Sabtu, Oktober 3, 2026

Menengok Kemeriahan Pameran Karya Seni Anak Berkebutuhan Khusus di Tebet Eco Park

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Taman Tebet Eco Park, Jakarta Selatan tampak meriah pada Sabtu (16/12/2023) pagi.

Sejumlah lukisan akrilik tampak berjejer di pintu masuk bagian utara taman seluas 7,3 hektar itu.

Lukisan yang menggunakan cat air itu merupakan karya seni dari anak-anak berkebutuhan khusus yang dipamerkan kepada masyarakat dalam rangka Hari Disablitas Internasional 2023.

Ketua Yayasan Griya Filoksenia Kreatif, Romima S Himawan mengungkapkan pameran karya seni bertajuk ‘Sinfoni Dalam Keterbatasan’ itu sengaja digelar untuk memperingati Hari Disabilitas Internasional yang jatuh setiap 3 Desember.

Baca Juga :  Tunggakan PKB di Jaksel Tembus Rp120 Miliar, Camat dan Lurah Turun Tangan

Berkolaborasi bersama Wartawan Jakarta Selatan (WJS) dengan dibantu Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) dan Jurnalis Indonesia Peduli (JIP), pihaknya menyulap Plaza Tebet Eco Park menjadi sebuah galeri.

Romina mengatakan ada sebanyak 100 karya seni yang dipamerkan, antara lain terdiri dari 73 lukisan akrilik dan 23 desain grafis yang dipamerkan.

Baca Juga :  Peringati Hari Ibu, Wali Kota Jaksel Kenang Sosok Perempuan Ini, Berikut Nama-namanya

Seluruhnya merupakan buah tangan dari anak-anak berkebutuhan khusus binaan dari Filoksenia, Sekolah Cita Buana dan Bina Nusantara (Binus) Center.

“Sinfoni adalah kata yang berasal dari bahasa Italia, yaitu ‘sinfonia’, yang memiliki arti simfoni dalam bahasa Indonesia. ‘Sinfoni Dalam Keterbatasan’ secara metaforis menggambarkan kekuatan dan keindahan yang ada dalam keterbatasan anak-anak berkebutuhan khusus,” ungkap Romima.

Baca Juga :  Unjuk Rasa Berakhir, Pemkot Jaksel Gerak Cepat Bersihkan Fasiltas Umum

“Sinfoni melambangkan kolaborasi yang harmonis antara berbagai keunikan dan potensi anak-anak untuk menciptakan sesuatu yang istimewa dan luar biasa,” sambungnya.

Bersamaan dengan pameran, pihaknya menggelar workshop yang dihadiri sejumlah pembicara, antara lain Head Of Special Education Sekolah Cita Buana, Nouf Zahra Anastasia dan Adrian Soebiantoro selaku Design Director Yayasan Griya Filoksenia Kreatif.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...

Bareskrim Gerebek Gudang LPG Oplosan di Tangerang Selatan, 910 Tabung Disita

Aliansi.co, Tangerang Selatan – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi...

KPK Soroti Pengelolaan APBD Pemkab Karawang, Termasuk Pokir DPRD

Aliansi.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, termasuk pengelolaan pokok-pokok pikiran (pokir)...

Akhir Pelarian Tersangka Penipuan Rp37 Miliar, Ditangkap Usai Buron 3 Tahun

Aliansi.co,Jakarta- Pelarian tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai Rp37,4 miliar, Erick Soedjasa, akhirnya berakhir setelah hampir tiga tahun menjadi buronan. Erick ditangkap...