Dalam kondisi emosi, Saepullah mengaku menuju dapur untuk mengambil pisau, lalu kembali menyerang korban.
“Terus saya turun ke bawah, ambil pisau, terus saya tusuk,” ucapnya.
Meski mengalami luka tusuk, korban disebut masih sempat memberikan perlawanan.
Saepullah mengaku emosinya semakin memuncak hingga akhirnya menggorok leher korban.
“Terus saya pegang saja kepalanya. Tangan dia sudah enggak bisa, megang perut, terus saya pegang saja kepalanya langsung,” katanya.
Setelah korban dipastikan meninggal dunia, Saepullah mengaku memutilasi jasad tersebut.
Ia berdalih tindakan itu dilakukan karena kesulitan membawa tubuh korban keluar dari kontrakan yang berada di lingkungan permukiman padat.
“Karena susah bawanya. Di situ kan ramai orang dan perumahan juga,” ujarnya.
Saepullah kemudian membuang bagian tubuh korban di sejumlah lokasi berbeda.
Salah satu potongan kaki dibuang di kawasan Jembatan Serong, Cipayung, sedangkan pisau yang digunakan serta pakaian yang dikenakannya dibuang di kawasan Pitara, Depok.
Penemuan mayat pria di dalam karung di kawasan Tanah Merah, Pancoran Mas, Depok, akhirnya terungkap sebagai kasus pembunuhan disertai mutilasi.
