Sabtu, Oktober 3, 2026

Noverizky Tri Putra Ucapkan Selamat kepada Sudaryono, Harap Program MBG Makin Tepat Sasaran

WIB

ALIANSI, JAKARTA- Bendahara Umum Tidar Jakarta Barat, Noverizky Tri Putra, mengucapkan selamat kepada Sudaryono yang resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), menggantikan Naniek S. Deyang.

Menurut Noverizky, pergantian kepemimpinan di BGN menjadi momentum penting untuk memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu program prioritas pemerintah.

Ia berharap kepemimpinan Sudaryono mampu meningkatkan efektivitas, transparansi, dan akuntabilitas pelaksanaan MBG agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat di seluruh Indonesia.

“Atas nama keluarga besar Tidar Jakarta Barat, saya mengucapkan selamat kepada Bapak Sudaryono atas amanah sebagai Kepala Badan Gizi Nasional. Kami meyakini beliau memiliki kapasitas, pengalaman, dan komitmen untuk membawa BGN semakin profesional dalam menjalankan tugas negara yang sangat strategis,” kata Noverizky di Jakarta, Kamis (23/7/2026).

Noverizky menilai Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar program pemenuhan gizi bagi anak-anak Indonesia, melainkan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia menuju visi Indonesia Emas 2045.

Baca Juga :  Prabowo Sindir Direksi BUMN: Bekerja Seenaknya, Pemerintah Tak Dianggap

Karena itu, ia menilai keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada tata kelola kelembagaan yang kuat, mulai dari tahap perencanaan, pengadaan, distribusi hingga pengawasan pelaksanaannya di lapangan.

“Program sebesar ini membutuhkan tata kelola yang modern, transparan, dan berbasis data. Dengan sistem yang kuat, manfaat program akan benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang menjadi sasaran,” ujarnya.

Ia mengatakan, pergantian kepemimpinan merupakan hal yang wajar dalam pemerintahan. Namun, proses transisi harus mampu menghadirkan penguatan kelembagaan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Menurut Noverizky, pelaksanaan MBG juga membutuhkan sinergi berbagai pihak, mulai dari kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi hingga masyarakat.

Kolaborasi tersebut dinilai penting agar implementasi program berjalan efektif, berkelanjutan, dan menjangkau seluruh kelompok sasaran.

“Keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis bukan hanya menjadi tanggung jawab BGN semata. Dibutuhkan sinergi nasional agar setiap anak Indonesia memperoleh hak yang sama atas asupan gizi yang layak,” tuturnya.

Baca Juga :  Open House di Istana Negara, Presiden Prabowo Siapkan Hidangan untuk Masyarakat

Selain itu, Noverizky menilai evaluasi secara berkala harus menjadi bagian dari budaya kerja di lingkungan BGN. Dengan begitu, berbagai kendala yang muncul di lapangan dapat segera diidentifikasi dan diselesaikan melalui kebijakan yang adaptif.

Ia juga berharap kepemimpinan baru mampu memperkuat sistem pengawasan internal sehingga pelaksanaan program tetap mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola pemerintahan yang baik.

“Kepercayaan publik merupakan modal utama. Oleh karena itu, transparansi dan akuntabilitas harus menjadi fondasi dalam setiap pengambilan kebijakan maupun pelaksanaan program di lapangan,” katanya.

Noverizky optimistis, di bawah kepemimpinan Sudaryono, Program Makan Bergizi Gratis akan terus mengalami penyempurnaan, baik dari sisi kualitas pelayanan, perluasan penerima manfaat, maupun efektivitas penggunaan anggaran negara.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memberikan dukungan konstruktif terhadap kepemimpinan baru di BGN agar program prioritas nasional tersebut dapat berjalan optimal.

Baca Juga :  Akhirnya Terungkap Asal-usul Harta Kekayaan Kadinkes Lampung

“Kritik tentu diperlukan sebagai bagian dari kontrol publik. Namun, dukungan dan partisipasi seluruh elemen bangsa juga tidak kalah penting agar program ini benar-benar menjadi instrumen peningkatan kualitas generasi penerus bangsa,” ujarnya.

Sementara itu, usai dilantik sebagai Kepala Badan Gizi Nasional, Sudaryono meminta doa dan dukungan seluruh masyarakat agar dapat menjalankan amanah yang diberikan Presiden Prabowo Subianto dengan sebaik-baiknya.

“Doakan saya amanah, doakan saya baik. Satu yang saya janjikan, saya kerja dengan sebaik-baiknya, kerja keras dengan sebaik-baiknya itu saja,” kata Sudaryono.
Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

“Saya mohon doa, mohon dukungan, mohon restu untuk kami bersama-sama dengan Wakil Kepala, beserta seluruh jajaran BGN dan seluruh stakeholder,” tuturnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...

Bareskrim Gerebek Gudang LPG Oplosan di Tangerang Selatan, 910 Tabung Disita

Aliansi.co, Tangerang Selatan – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi...

KPK Soroti Pengelolaan APBD Pemkab Karawang, Termasuk Pokir DPRD

Aliansi.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, termasuk pengelolaan pokok-pokok pikiran (pokir)...

Akhir Pelarian Tersangka Penipuan Rp37 Miliar, Ditangkap Usai Buron 3 Tahun

Aliansi.co,Jakarta- Pelarian tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai Rp37,4 miliar, Erick Soedjasa, akhirnya berakhir setelah hampir tiga tahun menjadi buronan. Erick ditangkap...