Aliansi.co, Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan merehabilitasi SDN Kebayoran Lama Selatan 09, Jakarta Selatan, yang kondisinya roboh selama dua tahun.
Pembangunan gedung sekolah akan dimulai pada September 2026.
Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Selatan, Santoso, mengatakan relokasi siswa akan dilakukan sebelum proses perataan bangunan dimulai sebagai tahap awal pembangunan gedung baru.
“Ketika sudah mau proses perataan bangunan, siswa kami pastikan sudah dipindahkan,” kata Santoso kepada wartawan, Selasa (4/8/2026).
Ia menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan sekolah tujuan bagi para siswa.
Murid SDN Kebayoran Lama Selatan 09 akan menjalani kegiatan belajar mengajar di SDN Kebayoran Lama Selatan 03, sedangkan siswa SDN Kebayoran Lama Selatan 11 akan dipindahkan ke SDN Kebayoran Lama Utara 03.
“Kami rencanakan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 di SDN Kebayoran Lama Selatan 03 dan SDN Kebayoran Lama Selatan 11 di SDN Kebayoran Lama Utara 03,” ujarnya.
Menurut Santoso, pembangunan yang akan dimulai September nanti bukan hanya menggantikan bangunan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 yang roboh, tetapi juga akan menggabungkan dua sekolah menjadi satu kompleks pendidikan dengan konsep bangunan vertikal.
“Nantinya gedung sekolah yang baru direncanakan berbentuk vertikal untuk menggantikan bangunan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 dan SDN Kebayoran Lama Selatan 11. Dua sekolah akan menjadi satu,” jelasnya.
Ia mengatakan, konsep sekolah vertikal menjadi pilihan agar lahan yang terbatas dapat dimanfaatkan lebih optimal sekaligus menyediakan ruang terbuka yang lebih luas untuk aktivitas siswa.
Meski jadwal pembangunan telah ditetapkan, Santoso belum dapat memastikan target penyelesaian proyek tersebut.
Menurutnya, informasi mengenai durasi pembangunan menjadi kewenangan tim teknis yang menangani pekerjaan.
“Kalau terkait proses pembangunannya nanti tim teknis yang ditunjuk yang bisa menjelaskan,” ucapnya.
Seperti diketahui, bangunan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 ambruk pada November 2024.
Lima ruangan terdampak dalam peristiwa itu, yakni empat ruang kelas yang digunakan siswa kelas 1A, 2A, 3A, dan 4A, serta ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS).
Meski kerusakan hanya terjadi pada sebagian bangunan, kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut tidak dapat dilaksanakan karena kondisi gedung dinilai tidak aman.
Ruang-ruang kelas dipenuhi puing-puing atap yang roboh, sementara sejumlah fasilitas mengalami kerusakan akibat lapuk dan dimakan rayap.
Selama hampir dua tahun terakhir, siswa SDN Kebayoran Lama Selatan 09 menjalani kegiatan belajar dengan menumpang di SDN Kebayoran Lama Selatan 11 yang berada tepat di samping sekolah mereka.
