Rabu, Agustus 19, 2026

Pansus DPRD Bongkar Penyelewengan Fasos-Fasum Aset DKI, Langkah Hukum Disiapkan

WIB

Aliansi.co,Jakarta- Panitia Khusus (Pansus) Percepatan Penyerahan Aset Fasilitas Sosial dan Fasilitas Umum (Fasos-Fasum) DPRD DKI Jakarta mulai membongkar dugaan penyelewengan pengelolaan aset Fasos-Fasum yang berpotensi merugikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Pansus bahkan menyiapkan langkah hukum terhadap pengembang yang terbukti belum memenuhi kewajiban menyerahkan aset kepada pemerintah daerah.

Ketua Pansus Percepatan Penyerahan Aset Fasos-Fasum DPRD DKI Jakarta, Inggard Joshua mengatakan, pihaknya menemukan indikasi aset Fasos-Fasum dimanfaatkan pihak swasta tanpa memberikan pemasukan kepada Pemprov DKI Jakarta.

Menurutnya, sejumlah aset yang semestinya menjadi milik pemerintah justru disewakan oleh pengembang sehingga hasilnya dinikmati pihak swasta, bukan masuk sebagai pendapatan daerah.

“Selama ini banyak aset Fasos-Fasum yang disewakan, tetapi tidak ada retribusi yang masuk ke Pemprov DKI. Masuk ke pengusaha. Ini kan salah. Berapa besar kalau kita kumpulkan itu semuanya,” ujar Inggard dalam rapat Komisi A DPRD DKI Jakarta, Senin (29/6/2026).

Baca Juga :  Puluhan Juta Hektare Aset Pemprov DKI Belum Diserahkan, Pansus Endus Keterlibatan Oknum

Atas temuan tersebut, lanjut Inggard, Pansus membuka peluang membawa persoalan itu ke ranah hukum apabila ditemukan unsur pelanggaran yang merugikan keuangan daerah.

Untuk mempercepat penelusuran, Pansus meminta Tim Percepatan Penyelesaian Permasalahan Pembangunan Perkotaan dan Wilayah (TP3W) berkoordinasi dengan Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan (Citata), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Badan Pengelola Aset Daerah (BPAD), serta Inspektorat DKI Jakarta.

Koordinasi tersebut dilakukan untuk menghimpun data lengkap mengenai pengembang yang hingga kini masih memiliki kewajiban menyerahkan aset Fasos-Fasum kepada Pemprov DKI Jakarta.

Baca Juga :  Pramono Sebut Penunjukan Pejabat DKI Lewat Diskusi dan Manajemen Talenta

Seluruh data itu nantinya akan menjadi dasar bagi Pansus untuk memanggil para pengembang dalam rapat lanjutan.

“Menjadi data-data dalam rangka kita memanggil daripada pengembang-pengembang tersebut,” kata Inggard.

Ia menjelaskan, tahap awal penyelesaian akan difokuskan kepada pengembang swasta yang belum memenuhi kewajibannya.

Setelah itu, kata Inggard, Pansus akan membahas persoalan serupa yang berkaitan dengan instansi pemerintah pusat.

Meski masa kerja Pansus ditetapkan selama enam bulan dan dapat diperpanjang, Inggard memastikan pihaknya ingin menuntaskan seluruh persoalan penyerahan aset Fasos-Fasum.

“Kita akan kupas tuntas semuanya supaya ini menjadi sarana pendapatan bagi pemerintah daerah,” tegasnya.

Baca Juga :  Ratusan Advokat Muda Ramaikan Fun Run Peradi YLC Pusat

Sementara itu, Anggota Pansus Ali Hakim Lubis meminta proses pengumpulan data dipercepat agar verifikasi lapangan segera dilakukan.

“Jadi saya pikir minggu depan itu kita sudah bisa turun lapangan,” ujarnya.

Dari pihak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Wakil Wali Kota Jakarta Utara Fredy Setiawan menyatakan siap mendukung kerja Pansus dengan menyerahkan seluruh dokumen yang dibutuhkan.

“Segera kita buatkan satu bendel. Satu dua hari ini kita akan sampaikan ke dewan,” kata Fredy.

Hal senada disampaikan Inspektur Pembantu IV (Irban IV) Inspektorat DKI Jakarta, Ending Wahyudin.

Ia memastikan Inspektorat segera berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk melengkapi seluruh data yang diperlukan dalam proses penelusuran aset Fasos-Fasum

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Bareskrim Bongkar Sindikat Tambang Emas Ilegal Kelompok Dubai, Berawal dari Arahan Presiden ke Kapolri

Aliansi.co,Jakarta- Bareskrim Polri membongkar dugaan sindikat penambangan emas ilegal yang hasilnya diolah di Jakarta sebelum diduga diselundupkan ke luar negeri. Salah satu jaringan yang terungkap...

Subuh Sebelum Kampung Bahari Digerebek BNN, Warga Ungkap Fenomena Ojol Ganteng

Aliansi.co,Jakarta- Ada fenomena tak biasa yang dirasakan warga Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, sebelum kawasan tersebut digerebek aparat pada Kamis (13/8/2026) pagi. Sejak waktu...

Drama Penangkapan Bos Gendut dan Kaki Tangan Gembong Narkoba Kampung Bahari

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap operasi pemberantasan narkoba di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Sejak subuh, tim gabungan BNN...

BNN Gerebek Kampung Bahari, Mercon dan Petasan Warnai Penangkapan Gembong Narkoba Bos Gendut

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Operasi tersebut sempat diwarnai perlawanan dari dalam permukiman...

Heboh Temuan Ratusan Senjata Api di Sekolah, Ternyata Senapan Angin

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya meluruskan informasi terkait temuan 996 benda menyerupai senjata api di salah satu yayasan sekolah di Jakarta Selatan. Dari hasil pendalaman, hampir...