Sabtu, Oktober 3, 2026

Wali Kota Jaksel Ungkap Penyebab SDN Kebayoran Lama Roboh: Beberapa Kali Renovasi, Tetapi…

WIB

Aliansi.co,Jakarta – Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo mengungkap penyebab robohnya bangunan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 yang terjadi pada 2024.

Hal itu disampaikan Syafrin saat meninjau lokasi sekolah di Kebayoran Lama, Kamis (23/7/2026).

“Penyebabnya tentu karena sekolah ini dibangun sejak tahun 1974. Kemudian sempat ada beberapa kali renovasi, tetapi tidak mengubah struktur. Oleh sebab itu, karena termakan oleh usia, maka ini yang kemudian menjadi roboh,” kata Syafrin.

Ia mengatakan, bangunan sekolah tersebut bukan satu-satunya gedung pendidikan yang telah berusia tua di Jakarta.

Ia menyebut Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pendidikan terus melakukan pendataan dan renovasi secara bertahap terhadap sekolah-sekolah yang dibangun pada era 1970-an.

“Ini bukan sekolah satu-satunya di Jakarta yang usianya sudah terlama. Masih banyak sekolah lainnya dan secara bertahap rekan-rekan dari Dinas Pendidikan terus melakukan renovasi dan perbaikan terhadap sekolah-sekolah yang ada,” ujarnya.

Baca Juga :  Hadir di Markas Besar PBB, Pramono Bangga Jakarta Naik Kelas Menuju Kota Global

Syafrin memastikan pembangunan kembali SDN Kebayoran Lama Selatan 09 akan segera dipercepat sesuai arahan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

Menurutnya, pembangunan sempat memerlukan waktu karena pemerintah harus menyelesaikan tahapan perencanaan sebelum proyek dapat dilaksanakan.

“Setelah roboh tentu prosesnya perlu waktu yang panjang karena di dalamnya ada perencanaan. Dan perencanaan itu juga tidak dalam waktu yang singkat. Oleh sebab itu proses inilah yang harus dilalui dalam proses pembangunan untuk SD 09,” tuturnya.

Kini, kata Syafrin, dokumen perencanaan pembangunan telah selesai sehingga pelaksanaan proyek dapat segera dimulai.

“Sesuai dengan arahan Pak Gubernur bahwa untuk pelaksanaan pembangunan sekolah ini akan disegerakan. Kita harapkan dalam waktu tidak terlalu lama keseluruhannya sudah bisa dimulai karena perencanaannya sudah ada,” katanya.

Baca Juga :  Wali Kota Apresiasi Wartawan Jakarta Selatan Rutin Santuni Anak Yatim

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Selatan Santoso menjelaskan, keterlambatan pembangunan dipengaruhi mekanisme penganggaran yang mengharuskan pemerintah menyelesaikan tahap perencanaan terlebih dahulu.

“Memang proses mekanisme penganggaran timeline-nya dikarenakan harus ada perencanaan dulu. Setelah perencanaan kemudian direalisasi dengan dihitung anggaran dan lain-lain. Secara perencanaan sudah kita laksanakan, secara timeline-nya memungkinkan itu,” ujar Santoso.

Ia menambahkan, percepatan pembangunan kini mendapat dukungan penuh dari Gubernur DKI Jakarta dan DPRD DKI Jakarta agar layanan pendidikan kepada masyarakat dapat segera kembali optimal.

“Dengan adanya ini tentunya pimpinan, Pak Gubernur, dan didukung oleh DPRD memicu kecepatan. Sehingga mudah-mudahan pelayanan kita di dalam penyelenggaraan pendidikan terhadap masyarakat bisa lebih optimal,” katanya.

Baca Juga :  Menjemput Ramai di Sentra Teras LA, Upaya Wali Kota Jaksel Menghidupkan Harapan Pedagang Kecil

Selain membangun kembali gedung sekolah, Dinas Pendidikan juga menyiapkan konsep baru dengan menggabungkan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 dan SDN Kebayoran Lama Selatan 11 dalam satu manajemen.

Gedung baru akan dibangun secara vertikal di atas lahan SDN KLS 09 sehingga tersedia lebih banyak ruang terbuka dan area kegiatan luar ruangan bagi para siswa.

“Selain kami memindahkan kegiatan belajar mengajar, juga kami merencanakan penggabungan dua sekolah ini menjadi satu. Konsep bangunannya akan vertikal, dan kita punya ruang terbuka lebih luas, juga ruang area untuk kegiatan siswa-siswi secara outdoor itu juga lebih banyak lagi,” ujar Santoso.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...

Bareskrim Gerebek Gudang LPG Oplosan di Tangerang Selatan, 910 Tabung Disita

Aliansi.co, Tangerang Selatan – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi...

KPK Soroti Pengelolaan APBD Pemkab Karawang, Termasuk Pokir DPRD

Aliansi.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, termasuk pengelolaan pokok-pokok pikiran (pokir)...

Akhir Pelarian Tersangka Penipuan Rp37 Miliar, Ditangkap Usai Buron 3 Tahun

Aliansi.co,Jakarta- Pelarian tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai Rp37,4 miliar, Erick Soedjasa, akhirnya berakhir setelah hampir tiga tahun menjadi buronan. Erick ditangkap...