Sabtu, Juli 4, 2026

ASN Pemkot Jaksel Berhamburan Keluar Gedung, Petugas: Tenang Bu, Tenang, Jangan Panik !

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Suara sirine tanda peringatan adanya bahaya berbunyi di kantor Wali Kota Jakarta Selatan, pada Rabu (30/10/2024) siang.

Melalui speaker pengeras suara, seorang petugas menyampaikan bahwa terjadi gempa bumi dan kebakaran di kantor walikota.

Mendengar hal itu, ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berada di dalam kantor berhamburan untuk menyelamatkan diri keluar gedung.

Dalam kondisi gelap gulita lantaran listrik mati, para ASN berbondong-bondong menuruni anak tangga menuju lantai dasar.

“Tenang bu, tenang, jangan panik. Ini hanya simulasi gempa bumi dan kebakaran bapak-ibu” kata seorang petugas berseragam warna oranye di ujung tangga darurat lantai dasar gedung Kantor Wali Kota Jakarta Selatan.

Baca Juga :  Polisi Lucuti Ratusan Atribut Ormas di Jakarta, Paling Banyak Bendera...

Ternyata, pemberitahuan adanya gempa dan kebakaran tersebut adalah rangkaian kegiatan Gladi Simulasi Penanggulangan Bencana Gempa dan Kebakaran yang digelar Pemerintah Kota Jakarta Selatan.

Kegiatan ini melibatkan seluruh Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD) dan dipantau langsung oleh Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Selatan, Ali Murthadho.

Ali Murthadho menjelaskan bahwa tujuan utama dari simulasi ini adalah untuk mengevaluasi infrastruktur gedung, khususnya terkait jalur evakuasi, serta kesiapsiagaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang bertugas dalam penanggulangan bencana.

Baca Juga :  Tembok Rumah Mewah Timpa SMPN 182 Kalibata, Polisi Dalami Dugaan Kelalaian

“Kegiatan ini sudah direncanakan kurang lebih sebulan. Intinya, kami ingin melatih refleks pegawai jika terjadi kebencanaan,” ujarnya.

Konsep ‘refleksitas’ yang dimaksud Ali berarti setiap ASN diharapkan dapat secara mandiri mengamankan diri mereka saat bencana terjadi.

“Jika mereka bisa melindungi diri, maka mereka juga bisa membantu teman-temannya,” tambahnya.

Ali menekankan pentingnya kegiatan simulasi penanggulangan bencana, terutama bagi gedung-gedung tinggi di Jakarta Selatan, untuk memastikan bahwa seluruh karyawan mengetahui jalur evakuasi dan tindakan yang perlu diambil.

“Jadi, seluruh karyawan harus hapal ke mana mereka harus pergi ketika terjadi bencana. Ini adalah hal yang harus selalu dilatih,” tegasnya.

Baca Juga :  DPRD Puji Kinerja Wali Kota Jaksel, Salah Satunya Program Penanganan Anak Stunting

Kegiatan simulasi ini direncanakan akan dilaksanakan minimal dua kali dalam setahun.

Ali berharap bahwa dengan adanya latihan rutin, kesadaran dan kesiapsiagaan pegawai dalam menghadapi bencana akan meningkat, sehingga mereka lebih siap dalam situasi darurat.

“Melalui latihan seperti ini, kita tidak hanya meningkatkan kesadaran akan bahaya bencana, tetapi juga membangun solidaritas di antara pegawai dalam menghadapi situasi kritis,” tutupnya.

Dengan upaya ini, Pemkot Jakarta Selatan menunjukkan komitmennya untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan masyarakat serta pegawai, sebagai langkah proaktif dalam mitigasi bencana.

 

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Penggerebekan Kampung Narkoba di Kalteng Berujung Maut, Satu Polisi Gugur dan Dua Personel Hilang

Aliansi.co,Jakarta- Operasi pemberantasan narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, berakhir tragis. Seorang anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Katingan gugur setelah diserang...

Dari Kertas hingga Emboss, Begini Proses Pemeriksaan Ijazah Jokowi oleh Polda Metro

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya mengungkap proses pemeriksaan forensik terhadap ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dalam penyidikan kasus tudingan ijazah palsu yang menjerat...

Kode BC1 Terbongkar di Sidang Tipikor, Jaksa Sebut Jatah Rp21 Miliar untuk Dirjen Bea Cukai

Aliansi.co,Jakarta- Kode BC1 yang diduga merujuk kepada Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, terungkap dalam sidang dugaan suap importasi barang di Direktorat...

Sidang Suap Bea Cukai, Nama Sejumlah Direktur Disebut dalam Kesaksian Terdakwa dan Saksi

Aliansi.co,Jakarta- Nama sejumlah pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai kembali mencuat dalam sidang perkara dugaan suap pengurusan impor yang menjerat pemilik PT Blueray Cargo,...

Anggota Brimob Dikeroyok dan Dibacok Debt Collector, Baru Dua Pelaku Ditangkap

Aliansi.co, Banten- Polda Banten menangkap dua debt collector yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan dan pembacokan terhadap dua anggota Satuan Brimob Polda Banten saat...