Selasa, Agustus 11, 2026

Bongkar Muat Sampah di TPU Jeruk Purut Disorot, Dinas LH Diminta Bertindak

WIB

Aliansi.co,Jakarta-Aktivitas bongkar muat sampah menggunakan gerobak motor (germor) di kawasan TPU Jeruk Purut, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, menjadi sorotan DPRD DKI Jakarta.

Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta diminta segera mengambil langkah evaluasi guna mengatasi dampak lingkungan dan gangguan lalu lintas yang ditimbulkan dari kegiatan tersebut.

Sorotan itu disampaikan Sekretaris Komisi D DPRD DKI Jakarta, Habib Muhammad bin Salim Alatas, saat rapat kerja pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD (P2APBD) Tahun Anggaran 2025 bersama jajaran eksekutif di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (18/6).

Baca Juga :  Wali Kota Jaksel Minta Camat-Lurah Aktif Cegah Tawuran Jelang Lebaran

Habib mengatakan, persoalan tersebut terungkap setelah dirinya menerima sejumlah keluhan warga ketika melakukan kegiatan reses di sekitar TPU Jeruk Purut.

Menurut warga, aktivitas bongkar muat sampah yang dilakukan di tepi jalan kerap menimbulkan bau tidak sedap dan mengganggu kenyamanan lingkungan.

“Kebetulan kemarin saya lagi reses di daerah sana juga, itu yang di depan Jeruk Purut itu kan lagi bongkar muat, bongkar muat germor di pinggir jalan makam Jeruk Purut,” kata Habib.

Baca Juga :  DPRD Harap Dinas Lingkungan Hidup DKI Konsisten Cegah Pencemaran Udara: Jangan Angot-angotan

Ia menjelaskan, salah satu sumber keluhan warga adalah air lindi yang keluar dari tumpukan sampah saat proses pemindahan muatan berlangsung.

Selain menimbulkan bau, aktivitas tersebut juga dinilai berpotensi mengganggu arus lalu lintas karena dilakukan di pinggir jalan.

Karena itu, Habib meminta Dinas LH DKI Jakarta tidak hanya melakukan penanganan sementara, tetapi juga menyiapkan solusi jangka panjang.

Baca Juga :  Tinjau Pengerukan Kali Ciliwung, Pj Gubernur DKI: Warga Tolong Bantu Tidak Buang Sampah Sembarangan

Salah satu langkah yang dinilai perlu dipertimbangkan adalah memindahkan lokasi bongkar muat ke tempat yang lebih layak dan tidak berdampak langsung kepada masyarakat.

Menurutnya, relokasi lokasi bongkar muat memerlukan koordinasi lintas organisasi perangkat daerah, termasuk pihak yang memiliki kewenangan pengelolaan aset daerah, untuk mencari lahan yang representatif.

“Air lindinya, bongkar muatnya, karena di pinggir jalan banget,” ujarnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Heboh Temuan Ratusan Senjata Api di Sekolah, Ternyata Senapan Angin

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya meluruskan informasi terkait temuan 996 benda menyerupai senjata api di salah satu yayasan sekolah di Jakarta Selatan. Dari hasil pendalaman, hampir...

Maling Congkel Jendela Rumah Warga Gandaria Utara, Laptop-HP hingga Uang Digondol

Aliansi.co,Jakarta- Rumah warga di Jalan Karya Utama RT 012/RW 06, Kelurahan Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, menjadi sasaran aksi pencurian. Pelaku menggondol laptop, telepon...

“Dia Pegang-pegang Saya”, Awal Mula Cekcok yang Berujung Mutilasi di Depok

Aliansi.co,Jakarta- Pengakuan Saepullah (26) mengungkap awal mula pembunuhan disertai mutilasi terhadap Kunaefi (51) di sebuah kontrakan di Jalan Belimbing, Cipayung, Kota Depok. Kepada penyidik, Saepullah...

Bau Menyengat Ungkap Misteri Mayat Dalam Karung di Depok, Awalnya Disangka Sampah

Aliansi.co, Depok – Misteri karung putih yang tergeletak selama beberapa hari di sebuah tanah lapang di Jalan Raya Kav, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok,...

Polisi Buru Maling Tas Pedagang Martabak Mini saat Tidur, Ini Tampang Pelaku

Aliansi.co, Jakarta – Polisi tengah memburu pelaku pencurian tas milik seorang pedagang martabak mini yang terjadi saat korban tertidur di samping gerobaknya di Jalan...