Rabu, September 9, 2026

Puluhan Juta Hektare Aset Pemprov DKI Belum Diserahkan, Pansus Endus Keterlibatan Oknum

WIB

Aliansi.co,Jakarta- Panitia Khusus (Pansus) DPRD DKI Jakarta mengungkap masih banyak aset fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos-fasum) yang belum diserahkan pengembang kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Nilai aset yang belum diserahkan bahkan diperkirakan mencapai sekitar 27,5 juta hektare.

Hal itu disampaikan Anggota Pansus Mohammad Ongen Sangaji usai menghadiri Rapat Kerja Percepatan Penyerahan Aset Fasos-Fasum di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (20/7).

Menurut Ongen, pelibatan APH diperlukan agar para pengembang memenuhi kewajibannya menyerahkan aset kepada pemerintah daerah.

“Pansus akan mempercepat tugas kita, berkoordinasi dengan aparat penegak hukum (APH) untuk langkah-langkah ke depan seperti apa,” ujar Ongen.

Baca Juga :  Tak Ada Angin Tak Ada Hujan, Pohon Beringin Depan Rumah Prabowo Tiba-tiba Tumbang

Ia menjelaskan, data Tim Pengendalian dan Pengawasan Pembangunan Wilayah (TP3W) di masing-masing kota administratif menunjukkan masih banyak aset yang belum diserahkan pengembang.

“Pansus ini dibuat karena pengembang hampir sebagian besar itu belum menyerahkan aset, dan itu puluhan juta hektar,” ungkapnya.

Ongen mengatakan, TP3W telah berulang kali mendatangi serta melayangkan surat kepada para pengembang.

Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil.

“Informasi dari TP3W ini sudah berulang kali mereka didatangi dan disurati, tapi sepertinya tidak dipedulikan,” katanya.

Baca Juga :  DPRD Jakarta Soroti Pungutan Biaya Kegiatan Perpisahan Siswa, Singgung Surat Edaran Dinas Pendidikan

Karena itu, Pansus berencana turun langsung ke lapangan untuk mencocokkan data sekaligus memverifikasi kondisi aset yang belum diserahkan.

“Karena itu memang kita akan tinjau lapangan untuk menyesuaikan data. Yang jelas informasi dari TP3W ini sudah berulang kali tidak dipedulikan,” tegasnya.

Menurut Ongen, lambannya penyerahan aset tidak hanya berdampak pada pemerintah daerah, tetapi juga merugikan masyarakat.

Sebab, aset fasos-fasum menjadi dasar bagi pemerintah untuk membangun dan mengelola infrastruktur bagi warga.

“Ketika mereka tidak menyerahkan aset kepada pemerintah provinsi, yang merugi itu masyarakat. Masyarakat tidak bisa menikmati infrastruktur yang seharusnya mereka nikmati dari hasil pembayaran pajak,” ujarnya.

Baca Juga :  DPRD Soroti Gedung Tanpa SLF, Desak Pemprov DKI Ambil Tindakan Tegas

Selain menyoroti pengembang yang belum kooperatif, Pansus juga mengendus adanya dugaan hambatan birokrasi di tingkat bawah.

Berdasarkan aduan yang diterima, terdapat indikasi oknum camat dan lurah yang memperlambat proses administrasi penyerahan aset.

Ongen menegaskan, apabila dugaan tersebut terbukti, Pansus akan memberikan teguran kepada pihak terkait agar proses administrasi tidak lagi menjadi penghambat.

“Kalau memang ada pihak lurah yang menghambat teman-teman pengusaha, akan kita tegur. Menjadi tanggung jawab lurah untuk mempercepat administrasi agar pengembang bisa menyelesaikan urusannya,” tandasnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Modus Live Pornografi Berbayar Terbongkar: Penonton Digiring dari TikTok ke Tevi

Aliansi.co,Jakarta- Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri membongkar praktik live streaming berbayar bermuatan pornografi yang memanfaatkan TikTok dan aplikasi Tevi. Dalam praktiknya, penonton lebih...

Kabareskrim Tangguhkan Penanganan Perkara Pidana Terkait Konflik Agraria, Ada Apa?

Aliansi.co,Jakarta- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menangguhkan sementara penanganan perkara tindak pidana yang berkaitan erat dengan konflik agraria struktural. Kebijakan tersebut diambil sebagai tindak lanjut...

Modus Loker Bodong di Jakarta Timur, Uang Rp1,6 Juta Melayang Usai Interview Kerja

Aliansi.co, Jakarta- Dugaan penipuan berkedok lowongan kerja kembali terjadi di Jakarta Timur. Seorang pelamar kerja bernama Fernando Silalahi mengaku diminta membayar uang jaminan sebesar Rp1,6...

Heboh Napi Cipinang Diduga Pesta Narkoba Sambil Joget-joget, Ditjenpas Terjunkan Timsus

Aliansi.co,Jakarta- Video yang memperlihatkan sejumlah orang diduga sedang berpesta narkoba sambil berjoget-joget di dalam sel tahanan viral di media sosial. Peristiwa itu disebut terjadi...

Viral Pria Gesek-gesek Kolong Mobil di GBK, Dugaan Polisi Debt Collector

Aliansi.co,jakarta- Aksi dua pria yang diduga menggesek nomor rangka kendaraan di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, viral di media sosial. Aksi keduanya terekam...