Selasa, Agustus 18, 2026

Pengamat Apresiasi Pernyataan Gubernur Pramono, Soal Apa?

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Pengamat Kebijakan Publik Sugiyanto Emik menilai pernyataan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo merupakan sikap kenegarawanan yang layak diapresiasi dan patut dijadikan teladan bagi para pemimpin, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Menurut Sugiyanto, pernyataan Gubernur Pramono menunjukkan kedewasaan dalam memandang kepemimpinan.

“Pernyataan Gubernur Pramono sangat layak mendapat apresiasi tinggi dan pantas menjadi teladan bagi masyarakat Jakarta maupun rakyat Indonesia,” ujar Sugiyanto, Jumat (12/12/2025).

Pria berkacamata yang biasa disapa SGY ini mengungkapkan, apresiasi tersebut setelah ia melihat unggahan video pernyataan Gubernur Pramono yang muncul di beranda Facebook pribadinya.

Dalam video tersebut, Gubernur Pramono menyampaikan pandangan yang dinilai sarat makna tentang esensi kepemimpinan.

Ia menegaskan bahwa tugas pemimpin bukan sekadar membuat kebijakan baru untuk meninggalkan jejak pribadi, melainkan menyelesaikan persoalan yang diwariskan oleh pemimpin sebelumnya.

“Masalah bangsa ini salah satunya adalah setiap pergantian gubernur atau pemimpin, selalu ingin namanya tercatat melalui proyek atau kebijakan baru. Bagi saya tidak demikian. Tugas saya adalah menyelesaikan persoalan yang tertunda dari para gubernur sebelumnya,” ujar Pramono.

Baca Juga :  Urus KTP di Dukcapil Jaksel, Warga Kaget Digetok Biaya Fotokopi

Sugiyanto menyebut pernyataan tersebut sebagai pesan mendalam yang menyentuh dan memberikan harapan.

“Ini bukan hanya ungkapan, tapi cermin dari pemimpin yang matang dan bertanggung jawab. Beliau memberi contoh bahwa pemerintahan itu keberlanjutan, bukan penghapusan jejak pendahulu,” tutur Sugiyanto.

Menuntaskan Masalah Warisan Para Gubernur

Dalam penjelasannya, Gubernur Pramono mengurai sejumlah persoalan yang ia tuntaskan melalui komunikasi dengan para mantan Gubernur DKI Jakarta.

Pramono menuturkan pengalamannya saat bertemu mantan Gubernur Sutiyoso (Bang Yos).

Ia menanyakan apa yang masih menjadi harapan Bang Yos untuk dituntaskan.

“Monorail, itu mengganggu saya. Jalan Rasuna Said, bisa nggak kamu selesaikan?” demikian ucapan Bang Yos yang ditirukan Pramono.

Pramono menyebut bahwa ia telah mengurus persoalan tersebut secara intens.

“Setelah hampir enam bulan bekerja, penyelesaiannya rampung. Pembangunan yang berkaitan akan mulai dibongkar pada Januari 2025,” jelasnya.

Baca Juga :  Heboh Toilet Gender Netral di Sekolah Internasional, Disdik Sebut Bukan di Jakarta

Pramono juga berkisah tentang pertemuannya dengan Gubernur periode 2017–2022, Anies Rasyid Baswedan.

Salah satu yang menurutnya penting adalah Jakarta International Stadium (JIS).

“JIS ini bagus, tapi tanpa dukungan sistem transportasi yang memadai, justru bisa jadi masalah,” katanya.

Karena itu, Pramono mendatangi Kementerian Perhubungan untuk meminta agar KRL dapat berhenti di bawah kawasan JIS.

“Alhamdulillah disetujui. Dalam beberapa minggu ke depan KRL sudah bisa berhenti di sana,” lanjutnya.

Ia juga memaparkan rencana pembangunan jembatan sepanjang 350 meter yang menghubungkan JIS dengan Ancol—proyek yang selama bertahun-tahun tertunda akibat ego sektoral antarinstansi.

Terkait legasi Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Pramono memberi perhatian pada penataan Kalijodo dan persoalan Rumah Sakit Sumber Waras (RSSW).

“Kalijodo yang dulu tempat maksiat, pada masa Pak Ahok sudah berubah jadi ruang publik. Tapi karena tidak dilanjutkan, kondisinya kembali buruk. Sekarang saya kembalikan lagi fungsinya sebagai ruang terbuka yang aman dan layak,” ucap Pramono.

Baca Juga :  Prihatin Kehilangan Masa Depan, Kuasa Hukum Anak Terlapor Berharap Kasus Bullying di Binus School Diselesaikan Secara Kekeluargaan

Untuk masalah RSSW, ia menegaskan pentingnya penyelesaian hukum yang telah berlarut selama satu dekade.

“Kalau tidak diselesaikan, selalu ada potensi pihak yang nanti menjadi tersangka. Ini harus dituntaskan dengan cara elegan,” tegasnya.

Sugiyanto menilai sikap Pramono sebagai wujud kepemimpinan yang matang, visioner, dan jauh dari ambisi pribadi.

“Beliau menunjukkan bahwa pemimpin sejati tidak mengejar popularitas atau legasi pribadi. Fokusnya adalah menyelesaikan masalah, bukan menciptakan masalah baru,” tambah Sugiyanto.

Ia juga mengajak masyarakat Jakarta bersyukur memiliki pemimpin yang bekerja dengan tulus.

“Pramono itu baik hati, peduli, cerdas, lugas, visioner, dan fokus. Jakarta butuh pemimpin seperti ini,” tegasnya.

Sugiyanto menutup pernyataannya dengan doa agar Gubernur DKI Jakarta diberi kekuatan dalam menjalankan amanah.

“Semoga Gubernur Pramono Anung Wibowo senantiasa diberi kesehatan dan kemudahan dalam menjalankan tugas-tugas besar untuk Jakarta. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin,” ujarnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Bareskrim Bongkar Sindikat Tambang Emas Ilegal Kelompok Dubai, Berawal dari Arahan Presiden ke Kapolri

Aliansi.co,Jakarta- Bareskrim Polri membongkar dugaan sindikat penambangan emas ilegal yang hasilnya diolah di Jakarta sebelum diduga diselundupkan ke luar negeri. Salah satu jaringan yang terungkap...

Subuh Sebelum Kampung Bahari Digerebek BNN, Warga Ungkap Fenomena Ojol Ganteng

Aliansi.co,Jakarta- Ada fenomena tak biasa yang dirasakan warga Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, sebelum kawasan tersebut digerebek aparat pada Kamis (13/8/2026) pagi. Sejak waktu...

Drama Penangkapan Bos Gendut dan Kaki Tangan Gembong Narkoba Kampung Bahari

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap operasi pemberantasan narkoba di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Sejak subuh, tim gabungan BNN...

BNN Gerebek Kampung Bahari, Mercon dan Petasan Warnai Penangkapan Gembong Narkoba Bos Gendut

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Operasi tersebut sempat diwarnai perlawanan dari dalam permukiman...

Heboh Temuan Ratusan Senjata Api di Sekolah, Ternyata Senapan Angin

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya meluruskan informasi terkait temuan 996 benda menyerupai senjata api di salah satu yayasan sekolah di Jakarta Selatan. Dari hasil pendalaman, hampir...