Aliansi.co,Jakarta- Iming-iming mendapatkan pekerjaan di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, justru berujung permintaan uang hingga jutaan rupiah.
Seorang pelamar mengaku diminta membayar Rp1,3 juta dengan alasan biaya seragam.
Dugaan praktik lowongan kerja (loker) fiktif tersebut mencuat setelah Badan Perwakilan Netizen (BPN) menerima sejumlah laporan dari warga yang mengaku menjadi korban.
Informasi itu kemudian viral di media sosial.
BPN menyebut sejumlah pelamar kerja dari luar daerah datang ke lokasi setelah mendapatkan informasi lowongan pekerjaan melalui media sosial.
Namun, bukannya langsung menjalani proses perekrutan, mereka disebut diminta menyetorkan sejumlah uang.
“Banyak pelamar kerja dari luar daerah datang ke lokasi dengan harapan bisa mendapatkan pekerjaan, tetapi mereka justru dipaksa menyetorkan sejumlah uang hingga jutaan rupiah dengan dalih biaya administrasi, pendaftaran, uang seragam serta pelatihan,” tulis BPN dalam keterangannya, dikutip Jumat (4/9/2026).
Salah satu pelamar bahkan mengaku datang dari Sukabumi ke Jakarta dengan membawa uang Rp500.000.
Namun, setelah tiba di lokasi, dia justru diminta membayar Rp1,3 juta untuk keperluan seragam.
“Aku jauh-jauh dari Sukabumi ke Jakarta cuma bawa Rp500.000 sampai sana dimintai uang Rp1,3 juta untuk uang seragam,” tulis seorang warganet yang melaporkan kejadian tersebut kepada BPN.
Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti BPN dengan mendatangi kantor yang berada di Jalan Raya Pasar Minggu, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Di kantor tersebut, BPN mempertanyakan mekanisme pendaftaran dan pungutan yang dibebankan kepada para pelamar kerja.
“Dafrat kerja ya diminta berapa? Polisi ini dekat kantor kalian, dekat kantor Polsek, di sana tempat penipuan,” tulis BPN dalam unggahannya.
Video viral dugaan penipuan loker tersebut ditindaklanjuti oleh polisi.
Kapolsek Pasar Minggu Kompol Theodorus mengatakan pihaknya telah mendatangi lokasi yang diduga menjadi tempat perekrutan.
Polisi juga membawa empat orang yang hendak memenuhi panggilan wawancara kerja ke Mapolsek Pasar Minggu untuk dimintai keterangan.
“Kami sudah mengumpulkan bukti-bukti di sana dan juga kemarin kami sudah membawa empat orang calon korban,” kata Theo saat ditemui wartawan di Mapolsek Pasar Minggu, Kamis (3/9/2026).
Menurut Theo, para calon pekerja mengetahui informasi lowongan tersebut melalui media sosial, di antaranya Instagram dan Facebook.
Mereka kemudian datang ke lokasi untuk mengikuti proses wawancara atau perekrutan.
Namun, berdasarkan keterangan awal, para calon pekerja mengaku telah menyerahkan uang kepada pihak perekrut dengan nilai mencapai jutaan rupiah.
Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan apakah lowongan pekerjaan yang ditawarkan benar-benar ada dan apakah para pelamar nantinya akan disalurkan ke pekerjaan sebagaimana yang dijanjikan.
“Kalau untuk yang saat ini masih dalam proses penyelidikan, apakah dia benar-benar akan mendapatkan suatu pekerjaan ataupun tidak,” ujarnya. (Rob)
