Jumat, September 25, 2026

Keruk Saluran PHB Alfa Indah, SDA Jaksel Terjunkan Ekskavator Amfibi dan Spider

WIB

Karena itu, pembersihan saluran perlu dilakukan secara menyeluruh dan tidak hanya berfokus pada satu titik.

“Pesanggrahan ini memiliki posisi yang strategis dalam rangka penanganan permasalahan banjir di Jakarta. Oleh sebab itu, pelaksanaan kerja bakti kami mulai dari sini dan kemudian ditularkan ke seluruh RT dan RW, sehingga menjadi budaya gotong royong di masyarakat,” kata Syafrin.

Saat meninjau lokasi, Syafrin menemukan Saluran PHB Taman Alfa Indah sepanjang 403 meter mengalami pendangkalan akibat sedimentasi.

Baca Juga :  Antisipasi Kenalan Remaja, Pemkot Jaksel Sosialisasikan Wawasan Tentang Hukum kepada Pelajar dan Guru

Kondisi terparah ditemukan di bawah jembatan.

“Setelah kami cek, ternyata di bawah jembatan itu sedimennya sudah sangat masif dan menutup sebagian besar saluran, bahkan mencapai 90 persen. Mumpung musim kemarau, kami bergerak cepat melakukan pengerukan agar kapasitas tampung air kembali optimal saat musim hujan tiba,” jelasnya.

Selain pengerukan, kegiatan kerja bakti juga menyasar pembersihan sampah di lingkungan permukiman sekitar.

Baca Juga :  Pemkot Jaksel Kerja Bakti Massal Bersihkan Saluran PHB Taman Alfa Indah, 500 Personel Gabungan Dikerahkan

Sebanyak 500 personel gabungan dan warga setempat dikerahkan dalam kegiatan tersebut.

Pemkot Jakarta Selatan juga berkoordinasi dengan wilayah Jakarta Barat untuk melanjutkan pengerukan hingga ke bagian hilir.

Langkah tersebut dilakukan agar aliran air dari hulu menuju hilir tidak kembali terhambat.

“Begitu pembersihan di titik ini selesai, kami berkoordinasi dengan rekan-rekan di Jakarta Barat untuk menyambung pengerukan ke arah hilir, sehingga pergerakan air lancar menerus sampai ke pembuangan akhir,” tutur Syafrin.

Baca Juga :  Atasi Banjir IKPN, Pemkot Jaksel Kerja Bakti Skala Besar di Kali Pesanggrahan

Syafrin pun mengingatkan masyarakat untuk ikut menjaga fungsi saluran dengan tidak membuang sampah sembarangan maupun menutup saluran air.

“Kami meminta warga tidak menutup fungsi saluran, serta aktif melaporkan kendala drainase di lingkungannya,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Bareskrim Gerebek Gudang LPG Oplosan di Tangerang Selatan, 910 Tabung Disita

Aliansi.co, Tangerang Selatan – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi...

KPK Soroti Pengelolaan APBD Pemkab Karawang, Termasuk Pokir DPRD

Aliansi.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, termasuk pengelolaan pokok-pokok pikiran (pokir)...

Akhir Pelarian Tersangka Penipuan Rp37 Miliar, Ditangkap Usai Buron 3 Tahun

Aliansi.co,Jakarta- Pelarian tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai Rp37,4 miliar, Erick Soedjasa, akhirnya berakhir setelah hampir tiga tahun menjadi buronan. Erick ditangkap...

Karaoke di PIK Jakarta, Mahasiswi Asal Banten Tewas Overdosis Diduga Narkoba

Aliansi.co,Jakarta- Seorang mahasiswi berinisial S asal Serang, Banten, ditemukan tewas di sebuah kamar hotel di kawasan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (9/9/2026). Korban diduga...

Modus Live Pornografi Berbayar Terbongkar: Penonton Digiring dari TikTok ke Tevi

Aliansi.co,Jakarta- Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri membongkar praktik live streaming berbayar bermuatan pornografi yang memanfaatkan TikTok dan aplikasi Tevi. Dalam praktiknya, penonton lebih...