Selasa, Agustus 18, 2026

Dikatai Buzzer oleh Cak Imin, Menag: Yang Tersinggung Mungkin Anda Lelah, Piknik Kurang

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas merespon pernyataan Ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar (Cak Imin) yang mengatai dirinya sebagai buzzer.

Respon tersebut disampaikan Menag Yaqut saat memberikan sambutan dalam acara peluncuran logo Hari Santri di Kementeria Agama, Jumat (6/10/2023).

Diketahui, Menag sebelumnya meminta masyarakat untuk tidak memilih pemimpin yang melakukan politisasi agama, merujuk pada Pilgub DKI 2017.

Yaqut Cholil mengatakan bahwa tidak masalah jika dirinya disebut sebagai buzzer.

Baca Juga :  Arie Kriting Ngamuk, TikToker Richard Theodore Lecehkan Orang NTT

Ia membandingkan manusia dengan buku kosong, yang bisa saja diberi berbagai penilaian atau apresiasi dari orang lain.

“Enggak apa-apa. Boleh bilang saya buzzer, ya terserah mau menyebut apa. Orang itu berhak memberikan apresiasi atau menilai diri kita. Kita ini buku kosong yang bisa dicoret-coret, terserah saja orang mau mengatakan apa,” kata Menag Yaqut dilansir dari kanal YouTube Kemenag RI, Sabtu (7/10/2023).

Ia mengatakan pernyataan soal penggunaan agama untuk kepentingan politik yang pernah disampaikannya, tidak ditujukan kepada seseorang atau kelompok tertentu.

Baca Juga :  Terungkap Alasan Prabowo Kosongkan Jabatan Menko Polkam dan Menpora

Yaqut justru menyentil balik pihak-pihak yang tersinggung dengan pernyataannya.

“Saya tidak menyebut seseorang atau satu kelompok tertentu, ini berlaku umum, secara umum ini berlaku keseluruhan. Jadi kalau kemudian ada yang tersinggung, ada yang merasa kesentil, gitu ya mohon maaf, mohon maaf mungkin Anda lelah, atau piknik kurang, ya ndak tahu,” katanya.

Sebelumnya, Yaqut menyinggung pemimpin bermulut manis saat acara doa bersama Wahana Nagara Rahaja di Hotel Alila, Solo, Jumat (29/9/2023).

Baca Juga :  Pemerintah Kucurkan Rp268 Miliar untuk Penanganan Bencana, Mendagri Tito: Semua Sudah Diterima Daerah

Dia meminta masyarakat memilih pemimpin dengan melihat rekam jejaknya.

Yaqut juga menyinggung soal penggunaan agama dalam Pilkada DKI Jakarta 2017.

Dia pun menyentil pemilihan pemimpin yang hanya berdasarkan wajah tampan dan bermulut manis.

Pernyataan itu ditanggapi Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.

Cak Imin pun menyindir balik pernyataan Yaqut.

“Itu omongan buzzer,” ucap Cak Imin sambil tertawa, Minggu (1/10/2023).

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Bareskrim Bongkar Sindikat Tambang Emas Ilegal Kelompok Dubai, Berawal dari Arahan Presiden ke Kapolri

Aliansi.co,Jakarta- Bareskrim Polri membongkar dugaan sindikat penambangan emas ilegal yang hasilnya diolah di Jakarta sebelum diduga diselundupkan ke luar negeri. Salah satu jaringan yang terungkap...

Subuh Sebelum Kampung Bahari Digerebek BNN, Warga Ungkap Fenomena Ojol Ganteng

Aliansi.co,Jakarta- Ada fenomena tak biasa yang dirasakan warga Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, sebelum kawasan tersebut digerebek aparat pada Kamis (13/8/2026) pagi. Sejak waktu...

Drama Penangkapan Bos Gendut dan Kaki Tangan Gembong Narkoba Kampung Bahari

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap operasi pemberantasan narkoba di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Sejak subuh, tim gabungan BNN...

BNN Gerebek Kampung Bahari, Mercon dan Petasan Warnai Penangkapan Gembong Narkoba Bos Gendut

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Operasi tersebut sempat diwarnai perlawanan dari dalam permukiman...

Heboh Temuan Ratusan Senjata Api di Sekolah, Ternyata Senapan Angin

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya meluruskan informasi terkait temuan 996 benda menyerupai senjata api di salah satu yayasan sekolah di Jakarta Selatan. Dari hasil pendalaman, hampir...