Sabtu, Oktober 3, 2026

Usai Dihujat Warganet dan Diamuk Arie Kriting, TikToker Richard Theodore Minta Maaf kepada Orang NTT

WIB

Alias.co, Jakarta- Usai diamuk komedian Arie Kriting dan dihujat warganet, TikToker Richard Theodore akhirnya minta maaf kepada orang NTT.

CEO Sambal Bakar Indonesia itu juga meminta maaf kepada bapak penjaga warung bernama Pak Asman, yang disebutnya tidak jujur dalam video konten tes kejujuran di TikTtok.

“Gue Richard, gue minta maaf atas kegaduhan video yang baru-baru ini timbul di TikTok, Instagram, dan Twitter. Gue minta maaf atas persepsi gue yang menyudutkan orang-orang NTT,” kata Richard Theodore di akun TikTok pribadinya @callmerichs dikutip, Kamis (15/6/2023).

Baca Juga :  One Way Nasional Disetop Hari Ini, Korlantas Kembalikan Tol Cikampek-Kalikangkung Dua Arah

“Gue minta maaf atas persepsi gue yang menyudutkan Pak Asman dalam video gue, yang berkata bahwa orang NTT engga jujur, pak Asman nggak jujur dan sebagainya. Itu murni sebuah kesalahan gue,” sambungnya.

Dia juga menyampaikan permintaan maaf atas perilakunya yang tidak sopan yang tidak layak untuk dikonsumsi publik.

Dia juga sudah meminta maaf dengan menelepon bapak penjaga warung.

“Gue juga minta maaf atas perilaku gue yang ngga sopan. Gue minta maaf atas semua ucapan, bercandaan gue, yang tidak layak untuk menjadi konsumsi publik. Gue pure sebagai manusia mengakui kesalahan gue. Gue juga udah telepon pak Asman,” beber CEO Sambal Bakar Indonesia itu.

Baca Juga :  Polisi Tangguhkan Penahanan Bahar Smith, Minta Maaf ke GP Ansor Lewat Video

Selain meminta maaf kepada pak Asman, ia juga meminta maaf kepada keluarga, termasuk anak pak Asman.

Ia berjanji akan mengunggah percakapan Richard dengan pak Asman di kanal YouTubenya.

“Gue minta video call langsung, gue minta maaf ke pak Asman dan ke anaknya dan juga keluarganya. Gue juga bakal upload video full percakapan gue sama pak Asman di YouTube. Karena gue nggak mau buat ber part-part-part di TikTok,” jelasnya.

Baca Juga :  Buntut Biaya Renovasi Toilet Rp 4,8 Miliar, Komisi III Minta DPD RI Rasional Susun Anggaran

“Gue mau close ini masalah. Gue nggak nyari view, gue nggak mau engagement, gue nggak mau orang-orang memanfaatkan momentum ini. Karena jujur dalam hati gue yang terdalam gue sangat menyesal, merasa bodoh, gue merasa malu,” sambungnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...

Bareskrim Gerebek Gudang LPG Oplosan di Tangerang Selatan, 910 Tabung Disita

Aliansi.co, Tangerang Selatan – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi...

KPK Soroti Pengelolaan APBD Pemkab Karawang, Termasuk Pokir DPRD

Aliansi.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, termasuk pengelolaan pokok-pokok pikiran (pokir)...

Akhir Pelarian Tersangka Penipuan Rp37 Miliar, Ditangkap Usai Buron 3 Tahun

Aliansi.co,Jakarta- Pelarian tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai Rp37,4 miliar, Erick Soedjasa, akhirnya berakhir setelah hampir tiga tahun menjadi buronan. Erick ditangkap...