Aliansi.co,Jakarta- Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta Bayu Megantara mengungkap detik-detik Kepala Regu Kelompok Cepu Sektor Cipayung, Andriyono, meninggal dunia saat menjalankan tugas menangani kebakaran tumpukan sampah di Jalan Penggilingan Baru, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur.
Menurut Bayu, almarhum sempat mengeluhkan nyeri di bagian dada ketika bertugas melakukan penyambungan selang untuk mendukung operasi pemadaman.
“Saat melakukan penyambungan selang, almarhum tiba-tiba mengeluhkan nyeri di bagian dada. Rekan kerja kemudian segera meminta bantuan medis,” kata Bayu dalam keterangannya, dikutip Senin (3/8/2026).
Bayu menjelaskan, Dinas Gulkarmat menerima laporan kebakaran pada Sabtu (1/8) pagi dan langsung mengerahkan 10 unit mobil pemadam beserta 50 personel ke lokasi kejadian.
Dalam operasi tersebut, Andriyono bertugas mencari sumber air sebagai bagian dari dukungan operasi sehingga tidak berada di titik pemadaman api secara langsung.
Setelah mengeluhkan nyeri dada, Andriyono langsung mendapat penanganan awal di lokasi sebelum dievakuasi ke Rumah Sakit Harapan Bunda.
Namun, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada pukul 13.30 WIB.
Bayu mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima, almarhum memiliki riwayat penyakit jantung.
“Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum serta akan memastikan pemenuhan hak-hak almarhum sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Sementara itu, proses penanganan kebakaran di lokasi masih terus berlangsung.
Petugas Gulkarmat melakukan pendinginan untuk memastikan bara api yang masih tersisa di bawah tumpukan sampah benar-benar padam.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk melakukan pengangkutan sampah secara bertahap setelah lokasi dinyatakan aman dari potensi kebakaran kembali.
