Sabtu, Juni 13, 2026

DKM Masjid di Lebak Bulus Tolak Park and Ride Bertingkat, Ungkap Keluhan hingga Kekecewaan Jamaah  

WIB

Aliansi.co,Jakarta- Rencana pembangunan fasilitas park and ride bertingkat di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, mendapat penolakan dari jamaah dan pengurus Masjid Al Iklas.

Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Iklas menilai pembangunan tersebut berpotensi mengganggu aktivitas ibadah serta mengurangi kenyamanan jamaah.

Wakil DKM Masjid Al Iklas, H. Bahyudin menegaskan, pihaknya sejak awal tidak pernah menyetujui rencana pembangunan tempat parkir bertingkat di sekitar masjid tersebut.

“Apapun itu, yang namanya kegiatan mengganggu masjid, kami tolak. Dari awal juga saya sudah menolak park and ride di sini,” kata Bahyudin saat ditemui di kawasan Lebak Bulus, Jumat (12/6/2026).

Menurutnya, keberadaan bangunan parkir bertingkat dikhawatirkan menutupi akses sinar matahari ke area masjid sehingga membuat lingkungan masjid menjadi lebih gelap.

Baca Juga :  Tunggu Rekomtek Bongkar, Penertiban Padel di Cilandak Libatkan Tim Terpadu

Selain itu, ia menilai pembangunan tersebut berpotensi menyulitkan akses jamaah yang hendak beribadah.

“Jamaah akan susah ke masjid. Jangan sampai akses mereka terganggu karena area parkir yang penuh atau pengaturan yang tidak memihak kepentingan jamaah,” ujarnya.

Bahyudin juga menyoroti kemungkinan jamaah harus membayar biaya parkir ketika hendak beribadah.

Menurutnya, hal itu pernah menjadi keluhan masyarakat pada pengelolaan parkir sebelumnya.

“Kami bicara kemaslahatan jamaah. Jangan sampai orang mau ke masjid justru harus terbebani biaya parkir, sementara fasilitas khusus untuk jamaah juga tidak diberikan,” katanya.

Baca Juga :  Wali Kota Jaksel Serahkan Bantuan Kemanusiaan Rp606 Juta untuk Korban Bencana di Sumatera

Ia mengungkapkan penolakan terhadap fasilitas park and ride bukan hal baru.

Bahkan, kata dia, jamaah pernah membongkar portal parkir karena banyaknya keluhan dari masyarakat yang merasa akses menuju masjid menjadi terganggu.

“Dari awal kami menolak park and ride. Bahkan pernah membongkar portal karena banyak jamaah yang mengeluh,” ujar pria yang akrab disapa Haji Black tersebut.

Bahyudin menegaskan bahwa Masjid Al Iklas merupakan rumah ibadah yang dibangun dengan dukungan umat.

Masjid tersebut dibangun sebagai pengganti masjid lama yang terdampak pembangunan depo MRT Lebak Bulus.

Menurutnya, saat itu pihak MRT meminta relokasi masjid dan membangun kembali Masjid Al Iklas di lokasi yang berdekatan dengan area park and ride.

Baca Juga :  Disinggung KPK, Pramono Catat Kasus Korupsi Lama di Pemprov DKI Jakarta, Apa Saja? 

“Masjid Al Iklas ini milik umat. Masjid ini dibangun sebagai pengganti setelah masjid sebelumnya dibongkar karena pembangunan depo MRT. Jadi masjid ini bukan milik MRT dan mereka tidak boleh sewenang-wenang menutup atau membangun fasilitas yang mengganggu aktivitas masjid,” tegasnya.

Bahyudin juga mengaku kecewa karena hingga kini tokoh masyarakat dan pengurus masjid maupun jamaaah, tidak pernah diajak berdiskusi terkait rencana pembangunan park and ride bertingkat tersebut.

“Sampai sekarang kami tidak pernah diajak bicara mengenai rencana pembangunan itu. Padahal yang akan merasakan dampaknya adalah jamaah dan masyarakat sekitar,” katanya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Sidang Suap Bea Cukai, Nama Sejumlah Direktur Disebut dalam Kesaksian Terdakwa dan Saksi

Aliansi.co,Jakarta- Nama sejumlah pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai kembali mencuat dalam sidang perkara dugaan suap pengurusan impor yang menjerat pemilik PT Blueray Cargo,...

Anggota Brimob Dikeroyok dan Dibacok Debt Collector, Baru Dua Pelaku Ditangkap

Aliansi.co, Banten- Polda Banten menangkap dua debt collector yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan dan pembacokan terhadap dua anggota Satuan Brimob Polda Banten saat...

Polisi Gulung Jaringan Narkoba Malaysia, 32 Kg Sabu Disita di Jakarta dan Bekasi

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya melalui Direktorat Reserse Narkoba berhasil menggulung sindikat peredaran narkotika jaringan internasional asal Malaysia. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti sabu...

Terungkap Penggerebekan Sindikat Judol Internasional di Jakbar, Berawal dari Laporan Warga

Aliansi.co,Jakarta- Pengungkapan sindikat perjudian online (judol) lintas negara di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai aktivitas sejumlah warga negara...

Jaga Profesionalitas, Personel Polri Dilarang Live Streaming saat Bertugas

Aliansi.co, Jakarta- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan larangan bagi seluruh personelnya untuk melakukan siaran langsung (live streaming) di media sosial saat sedang menjalankan...