Sabtu, November 7, 2026

“Ada Pertumpahan Darah, Saya Tidak Takut Mati”, Dugaan Ancaman Jemaat GKPI Rajeg Resmi Dilaporkan ke Polisi

WIB

Aliansi.co, Tangerang – Dugaan tindak pidana pengancaman terkait pembubaran kegiatan peribadatan jemaaat di Rumah Doa GKPI, Kampung Periuk, Desa Mekarsari, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, resmi dilaporkan ke Polresta Tangerang.

Laporan tersebut disampaikan advokat Tulus Pardosi bersama dua rekannya, advokat Edi Sianipar dan Rehan Pangestu, pada Senin (21/9/2026) malam.

Tulus mengatakan laporan polisi telah diterima petugas SPKT Polresta Tangerang sekitar pukul 23.30 WIB.

“Hari ini saya advokat Tulus Pardosi bersama rekan saya advokat Edi Sianipar dan advokat Rehan Pangestu. Hari ini kami telah diterima dengan baik di SPKT Polresta Tangerang, di mana pada tanggal 21 September pukul 23.30 WIB, laporan polisi kami telah diterima,” kata Tulus dalam video unggahannya di media sosial, dikutip Selasa (22/9/2026).

Menurut Tulus, laporan yang disampaikan pihaknya berkaitan dengan dugaan tindak pidana sebagaimana Pasal 303 ayat (2) dan ayat (3).

Baca Juga :  Geger Jeruk Bali Bergambar Wali Songo di Jepara, Sudah Ditawar Rp 1 Miliar

Pasal tersebut berkaitan dengan ancaman kekerasan atau kekerasan yang digunakan untuk membubarkan kegiatan peribadatan.

“Ini berkaitan dengan dugaan tindak pidana ancaman kekerasan atau kekerasan yang digunakan untuk membubarkan kegiatan peribadatan,” ujarnya.

Tulus berharap laporan polisi tersebut ditangani secara serius dan proses penanganannya dapat dipercepat.

Ia menilai persoalan intoleransi tidak hanya menyangkut satu kelompok agama, tetapi dapat berdampak lebih luas terhadap kebebasan masyarakat dalam menjalankan ibadah.

“Ini yang kemudian kita harap bisa ditangani dengan serius dan ada percepatan dalam penanganan perkaranya. Karena melawan intoleransi adalah menjadi kewajiban kita bersama,” kata Tulus.

Perdamaian Tak Menghapus Tanggung Jawab Pidana

Tulus juga menyinggung proses perdamaian yang telah berlangsung di tengah masyarakat.

Menurut dia, perdamaian merupakan hal yang baik, tetapi tidak serta-merta menghapus pertanggungjawaban pidana apabila dalam peristiwa tersebut terdapat dugaan tindak pidana.

Baca Juga :  Curangi Takaran BBM Pakai Remot, Pengawas SPBU di Sentul Bogor Ditetapkan Tersangka

“Bahwa proses perdamaian di tengah masyarakat telah terjadi, itu bagus. Tapi tanggung jawab pidananya tidak boleh gugur,” ujarnya.

Karena itu, ia meminta Polresta Tangerang menangani laporan tersebut secara profesional, akuntabel, dan berkeadilan.

“Maka ini yang kemudian kami harapkan Polresta Tangerang menangani perkara ini secara profesional, akuntabel dan berkeadilan,” kata Tulus.

Ia juga mengajak masyarakat tidak melihat persoalan yang terjadi hanya sebagai masalah yang dialami jemaat GKPI.

Menurutnya, apabila tindakan intoleransi dibiarkan, kejadian serupa dapat menimpa kelompok agama lainnya.

“Maka melalui video kali ini kami ingin mengirim pesan kepada seluruh masyarakat di Indonesia. Kalau hari ini ini terjadi kepada jemaat GKPI, kalau ini terus kita biarkan, ini bisa terjadi kepada saudara kita yang beragama Muslim,” katanya.

Baca Juga :  Habis Beli Alphard, Anggota DPRD Muara Enim dan Putranya Terjaring OTT

“Ini bisa terjadi kepada saudara kita yang beribadah di vihara ataupun di tempat peribadatan-peribadatan lainnya. Maka ini hanya soal waktu saja. Kalau kita tidak melawan dengan serius, maka tindakan-tindakan intoleransi akan terus terjadi,” sambungnya.

Sebelumnya, peristiwa kegiatan peribadatan jemaat di Rumah Doa GKPI di Kampung Periuk, Desa Mekarsari, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, menjadi perhatian setelah videonya beredar di media sosial pada Minggu (20/9/2026).

Dalam video yang beredar, terlihat seorang pria datang ke lokasi sambil membawa senjata tajam (sajam).

Ia kemudian melontarkan pernyataan bernada ancaman kepada jemaat yang sedang menjalankan kegiatan peribadatan.

“Aktivitas sama siapa koordinas? Daripada pertumpahan darah hari ini. Saya tidak takut mati. Saya bilang tutup, tutup,” kata pria tersebut dalam video yang beredar.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Iming-iming Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Direkrut Jadi Tentara Bayaran di Rusia

Aliansi.co, Jakarta – Iming-iming bonus penandatanganan kontrak mencapai Rp620 juta dan gaji bulanan sekitar Rp50 juta menjadi modus sindikat tindak pidana perdagangan orang (TPPO)...

Naik KRL dari Tanjung Priok, Ratusan Polisi Gerebek Kampung Bahari

Aliansi.co, Jakarta – Ratusan personel gabungan dari Polda Metro Jaya dan Mabes Polri menggerebek kawasan Kampung Bahari, Jakarta Utara, Minggu (1/11/2026) pagi. Dalam operasi tersebut,...

Operasi Patuh 2026 Dimulai, Sasaran Razia Kendaraan yang Lawan Arus

Aliansi.co, Jakarta – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menjadikan pelanggaran melawan arus sebagai salah satu sasaran utama dalam Operasi Patuh 2026 yang digelar serentak...

Noverizky Tri Putra Pimpin LBH Ilumni FH Unpar

Aliansi.co, Jakarta- Noverizky Tri Putra dipercaya menjabat Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ilumni Fakultas Hukum Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), menggantikan Yopi Gunawan. Dalam kepemimpinan...

Kapolri Ungkap Keterlibatan Pihak Asing di Balik Karhutla 

Aliansi.co, Jakarta – Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mengungkap adanya dugaan keterlibatan pihak asing dalam sejumlah kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Dari...