Aliansi.co,Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bertemu dengan Wali Kota New York Zohran Kwame Mamdani dalam pertemuan bilateral di Civic Hall, New York, Minggu (20/9/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Pramono menyinggung permasalahan banjir, kemacetan hingga pembiayaan pembangunan melalui obligasi daerah.
“Setiap hari lebih dari empat juta orang keluar-masuk Jakarta, terutama pada jam sibuk,” ujar Pramono dalam keterangan tertulisnya, dikutip Senin (21/6/2026).
Karena itu, lanjut Pramono, Pemprov DKI Jakarta terus mengembangkan layanan transportasi publik untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi.
“Melalui Transjabodetabek, kami ingin mengurangi kemacetan dan volume kendaraan yang masuk ke Jakarta sekaligus memperkuat konektivitas wilayah,” katanya.
Selain pengembangan transportasi publik, Pramono menjelaskan kebijakan Pemprov DKI Jakarta dalam memberikan akses transportasi umum gratis kepada sejumlah kelompok masyarakat.
“Kami juga memberikan layanan transportasi umum gratis bagi 15 golongan masyarakat, antara lain lansia, penyandang disabilitas, serta pelajar penerima KJP dan mahasiswa penerima KJMU,” ujarnya.
Persoalan banjir juga menjadi salah satu topik yang dibahas dalam pertemuan kedua pemimpin kota tersebut.
Pramono menyampaikan bahwa Jakarta terus memperkuat berbagai infrastruktur pengendalian banjir.
Selain itu, Pemprov DKI juga berupaya mengurangi penggunaan air tanah untuk menekan penurunan muka tanah atau land subsidence.
Selain persoalan perkotaan, Pramono membahas rencana Pemprov DKI Jakarta menerbitkan obligasi daerah atau Jakarta Bond untuk mendukung pembiayaan pembangunan infrastruktur.
Rencana tersebut mendapat respons positif dari Mamdani.
Wali Kota New York itu mengatakan pemerintah kota yang dipimpinnya juga memiliki pengalaman menggunakan obligasi untuk membiayai pembangunan berbagai fasilitas publik.
“Saya sangat antusias dan mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah. New York juga telah menggunakan obligasi untuk membiayai pembangunan infrastruktur, termasuk pengolahan limbah dan berbagai fasilitas publik,” ujar Mamdani.
Mamdani bahkan menawarkan kerja sama berupa pertukaran pengetahuan antara tim keuangan New York dan Pemprov DKI Jakarta terkait persiapan penerbitan obligasi daerah.
“Kami siap mengirimkan tim keuangan untuk berbagi pengalaman dengan Pemprov DKI Jakarta mengenai persiapan dan proses penerbitan obligasi daerah,” katanya.
