Aliansi.co,Jakarta- Penangkapan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (29/7/2026) dini hari menjadi sorotan publik.
Anom Widiyantoro diamankan bersama istrinya serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang dalam operasi yang digelar tim penyidik antirasuah.
Anom Widiyantoro baru menjabat sebagai Bupati Pemalang setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada 20 Februari 2025.
Ia memimpin Kabupaten Pemalang untuk masa jabatan 2025–2030.
Berdasarkan informasi yang tercantum dalam laman resmi Pemerintah Kabupaten Pemalang, Anom Widiyantoro lahir pada 20 Maret 1970.
Sebelum terjun ke dunia politik, ia dikenal sebagai profesional yang berkarier di lingkungan badan usaha milik negara (BUMN).
Pada Pilkada Pemalang 2024, Anom berpasangan dengan Nurkholes, seorang pensiunan aparatur sipil negara (ASN), sebagai calon wakil bupati.
Pasangan ini berhasil memenangkan kontestasi dengan memperoleh 278.043 suara atau 44,51 persen dari total suara sah, mengungguli pasangan calon lainnya.
Di bidang pendidikan, Anom mengawali pendidikannya di SD St. Yusuf Cimahi pada 1977–1983.
Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Cimahi dan lulus pada 1986, sebelum menamatkan pendidikan di SMA Negeri 4 Bandung pada 1989.
Selepas SMA, Anom melanjutkan studi di Universitas Diponegoro dan meraih gelar Sarjana Ekonomi pada 1996.
Keinginannya memperdalam ilmu manajemen membawanya melanjutkan pendidikan Magister Manajemen di Universitas Padjadjaran, yang diselesaikannya pada 2005.
Karier profesional Anom lebih banyak ditempa di lingkungan BUMN.
Sebelum dipercaya memimpin Kabupaten Pemalang, ia pernah menduduki jabatan strategis sebagai Direktur PT Wijaya Karya Realty, anak usaha BUMN yang bergerak di bidang properti dan pengembangan kawasan.
Pengalaman panjang di dunia korporasi menjadi salah satu modal yang diusung Anom saat maju dalam Pilkada Pemalang.
Ia membawa visi pembangunan berbasis tata kelola pemerintahan yang profesional serta peningkatan investasi di daerah.
Namun, perjalanan politiknya kini menghadapi ujian besar setelah KPK menangkapnya dalam OTT.
Selain Anom, tim penyidik juga mengamankan istrinya dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang.
Hingga kini, KPK masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap pihak-pihak yang diamankan.
Lembaga antirasuah tersebut belum mengumumkan secara resmi konstruksi perkara maupun dugaan tindak pidana korupsi yang menjadi dasar pelaksanaan operasi tangkap tangan tersebut.
