Kamis, April 16, 2026

Menteri Purbaya Buka-bukaan Soal Isu Kenaikan BBM dan Kondisi APBN 2026

WIB

Aliansi.co,Jakarta-Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka-bukaan mengenai isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) serta kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.

Hal itu disampaikan Purbaya dalam konferensi pers mengenai kebijakan harga BBM bersubsidi dan transportasi udara di Jakarta, Senin (6/4/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Purbaya menegaskan pemerintah telah menghitung seluruh risiko fiskal secara matang dan memastikan harga BBM bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun.

Ia juga menyampaikan bahwa kebijakan subsidi BBM tetap dilanjutkan dengan mempertimbangkan berbagai skenario, termasuk kemungkinan harga minyak dunia menyentuh 100 dolar AS per barel.

Baca Juga :  Habiskan Anggaran Rp 4,8 Triliun, Jokowi Yakin Tol Bengkulu-Tape Percepat Pertumbuhan Ekonomi

Meski demikian, defisit APBN dipastikan tetap terkendali di kisaran 2,9 persen.

“Subsidi BBM akan terus berjalan sampai akhir tahun dan harganya tidak naik. Anggaran kita cukup,” ujar Purbaya.

Ia menjelaskan, pemerintah memiliki bantalan fiskal yang kuat, salah satunya melalui sisa anggaran lebih (SAL) sebesar Rp420 triliun.

Dana tersebut dapat digunakan untuk meredam tekanan jika terjadi lonjakan harga minyak global yang signifikan.

Baca Juga :  Surat Edaran Menaker, THR Pekerja Swasta Harus Cair H-7 Lebaran, Tak Boleh Dicicil

Purbaya juga meminta masyarakat tidak terpancing spekulasi terkait kondisi keuangan negara.

Menurutnya, kapasitas fiskal Indonesia masih memadai untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendukung berbagai program pemerintah.

“Masyarakat tidak perlu khawatir. Semua kebijakan sudah kami hitung, dan anggaran kita cukup untuk menjaganya,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa peningkatan defisit pada awal tahun merupakan bagian dari strategi percepatan belanja pemerintah.

Langkah ini diambil agar pertumbuhan ekonomi lebih merata sepanjang tahun, tidak hanya terkonsentrasi di akhir periode anggaran.

Baca Juga :  Bertemu Ibu-ibu Nasabah PNM Mekaar, Jokowi Ungkap Rasa Senangnya

Dalam kesempatan yang sama, Purbaya turut memaparkan kinerja APBN 2025 yang menunjukkan tren positif.

Defisit diperkirakan menurun dari target awal 2,91 persen menjadi sekitar 2,8 persen.

Perbaikan tersebut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,39 persen pada triwulan IV 2025 dan diproyeksikan meningkat hingga di atas 5,5 persen.

“Kalau ekonomi tumbuh baik, pendapatan negara ikut meningkat. Dampaknya, belanja ke kementerian dan lembaga bisa lebih optimal sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi ke depan,” kata Purbaya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Peras Anggota DPR Rp 300 Juta, Empat KPK Gadungan Ditangkap di Jakbar

Aliansi.co, Jakarta-Tim gabungan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Polda Metro Jaya menangkap empat orang terduga pelaku pemerasan yang menyasar anggota DPR RI. Para pelaku ditangkap...

DPR Soroti Kasus Videografer Karo Amsal Sitepu, Singgung Keadilan Substantif

Aliansi.co, Jakarta- Komisi III DPR RI mendesak aparat penegak hukum mengedepankan keadilan substantif dalam penanganan kasus videografer asal Karo, Amsal Christy Sitepu, yang tengah...

Sosok Dua Terduga Pelaku Mutilasi dalam Freezer, Terungkap Usai Kabur ke Majalengka

Aliansi.co,Jakarta- Polisi akhirnya mengungkap identitas dua terduga pelaku dalam kasus pembunuhan disertai mutilasi yang jasadnya ditemukan di dalam freezer di Kabupaten Bekasi. Keduanya diketahui sempat...

Pelarian Dua Pelaku Kasus Mayat dalam Freezer Berakhir di Majalengka

Aliansi.co, Jakarta- Pelarian dua pelaku kasus penemuan mayat dalam freezer di Kabupaten Bekasi akhirnya berakhir di Majalengka, Jawa Barat. Keduanya berhasil ditangkap oleh Tim Subdit...

Dilaporkan ke Polda, Dugaan Transaksi Fiktif Fasilitas Kredit di Medan Diadukan hingga OJK

Aliansi.co-Jakarta- PT Toba Surimi Industries (PT TSI) melaporkan dugaan penarikan dana fiktif senilai Rp124,4 miliar dari fasilitas kredit modal kerja (KMK) miliknya ke Polda...