Selasa, Juli 21, 2026

Puluhan Juta Hektare Aset Pemprov DKI Belum Diserahkan, Pansus Endus Keterlibatan Oknum

WIB

Aliansi.co,Jakarta- Panitia Khusus (Pansus) DPRD DKI Jakarta mengungkap masih banyak aset fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos-fasum) yang belum diserahkan pengembang kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Nilai aset yang belum diserahkan bahkan diperkirakan mencapai sekitar 27,5 juta hektare.

Hal itu disampaikan Anggota Pansus Mohammad Ongen Sangaji usai menghadiri Rapat Kerja Percepatan Penyerahan Aset Fasos-Fasum di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (20/7).

Menurut Ongen, pelibatan APH diperlukan agar para pengembang memenuhi kewajibannya menyerahkan aset kepada pemerintah daerah.

“Pansus akan mempercepat tugas kita, berkoordinasi dengan aparat penegak hukum (APH) untuk langkah-langkah ke depan seperti apa,” ujar Ongen.

Baca Juga :  Perayaan Imlek di Rawa Belong, Ada Tradisi Nganter Bandeng hingga Atraksi Cabut Duri

Ia menjelaskan, data Tim Pengendalian dan Pengawasan Pembangunan Wilayah (TP3W) di masing-masing kota administratif menunjukkan masih banyak aset yang belum diserahkan pengembang.

“Pansus ini dibuat karena pengembang hampir sebagian besar itu belum menyerahkan aset, dan itu puluhan juta hektar,” ungkapnya.

Ongen mengatakan, TP3W telah berulang kali mendatangi serta melayangkan surat kepada para pengembang.

Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil.

“Informasi dari TP3W ini sudah berulang kali mereka didatangi dan disurati, tapi sepertinya tidak dipedulikan,” katanya.

Baca Juga :  Usai Libur Lebaran, ASN Pemkot Jaksel Diminta Langsung Kerja Maksimal

Karena itu, Pansus berencana turun langsung ke lapangan untuk mencocokkan data sekaligus memverifikasi kondisi aset yang belum diserahkan.

“Karena itu memang kita akan tinjau lapangan untuk menyesuaikan data. Yang jelas informasi dari TP3W ini sudah berulang kali tidak dipedulikan,” tegasnya.

Menurut Ongen, lambannya penyerahan aset tidak hanya berdampak pada pemerintah daerah, tetapi juga merugikan masyarakat.

Sebab, aset fasos-fasum menjadi dasar bagi pemerintah untuk membangun dan mengelola infrastruktur bagi warga.

“Ketika mereka tidak menyerahkan aset kepada pemerintah provinsi, yang merugi itu masyarakat. Masyarakat tidak bisa menikmati infrastruktur yang seharusnya mereka nikmati dari hasil pembayaran pajak,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemkot Jaksel Minta Maaf AC Gedung Blok A Belum Berfungsi Usai Trafo Terbakar

Selain menyoroti pengembang yang belum kooperatif, Pansus juga mengendus adanya dugaan hambatan birokrasi di tingkat bawah.

Berdasarkan aduan yang diterima, terdapat indikasi oknum camat dan lurah yang memperlambat proses administrasi penyerahan aset.

Ongen menegaskan, apabila dugaan tersebut terbukti, Pansus akan memberikan teguran kepada pihak terkait agar proses administrasi tidak lagi menjadi penghambat.

“Kalau memang ada pihak lurah yang menghambat teman-teman pengusaha, akan kita tegur. Menjadi tanggung jawab lurah untuk mempercepat administrasi agar pengembang bisa menyelesaikan urusannya,” tandasnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Viral Pengacara Muda Tewas Jatuh dari Lantai 46 Apartemen, Polisi Ungkap Kronologi

Aliansi.co,Jakarta- Kabar meninggalnya pengacara muda Rocky Martin Napitupulu (28) menjadi perhatian publik setelah beredar luas di media sosial. Rocky ditemukan tewas usai diduga terjatuh dari...

Terungkap Kadar Emas 74 Kg yang Disita Polisi dari Rumah Eks Jampidsus, Valas Bagaimana?

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya mengungkap hasil pemeriksaan terhadap barang bukti yang disita dalam kasus dugaan korupsi, tindak pidana pencucian uang (TPPU), hingga suap perkara...

Fakta Baru di Balik Teror Bom SD di Jaksel, Ternyata Gegara soal Pembelian Seragam Sekolah

Aliansi.co,Jakarta-Terungkap fakta baru di balik kasus ancaman teror bom yang menyasar SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Polisi mengungkap aksi yang menggegerkan di...

Awal Terungkapnya Wali Murid sebagai Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah, Bermula dari Jejak Ini 

Aliansi.co,Jakarta- Kasus teror ancaman bom di SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan, akhirnya berhasil diungkap polisi. Polisi mengungkap identitas pelaku yang ternyata merupakan seorang...

Tiga Polisi Gugur Diserang Gembong Narkoba, Kapolri Beri Kenaikan Pangkat Anumerta

Aliansi.co, Jakarta- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) Anumerta kepada tiga personel Satresnarkoba Polres Katingan yang gugur saat menjalankan...