Rabu, September 2, 2026

Legislator Senayan Soroti Konflik Polri-Kejaksaan, Dorong Hak Angket DPR

WIB

Aliansi.co,Jakarta- Memanasnya hubungan antara Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan Kejaksaan Agung menjadi sorotan anggota Komisi III DPR RI Benny K. Harman.

Legislator Senayan itu menilai konflik terbuka antara dua institusi penegak hukum tersebut telah meresahkan masyarakat sehingga DPR perlu mempertimbangkan penggunaan hak angket untuk mengawasi tata kelola penegakan hukum.

Benny mengatakan, ketegangan yang mencuat, terutama dalam penanganan sejumlah perkara yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah, tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena dapat menggerus kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum.

Baca Juga :  Momen Luhut Pandjaitan Berkaca-kaca Lihat Maruli Simanjuntak Dilantik jadi KSAD

“Kami berpandangan bahwa mencuatnya perseteruan terbuka antara dua institusi penegak hukum utama, Kejaksaan Agung dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah berada pada titik yang meresahkan masyarakat dan mengancam sendi-sendi penegakan hukum di tanah air,” ujar Benny dalam keterangan tertulis kepada media parlemen, dikutip Selasa (14/7/2026).

Menurut Benny, hak angket merupakan instrumen konstitusional yang dapat digunakan DPR untuk mengevaluasi kebijakan pemerintah di sektor penegakan hukum.

Ia menegaskan, usulan tersebut bukan untuk mencampuri proses hukum yang sedang berjalan, melainkan memastikan tata kelola pemerintahan dan koordinasi antarlembaga penegak hukum berjalan sebagaimana mestinya.

Baca Juga :  Kisah Fakta Masinis KA Brantas dan Asistennya yang Pasang Badan hingga Tabrakan dengan Truk Tronton

“Hak angket diarahkan untuk menyelidiki kebijakan dan tata kelola pemerintahan di sektor penegakan hukum, sama sekali bukan untuk mengintervensi secara teknis perkara atau merusak prinsip due process of law. Independensi hukum tetap sakral dan harus dihormati,” katanya.

Benny menilai konflik yang terjadi menunjukkan adanya persoalan koordinasi di lingkungan eksekutif.

Ia juga berpandangan bahwa mekanisme pengawasan melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) maupun Panitia Kerja (Panja) sudah tidak lagi memadai untuk mengurai persoalan yang bersifat sistemik.

Baca Juga :  Bertemu Petinggi Partai Komunis, Prabowo Singgung Perang Vietnam Selama 30 Tahun

Menurutnya, hak angket memiliki dasar konstitusional yang lebih kuat untuk menyelidiki kebijakan strategis pemerintah yang berdampak luas terhadap penyelenggaraan penegakan hukum.

Selain mendorong penggunaan hak angket, Benny mengingatkan seluruh aparat penegak hukum agar tetap mengedepankan profesionalisme dan tidak terjebak dalam ego sektoral.

Ia juga meminta Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah strategis untuk meredam ketegangan antara Polri dan Kejaksaan Agung.

“Presiden dapat membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) Independen atau mengoptimalkan peran Menko Polkam guna memperkuat koordinasi antarlembaga.

 

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Viral Pria Gesek-gesek Kolong Mobil di GBK, Dugaan Polisi Debt Collector

Aliansi.co,jakarta- Aksi dua pria yang diduga menggesek nomor rangka kendaraan di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, viral di media sosial. Aksi keduanya terekam...

Bareskrim Bongkar Sindikat Tambang Emas Ilegal Kelompok Dubai, Berawal dari Arahan Presiden ke Kapolri

Aliansi.co,Jakarta- Bareskrim Polri membongkar dugaan sindikat penambangan emas ilegal yang hasilnya diolah di Jakarta sebelum diduga diselundupkan ke luar negeri. Salah satu jaringan yang terungkap...

Subuh Sebelum Kampung Bahari Digerebek BNN, Warga Ungkap Fenomena Ojol Ganteng

Aliansi.co,Jakarta- Ada fenomena tak biasa yang dirasakan warga Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, sebelum kawasan tersebut digerebek aparat pada Kamis (13/8/2026) pagi. Sejak waktu...

Drama Penangkapan Bos Gendut dan Kaki Tangan Gembong Narkoba Kampung Bahari

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap operasi pemberantasan narkoba di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Sejak subuh, tim gabungan BNN...

BNN Gerebek Kampung Bahari, Mercon dan Petasan Warnai Penangkapan Gembong Narkoba Bos Gendut

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Operasi tersebut sempat diwarnai perlawanan dari dalam permukiman...