Sabtu, Oktober 31, 2026

Prabowo: Bangsa yang Malas Belajar Sejarah Akan Dihukum oleh Sejarah

WIB

Aliansi.co, Cimahi – Presiden Prabowo Subianto mengingatkan generasi muda agar tidak melupakan sejarah perjalanan bangsa.

Menurutnya, sejarah merupakan sumber pembelajaran penting agar kesalahan masa lalu tidak kembali terulang dan persatuan Indonesia tetap terjaga.

Pesan tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi di Kota Cimahi, Jawa Barat, Jumat (30/10/2026).

Dalam sambutannya, Prabowo menegaskan bahwa kemajuan teknologi tidak boleh membuat generasi muda mengabaikan pentingnya mempelajari sejarah.

Sebab, pengalaman masa lalu memberikan banyak pelajaran mengenai perjalanan suatu bangsa, termasuk bagaimana perpecahan dapat menjadi penyebab lemahnya kekuatan nasional.

“Mereka yang malas belajar sejarah akan dihukum oleh sejarah. Ini pelajaran ribuan tahun,” ujar Prabowo.

Baca Juga :  Kombes Hengki Haryadi Pecah Bintang, Promosi jadi Penyidik Utama Bareskrim Polri

Ia mencontohkan pengalaman Indonesia selama masa penjajahan.

Menurutnya, salah satu pelajaran penting dari sejarah tersebut adalah bagaimana politik pecah belah atau divide et impera yang diterapkan penjajah mampu melemahkan persatuan di antara sesama anak bangsa.

Karena itu, Prabowo meminta generasi muda memahami berbagai kesalahan yang pernah dilakukan para pendahulu agar tidak kembali terjebak dalam persoalan serupa.

“Jangan kita ulangi kesalahan-kesalahan pendahulu-pendahulu kita. Pendahulu kita banyak kecemerlangan, tapi kita belajar dari kekurangannya,” pesannya.

Selain pentingnya belajar sejarah, Presiden juga menekankan bahwa persatuan merupakan modal utama Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan.

Ia mengingatkan para siswa SMA Taruna Nusantara untuk menjunjung tinggi nilai-nilai Sumpah Pemuda, yakni satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa.

Baca Juga :  Awas, Penipuan Modus COD Kemenag untuk Pesantren, Jangan Terima dan Jangan Bayar 

Menurut Prabowo, ikrar yang dicetuskan para pemuda pada 1928 merupakan pencapaian luar biasa.

Di usia yang masih muda, mereka mampu melahirkan semangat persatuan yang menjadi salah satu fondasi penting bagi berdirinya Indonesia.

“Pemuda-pemudi tersebut usianya sangat muda, melahirkan suatu sumpah yang demikian cemerlang, luar biasa kita harus akui,” katanya.

Prabowo menegaskan, semangat persatuan tersebut harus diwujudkan melalui sikap saling menghormati di tengah keberagaman suku, agama, ras, budaya, dan adat istiadat.

“Hanya dengan persatuan, hanya dengan Bhinneka Tunggal Ika, hanya dengan mengakui dan menghormati semua suku dan semua agama dan semua ras, dan semua budaya, dan semua adat, kita bisa bernegara dengan baik,” tegasnya.

Baca Juga :  Jokowi Buka Suara Soal Konflik Kadin: Jangan Menyorong Bola Panasnya ke Presiden

Lebih lanjut, Kepala Negara mengingatkan adanya berbagai paham yang berpotensi mengancam persatuan apabila lebih mengutamakan kepentingan kelompok daripada kepentingan bangsa dan negara.

Meski demikian, Prabowo optimistis Indonesia memiliki kekuatan besar untuk menghadapi berbagai tantangan.

Ia mengajak generasi muda tetap waspada dan menjadikan persatuan sebagai landasan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Jadi percayalah kekuatan NKRI besar. Kita waspada sekarang dan kita akan atasi semua masalah itu dengan baik,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Operasi Patuh 2026 Dimulai, Sasaran Razia Kendaraan yang Lawan Arus

Aliansi.co, Jakarta – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menjadikan pelanggaran melawan arus sebagai salah satu sasaran utama dalam Operasi Patuh 2026 yang digelar serentak...

Noverizky Tri Putra Pimpin LBH Ilumni FH Unpar

Aliansi.co, Jakarta- Noverizky Tri Putra dipercaya menjabat Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ilumni Fakultas Hukum Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), menggantikan Yopi Gunawan. Dalam kepemimpinan...

Kapolri Ungkap Keterlibatan Pihak Asing di Balik Karhutla 

Aliansi.co, Jakarta – Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mengungkap adanya dugaan keterlibatan pihak asing dalam sejumlah kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Dari...

Marak Penipuan Online, Ini Arahan Kapolri Jenderal Suyudi

Aliansi.co, Jakarta – Maraknya berbagai modus penipuan online mendorong Polri mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan berperan aktif menjaga keamanan di ruang digital. Kapolri Jenderal Polisi...

BGN Buka Suara soal Penemuan Mayat di Dapur MBG

Aliansi.co,Jakarta- Badan Gizi Nasional (BGN) buka suara soal penemuan mayat yang dikaitkan dengan dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG). Hal itu disampaikan BGN menyusul beredarnya informasi...