Selasa, Mei 19, 2026

Habis Beli Alphard, Anggota DPRD Muara Enim dan Putranya Terjaring OTT

WIB

Aliansi.co, Sumsel- Seorang anggota DPRD Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, berinisial KT, ditangkap penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan dalam operasi tangkap tangan (OTT), Rabu (18/2/2026).

KT diamankan bersama putranya, RA, terkait dugaan penerimaan uang suap proyek senilai Rp 7 miliar dari seorang pengusaha.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sumsel, Vanny Yulia Eka Sari, mengatakan uang tersebut diduga merupakan bagian dari proyek Pengembangan Jaringan Irigasi Ataran Air Lemutu di Kecamatan Tanjung Agung yang dikelola Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Muara Enim.

Baca Juga :  Giliran Istri Bupati Empat Lawang Digoyang, Viral Liburan ke Eropa Bergaya Sosialita

“Penangkapan terhadap KT dan anaknya RA terkait dengan adanya penerimaan sejumlah uang sekitar Rp 1,6 miliar yang diperoleh dari seorang pengusaha terkait pencairan uang muka untuk kegiatan Pengembangan Jaringan Irigasi Ataran Air Lemutu Kecamatan Tanjung Agung,” ujar Vanny dalam keterangannya, dikutip Kamis (19/2/2026).

Menurut Vanny, uang Rp 1,6 miliar tersebut merupakan uang muka dari nilai total proyek yang mencapai Rp 7 miliar.

“Uang Rp 1,6 miliar itu merupakan uang muka dari nilai proyek sebesar Rp 7 miliar,” kata Vanny.

Baca Juga :  Aparat Gabungan TNI-Polri Dihujani Tembakan saat Jaga Salat Tarawih di Puncak Jaya, Dua Orang Gugur

Selain menangkap KT dan RA, penyidik juga melakukan penggeledahan di tiga lokasi berbeda.

Penggeledahan dilakukan di rumah KT yang berada di Perumahan Hunian Sederhana Greencity Blok Q5 dan Q6, Desa Muara Lawai, serta di rumah seorang saksi berinisial MH di Jalan Pramuka 4, Kelurahan Pasar II, Muara Enim.

Dari hasil penggeledahan, penyidik menyita sejumlah barang bukti, termasuk satu unit mobil mewah yang diduga dibeli menggunakan uang hasil suap.

Baca Juga :  Pesta Pernikahan Putra Dedi Mulyadi Berujung Petaka, Tiga Orang Dilaporkan Tewas

“Penyidik menyita satu unit mobil Toyota Alphard warna putih bernomor polisi B-2451-KYR, sejumlah dokumen, handphone, serta surat-surat yang dianggap berkaitan dengan perkara,” ungkap Vanny.

Mobil Toyota Alphard tersebut diduga baru saja dibeli menggunakan sebagian dana Rp 1,6 miliar yang diterima KT dan RA.

Penyidik masih mendalami aliran dana serta peran masing-masing pihak dalam perkara tersebut.

“Penyidik Kejati Sumsel juga tengah mengumpulkan alat bukti tambahan untuk menentukan langkah hukum selanjutnya,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Polisi Gulung Jaringan Narkoba Malaysia, 32 Kg Sabu Disita di Jakarta dan Bekasi

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya melalui Direktorat Reserse Narkoba berhasil menggulung sindikat peredaran narkotika jaringan internasional asal Malaysia. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti sabu...

Terungkap Penggerebekan Sindikat Judol Internasional di Jakbar, Berawal dari Laporan Warga

Aliansi.co,Jakarta- Pengungkapan sindikat perjudian online (judol) lintas negara di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai aktivitas sejumlah warga negara...

Jaga Profesionalitas, Personel Polri Dilarang Live Streaming saat Bertugas

Aliansi.co, Jakarta- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan larangan bagi seluruh personelnya untuk melakukan siaran langsung (live streaming) di media sosial saat sedang menjalankan...

Bareskrim Bongkar Peredaran Narkotika Jaringan Riau, Berawal dari Penangkapan Asiong

Aliansi.co,Jakarta- Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri berhasil membongkar peredaran narkotika jaringan Riau. Jaringan ini terungkap berawal dari penangkapan seorang tersangka bernama Hendi alias...

Dendam Kesumat Berujung Maut, Nus Kei Tewas Ditikam di Bandara

Aliansi.co,Maluku- Polisi mengungkap motif di balik penusukan yang menewaskan Agrapinus Rumatora (59) alias Nus Kei di Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku. Peristiwa berdarah itu diduga kuat...