Senin, Oktober 26, 2026

Menteri Purbaya Diminta Beri Ruang untuk Jakarta Bond

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Pemerintah Pusat diminta memberikan ruang kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengembangkan alternatif pembiayaan pembangunan melalui penerbitan Obligasi Daerah atau Jakarta Bond.

Pengamat Kebijakan Publik Sugiyanto Emik menilai rencana penerbitan Jakarta Bond perlu dipertimbangkan secara objektif karena kebutuhan pembangunan Jakarta yang cukup besar.

“Saya pada prinsipnya mendukung langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memperjuangkan penerbitan obligasi daerah sebagai salah satu alternatif pembiayaan pembangunan Jakarta,” kata Sugiyanto dalam keteranganya tertulisnya, Rabu (9/9/2026).

Baca Juga :  Bertemu Wali Kota New York, Pramono Singgung Jakarta Bond hingga Banjir

Menurut dia, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebaiknya tidak menutup ruang bagi Pemprov DKI untuk mengajukan rencana tersebut selama seluruh persyaratan dan mekanisme sesuai dengan peraturan perundang-undangan dapat dipenuhi.

“Harapan saya, Pemerintah Pusat melalui Menteri Keuangan dapat mempertimbangkan secara objektif dan memberikan kesempatan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memenuhi seluruh mekanisme dan persyaratan yang berlaku,” ujarnya.

Baca Juga :  Usai Didemo Serikat Buruh, DPR Malah Sahkan Perppu Cipta Kerja Jadi Undang-undang,

Sugiyanto mengatakan, obligasi daerah dapat menjadi salah satu alternatif untuk mempercepat pembangunan sejumlah proyek strategis di Jakarta, seperti infrastruktur, transportasi, pendidikan, rumah sakit, dan pengendalian banjir.

“Jakarta sebagai pusat perekonomian nasional memiliki kebutuhan pembangunan yang sangat besar. Karena itu, Jakarta membutuhkan berbagai alternatif pembiayaan untuk mempercepat pembangunan tanpa hanya bergantung pada APBD,” katanya.

Namun, Sugiyanto mengingatkan penerbitan Jakarta Bond tidak dapat dilakukan secara sepihak oleh Pemprov DKI Jakarta.

Baca Juga :  KPK OTT Pejabat Bea Cukai dan Pajak, Purbaya: Kemarin Sudah Saya Obrak-abrik

Pemprov DKI Jakarta harus memenuhi seluruh persyaratan dan mekanisme yang telah ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan.

Dia merujuk pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah.

Dalam ketentuan tersebut, penerbitan Obligasi Daerah dan Sukuk Daerah dilakukan dengan persetujuan Menteri Keuangan setelah mendapat pertimbangan dari Menteri Dalam Negeri.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Operasi Patuh 2026 Dimulai, Sasaran Razia Kendaraan yang Lawan Arus

Aliansi.co, Jakarta – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menjadikan pelanggaran melawan arus sebagai salah satu sasaran utama dalam Operasi Patuh 2026 yang digelar serentak...

Noverizky Tri Putra Pimpin LBH Ilumni FH Unpar

Aliansi.co, Jakarta- Noverizky Tri Putra dipercaya menjabat Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ilumni Fakultas Hukum Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), menggantikan Yopi Gunawan. Dalam kepemimpinan...

Kapolri Ungkap Keterlibatan Pihak Asing di Balik Karhutla 

Aliansi.co, Jakarta – Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mengungkap adanya dugaan keterlibatan pihak asing dalam sejumlah kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Dari...

Marak Penipuan Online, Ini Arahan Kapolri Jenderal Suyudi

Aliansi.co, Jakarta – Maraknya berbagai modus penipuan online mendorong Polri mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan berperan aktif menjaga keamanan di ruang digital. Kapolri Jenderal Polisi...

BGN Buka Suara soal Penemuan Mayat di Dapur MBG

Aliansi.co,Jakarta- Badan Gizi Nasional (BGN) buka suara soal penemuan mayat yang dikaitkan dengan dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG). Hal itu disampaikan BGN menyusul beredarnya informasi...