İstanbul escort bayan Adana Escort bayan

Jumat, April 4, 2025

Diduga Palak Pelajar yang Tengah Pacaran, Dua Oknum Polisi di Semarang Nyaris Dibakar Massa

WIB

Aliansi.co,Semarang- Dua oknum polisi di Semarang yang diduga melakukan pemerasan kepada pelajar yang tengah pacaran, hampir menjadi bulan bulanan kemarahan warga.

Bahkan mereka nyaris dibakar massa yang mengepungnya.

Dalam video yang beredar, peristiwa pemalakan kepada pelajar yang tengah pacaran itu dinarasikan terjadi di Jalan Telaga Mas perumahan Tanah Mas Semarang Utara, Jateng, pada Jumat (31/1/2025) pukul 21.00

Tampak tiga orang di dalam mobil merah diduga pelaku, dua di antaranya menggunakan jaket dan topi polisi.

Baca Juga :  Minta Maaf kepada Bupati Sula, Pedagang Pasar Klarifikasi Video Viral Tagih Utang

Sementara satu orang lainnya sebagai sopir tampak mengenakan pakaian biasa.

Sejumlah warga terlihat menginterogasi pelaku dari bagian pintu mobil yang terbuka.

Terdengar suara teriakan yang memancing massa untuk melakukan pembakaran.

“Bakar, bakar,” teriak suara dalam rekaman video, dikutip Minggu (2/2/2025).

Salah satu oknum yang duduk di bangku belakang lalu keluar dari mobil dan menunjukkan kartu identitasnya.

“Ini lho Pak anggota, saya anggota Pak, ini KTA” teriaknya.

Informasi yang dihimpun, dua oknum yang diduga polisi itu bernama Aiptu K (47) anggota SPKT Polrestabes Semarang, dan Aipda RL (38) anggota Samapta Tembalang.

Baca Juga :  Kesal Diperas hingga Puluhan Juta, Kepala Desa di Madiun Laporkan Oknum LSM ke Polisi

Sementara satu orang lagi berpakaian sipil inisial S (45) warga Tembalang.

Peristiwa tersebut bermula, saat tiga terduga pelaku mendatangi pelajar inisial MRW (18) dan pacarnya MMX (17) yang tengah berduaan di dalam mobil sedan warna silver di dekat SMA Terang Bangsa, Kota Semarang.

Lalu, pelaku menanyakan mengapa berduaan di dalam mobil.

MRW kemudian disuruh masuk ke mobil merah milik pelaku dan merebut kunci mobil sedan dari tangan korban.

Baca Juga :  Diguncang Gempa, Pasien Rumah Sakit NU Tuban Berhamburan hingga Keluar Ruangan

Korban dan pelaku kemudian menuju ATM di daerah Telaga Mas Semarang Utara dan meminta uang Rp 2,5 juta.

Usai pelaku menerima uang, MMX seketika berteriak sehingga mengundang massa berdatangan.

Kasihumas Polrestabes Semarang, Kompol Agung Setyabudi menegaskan kasus dugaan pemerasan tersebut kini sudah ditangani Propam. .
Dua polisi yang terlibat tengah menjalani pemeriksaan. 
“Iya betul, masih diperiksa Propam Polrestabes,” kata Agung. (Mpg)
Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Bareskrim Tangkap 2 WN Cina Kasus Penipuan Berkedok Fake BTS

Aliansi.co, JAKARTA- Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri mengungkap sindikat kejahatan siber internasional yang memanfaatkan teknologi fake BTS untuk menyebarkan SMS phishing secara ilegal. Dua...

Selidiki Teror Kepala Babi dan Tikus, Polisi Cek CCTV Kantor Tempo

Aliansi.co, JAKARTA- Bareskrim Polri bersama Polda Metro Jaya melakukan pengecekan Tempat Kejadian Perkara (TKP) terkait dugaan teror pengiriman paket kepala babi dan tikus di...

Kapolri Perintahkan Kabareskrim Usut Teror Paket Kepala Babi-Tikus di Kantor Tempo 

Aliansi.co, MEDAN- Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo angkat bicara terkait aksi teror terhadap Tempo. Teror tersebut sebelumnya telah dilaporkan Pemimpin Redaksi Tempo ke Bareskrim...

Terungkap Sosok Wanita yang Rekam Aksi Jagoan Cikiwul, Turut Lontarkan Ancaman

Aliansi.co, BEKASI- Terungkap ada sosok wanita yang turut bersama anggota ormas bernama Suhada melakukan aksi pemalakan di pabrik plastik Bantargebang, Bekasi. Selain merekam aksi Suhada, wanita...

Bareskrim Tetapkan 1 Tersangka Kasus TPPO WNI di Myanmar, Sempat Nyaru Rombongan Pulang

Aliansi.co, Jakarta- Bareskrim Polri menetapkan satu orang tersangka terkait dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) terhadap 699 warga negara Indonesia (WNI) yang telah dipulangkan...