Sabtu, Juli 4, 2026

Habis Beli Alphard, Anggota DPRD Muara Enim dan Putranya Terjaring OTT

WIB

Aliansi.co, Sumsel- Seorang anggota DPRD Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, berinisial KT, ditangkap penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan dalam operasi tangkap tangan (OTT), Rabu (18/2/2026).

KT diamankan bersama putranya, RA, terkait dugaan penerimaan uang suap proyek senilai Rp 7 miliar dari seorang pengusaha.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sumsel, Vanny Yulia Eka Sari, mengatakan uang tersebut diduga merupakan bagian dari proyek Pengembangan Jaringan Irigasi Ataran Air Lemutu di Kecamatan Tanjung Agung yang dikelola Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Muara Enim.

Baca Juga :  Terciduk Akun Partai Socmed Pamer Harta sambil Liburan ke Eropa, Kadis PUPR Empat Lawang Dicopot

“Penangkapan terhadap KT dan anaknya RA terkait dengan adanya penerimaan sejumlah uang sekitar Rp 1,6 miliar yang diperoleh dari seorang pengusaha terkait pencairan uang muka untuk kegiatan Pengembangan Jaringan Irigasi Ataran Air Lemutu Kecamatan Tanjung Agung,” ujar Vanny dalam keterangannya, dikutip Kamis (19/2/2026).

Menurut Vanny, uang Rp 1,6 miliar tersebut merupakan uang muka dari nilai total proyek yang mencapai Rp 7 miliar.

“Uang Rp 1,6 miliar itu merupakan uang muka dari nilai proyek sebesar Rp 7 miliar,” kata Vanny.

Baca Juga :  Bukan Bunuh Diri, Ini Hasil Olah TKP Tewasnya Ajudan Kapolda Kaltara Brigpol Setyo Herlambang

Selain menangkap KT dan RA, penyidik juga melakukan penggeledahan di tiga lokasi berbeda.

Penggeledahan dilakukan di rumah KT yang berada di Perumahan Hunian Sederhana Greencity Blok Q5 dan Q6, Desa Muara Lawai, serta di rumah seorang saksi berinisial MH di Jalan Pramuka 4, Kelurahan Pasar II, Muara Enim.

Dari hasil penggeledahan, penyidik menyita sejumlah barang bukti, termasuk satu unit mobil mewah yang diduga dibeli menggunakan uang hasil suap.

Baca Juga :  Gandeng Damkar, Mahasiswa Undip Edukasi Warga Jinakkan Si Jago Merah

“Penyidik menyita satu unit mobil Toyota Alphard warna putih bernomor polisi B-2451-KYR, sejumlah dokumen, handphone, serta surat-surat yang dianggap berkaitan dengan perkara,” ungkap Vanny.

Mobil Toyota Alphard tersebut diduga baru saja dibeli menggunakan sebagian dana Rp 1,6 miliar yang diterima KT dan RA.

Penyidik masih mendalami aliran dana serta peran masing-masing pihak dalam perkara tersebut.

“Penyidik Kejati Sumsel juga tengah mengumpulkan alat bukti tambahan untuk menentukan langkah hukum selanjutnya,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Penggerebekan Kampung Narkoba di Kalteng Berujung Maut, Satu Polisi Gugur dan Dua Personel Hilang

Aliansi.co,Jakarta- Operasi pemberantasan narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, berakhir tragis. Seorang anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Katingan gugur setelah diserang...

Dari Kertas hingga Emboss, Begini Proses Pemeriksaan Ijazah Jokowi oleh Polda Metro

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya mengungkap proses pemeriksaan forensik terhadap ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dalam penyidikan kasus tudingan ijazah palsu yang menjerat...

Kode BC1 Terbongkar di Sidang Tipikor, Jaksa Sebut Jatah Rp21 Miliar untuk Dirjen Bea Cukai

Aliansi.co,Jakarta- Kode BC1 yang diduga merujuk kepada Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, terungkap dalam sidang dugaan suap importasi barang di Direktorat...

Sidang Suap Bea Cukai, Nama Sejumlah Direktur Disebut dalam Kesaksian Terdakwa dan Saksi

Aliansi.co,Jakarta- Nama sejumlah pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai kembali mencuat dalam sidang perkara dugaan suap pengurusan impor yang menjerat pemilik PT Blueray Cargo,...

Anggota Brimob Dikeroyok dan Dibacok Debt Collector, Baru Dua Pelaku Ditangkap

Aliansi.co, Banten- Polda Banten menangkap dua debt collector yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan dan pembacokan terhadap dua anggota Satuan Brimob Polda Banten saat...