Jumat, Agustus 7, 2026

Nakes DKI Diduga Ikut Cibir Pasien BPJS hingga Meninggal, Pramono: Memang Saya Melihat Itu

WIB

Aliansi.co,Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung merespons viralnya dugaan tenaga kesehatan (nakes) di Jakarta yang melontarkan komentar bernada sinis kepada seorang pasien BPJS Kesehatan di media sosial.

Pasien tersebut diketahui meninggal dunia beberapa hari setelah mengeluhkan sulit mendapatkan ruang perawatan.

Pramono mengaku telah mengetahui kasus pasien BPJS yang viral di media sosial.

Ia pun meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta segera menelusuri dugaan keterlibatan tenaga kesehatan dan memberikan peringatan apabila terbukti melakukan tindakan yang tidak berempati kepada pasien.

“Memang saya melihat itu,” kata Pramono saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Baca Juga :  Ratusan ASN Pemkot Jaksel Serukan Ikrar Netralitas Pemilu 2024

Menurut dia, siapa pun tenaga kesehatan yang terbukti mencibir pasien pengguna BPJS Kesehatan harus diingatkan karena layanan BPJS merupakan hak masyarakat yang dijamin oleh negara.

“Saya akan minta kepada Dinas Kesehatan untuk memberikan peringatan bagi siapa pun yang melakukan tindakan cibiran terhadap siapa pun yang menggunakan BPJS Kesehatan. Karena BPJS Kesehatan ini dilindungi oleh undang-undang,” ujarnya.

Pramono menegaskan, sektor kesehatan bersama pendidikan menjadi dua bidang yang mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Baca Juga :  Munjirin Tinjau Pembangunan Dua Waduk di Jakarta Timur, Begini Progresnya

Karena itu, ia tidak ingin ada perilaku tenaga kesehatan yang mencederai kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik.

“Bagi Jakarta, salah satu yang betul-betul saya jaga adalah pendidikan dan kesehatan,” katanya.

Ia memastikan telah meminta Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta beserta jajarannya untuk mempelajari kasus tersebut dan mengambil langkah yang diperlukan.

“Maka untuk itu saya akan segera minta kepada Ibu Kepala Dinas Kesehatan dan juga Bu Premi untuk mempelajari ini, mengambil tindakan, dan mengingatkan siapa pun yang melakukan tindakan ini,” tutur Pramono.

Kasus ini bermula dari unggahan Yurizal Tri Chaerawan di platform Threads pada 22 Juli 2026.

Baca Juga :  Sidang Pleno Musrenbang Kecamatan Cilandak Akomodir 167 Usulan, Hasil Reses DPRD jadi Perhatian

Dalam unggahannya, Yurizal mengaku harus menunggu sekitar delapan jam untuk mendapatkan ruang rawat inap saat menggunakan layanan BPJS Kesehatan.

Keluhan tersebut kemudian viral di media sosial.

Namun, alih-alih mendapat simpati, Yurizal justru menerima sejumlah komentar bernada sinis.

Beberapa komentar berasal dari akun yang diduga milik tenaga kesehatan dan dinilai warganet tidak mencerminkan empati terhadap pasien.

Peristiwa itu semakin menyita perhatian publik setelah Yurizal meninggal dunia pada 31 Juli 2026.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

“Dia Pegang-pegang Saya”, Awal Mula Cekcok yang Berujung Mutilasi di Depok

Aliansi.co,Jakarta- Pengakuan Saepullah (26) mengungkap awal mula pembunuhan disertai mutilasi terhadap Kunaefi (51) di sebuah kontrakan di Jalan Belimbing, Cipayung, Kota Depok. Kepada penyidik, Saepullah...

Bau Menyengat Ungkap Misteri Mayat Dalam Karung di Depok, Awalnya Disangka Sampah

Aliansi.co, Depok – Misteri karung putih yang tergeletak selama beberapa hari di sebuah tanah lapang di Jalan Raya Kav, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok,...

Polisi Buru Maling Tas Pedagang Martabak Mini saat Tidur, Ini Tampang Pelaku

Aliansi.co, Jakarta – Polisi tengah memburu pelaku pencurian tas milik seorang pedagang martabak mini yang terjadi saat korban tertidur di samping gerobaknya di Jalan...

Geger Polisi Narkoba Polres Tangsel Ditangkap, Polri Janji Proses Hukum Tanpa Tebang Pilih

Aliansi.co, Jakarta – Penangkapan Kepala Satuan (Kasat) Narkoba Polres Tangerang Selatan (Tangsel) AKP Pardiman bersama enam anggotanya menggegerkan publik. Menyikapi kasus tersebut, Polri menegaskan tidak...

Bukan karena Nasi Uduk, Polisi Ungkap Pemicu di Balik Bentrokan Maut di Menteng

Aliansi.co,Jakarta- Polisi mengungkap fakta di balik bentrokan maut yang terjadi di kawasan Matraman hingga Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (26/7/2026). Peristiwa yang menewaskan seorang...