“Belum saya selesai menjawab, tiba-tiba wartawan kedua bertanya apakah instansi tersebut melakukan kekeliruan. Akhirnya saya emosi karena saya sudah bolak-balik menjawab tidak tahu. Akhirnya saya jawab, ‘kamu punya otak enggak sih?” ucapnya.

“Maksudnya saya sudah jawab saya tadi tidak tahu, sebab saya tidak mungkin menjawab apa hidden agenda dari satu institusi penegak hukum. Itu kira-kira kejadian sebenarnya,” sambungnya.

Baca Juga :  Jemaah Haji RI Masuk Fase Pemulangan, Begini Himbauan PPIH

Meski memberikan penjelasan mengenai kronologi kejadian, Hotman menegaskan tetap bertanggung jawab atas ucapannya.

Ia mengakui situasi saat itu berlangsung dalam suasana emosional dan kembali menyampaikan permintaan maaf.

“Terlepas dari kejadian sebenarnya, waktu itu kami sama-sama emosional. Tetap saya mengatakan maaf kepada wartawan tersebut maupun kepada organisasi wartawan di seluruh Indonesia. Karena selama ini juga saya dekat dengan semua wartawan,” ucapnya.

Hotman memastikan tidak pernah memiliki niat untuk menghina ataupun merendahkan profesi wartawan.

Menurutnya, ucapan tersebut keluar secara spontan karena merasa terus diberondong pertanyaan yang tidak dapat dijawabnya.

“Sekali lagi tidak ada niat apa pun, karena cuma diberondong dengan dua pertanyaan, ditanya lagi, ditanya lagi, sehingga saya jadi emosional,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Viral Pengacara Muda Tewas Jatuh dari Lantai 46 Apartemen, Polisi Ungkap Kronologi

Aliansi.co,Jakarta- Kabar meninggalnya pengacara muda Rocky Martin Napitupulu (28) menjadi perhatian publik setelah beredar luas di media sosial. Rocky ditemukan tewas usai diduga terjatuh dari...

Terungkap Kadar Emas 74 Kg yang Disita Polisi dari Rumah Eks Jampidsus, Valas Bagaimana?

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya mengungkap hasil pemeriksaan terhadap barang bukti yang disita dalam kasus dugaan korupsi, tindak pidana pencucian uang (TPPU), hingga suap perkara...

Fakta Baru di Balik Teror Bom SD di Jaksel, Ternyata Gegara soal Pembelian Seragam Sekolah

Aliansi.co,Jakarta-Terungkap fakta baru di balik kasus ancaman teror bom yang menyasar SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Polisi mengungkap aksi yang menggegerkan di...

Awal Terungkapnya Wali Murid sebagai Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah, Bermula dari Jejak Ini 

Aliansi.co,Jakarta- Kasus teror ancaman bom di SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan, akhirnya berhasil diungkap polisi. Polisi mengungkap identitas pelaku yang ternyata merupakan seorang...

Tiga Polisi Gugur Diserang Gembong Narkoba, Kapolri Beri Kenaikan Pangkat Anumerta

Aliansi.co, Jakarta- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) Anumerta kepada tiga personel Satresnarkoba Polres Katingan yang gugur saat menjalankan...