Sabtu, Oktober 3, 2026

Diancam dan Diteror Puluhan Preman, Nindy Ayunda Minta Perlindungan LPSK

WIB

Aliansi.co, Jakarta-– Penyanyi Nindy Ayunda mengaku kerap mendapatkan teror semenjak dirinya memiliki seteru dan berperkara dalam hukum.

Ia pun memutuskan untuk meminta perlindungan kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Terpantau Nindy mendatangi kantor LPSK di Jalan Raya Bogor, Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (6/4/2023).

Nindy Ayunda yang menggunakan baju dan syal krem serta masker hitam, tampak turun dari mobil pribadinya, didampingi oleh tiga orang yang diduga keluarganya sekitar pukul 11.00 WIB.

Baca Juga :  Reza Artamevia Putuskan Mundur Nyaleg, Pilih Berhubungan Bebas dengan Siapa Saja

Nindy Ayunda diancam hingga diteror saat baru saja datang di Palembang, Sumatera Selatan, pada Minggu pagi kemarin.

Kedatangan Nindy Ayunda itu membuat orang lain tidak senang.

Kehadiran Nindy Ayunda di Kota Pempek itu dihalangi 10 orang yang mengaku sebagai preman.

Mereka (preman) ada di depan rumah orang yang datangi, saya dihadang dan kembali ke Jakarta,” kata Nindy Ayunda di gedung LPSK, Jalan Raya Bogor, Ciracas, Jakarta Timur, Kamis

Baca Juga :  Ancam Laporkan Pencemaran Nama Baik, Pengacara Dewi Perssik Minta Bukti

Setibanya di rumahnya, Nindy Ayunda belum merasa tenang.

Ada tiga orang tidak dikenalnya berdiri di depan rumah Nindy Ayunda, Minggu malam lalu.

“ART (asisten rumah-tangga) bilang kalau mereka mau bertemu Dito Mahendra,” kata Nindy Ayunda.

Bukannya pergi, jumlah orang yang ada didepan rumah Nindy Ayunda justru semakin banyak.

Mereka bahkan masuk ke rumah Nindy Ayunda tanpa izin dan melakukan perusakan pintu garasi rumah.

Baca Juga :  Cerita Ketua RT Trauma Terima Daging Kurban Dewi Perssik: Kata Ustad Guru Sudah Tak Bagus

“Semalaman saya tidak bisa tidur, mau ibadah juga tidak tenang sampai saya lemas,” ucap Nindy Ayunda.

“Saya mendatangi LPSK untuk melapor dan minta bantuan karena saya merasa tertekan dan trauma,” kata Nindy Ayunda.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...

Bareskrim Gerebek Gudang LPG Oplosan di Tangerang Selatan, 910 Tabung Disita

Aliansi.co, Tangerang Selatan – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi...

KPK Soroti Pengelolaan APBD Pemkab Karawang, Termasuk Pokir DPRD

Aliansi.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, termasuk pengelolaan pokok-pokok pikiran (pokir)...

Akhir Pelarian Tersangka Penipuan Rp37 Miliar, Ditangkap Usai Buron 3 Tahun

Aliansi.co,Jakarta- Pelarian tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai Rp37,4 miliar, Erick Soedjasa, akhirnya berakhir setelah hampir tiga tahun menjadi buronan. Erick ditangkap...