Sabtu, Oktober 3, 2026

Pengamat Apresiasi Pernyataan Gubernur Pramono, Soal Apa?

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Pengamat Kebijakan Publik Sugiyanto Emik menilai pernyataan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo merupakan sikap kenegarawanan yang layak diapresiasi dan patut dijadikan teladan bagi para pemimpin, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Menurut Sugiyanto, pernyataan Gubernur Pramono menunjukkan kedewasaan dalam memandang kepemimpinan.

“Pernyataan Gubernur Pramono sangat layak mendapat apresiasi tinggi dan pantas menjadi teladan bagi masyarakat Jakarta maupun rakyat Indonesia,” ujar Sugiyanto, Jumat (12/12/2025).

Pria berkacamata yang biasa disapa SGY ini mengungkapkan, apresiasi tersebut setelah ia melihat unggahan video pernyataan Gubernur Pramono yang muncul di beranda Facebook pribadinya.

Dalam video tersebut, Gubernur Pramono menyampaikan pandangan yang dinilai sarat makna tentang esensi kepemimpinan.

Ia menegaskan bahwa tugas pemimpin bukan sekadar membuat kebijakan baru untuk meninggalkan jejak pribadi, melainkan menyelesaikan persoalan yang diwariskan oleh pemimpin sebelumnya.

“Masalah bangsa ini salah satunya adalah setiap pergantian gubernur atau pemimpin, selalu ingin namanya tercatat melalui proyek atau kebijakan baru. Bagi saya tidak demikian. Tugas saya adalah menyelesaikan persoalan yang tertunda dari para gubernur sebelumnya,” ujar Pramono.

Baca Juga :  Kapolda Metro Ingatkan Tidak Ada Negosiasi hingga 86 dalam Operasi Patuh Jaya 2023

Sugiyanto menyebut pernyataan tersebut sebagai pesan mendalam yang menyentuh dan memberikan harapan.

“Ini bukan hanya ungkapan, tapi cermin dari pemimpin yang matang dan bertanggung jawab. Beliau memberi contoh bahwa pemerintahan itu keberlanjutan, bukan penghapusan jejak pendahulu,” tutur Sugiyanto.

Menuntaskan Masalah Warisan Para Gubernur

Dalam penjelasannya, Gubernur Pramono mengurai sejumlah persoalan yang ia tuntaskan melalui komunikasi dengan para mantan Gubernur DKI Jakarta.

Pramono menuturkan pengalamannya saat bertemu mantan Gubernur Sutiyoso (Bang Yos).

Ia menanyakan apa yang masih menjadi harapan Bang Yos untuk dituntaskan.

“Monorail, itu mengganggu saya. Jalan Rasuna Said, bisa nggak kamu selesaikan?” demikian ucapan Bang Yos yang ditirukan Pramono.

Pramono menyebut bahwa ia telah mengurus persoalan tersebut secara intens.

“Setelah hampir enam bulan bekerja, penyelesaiannya rampung. Pembangunan yang berkaitan akan mulai dibongkar pada Januari 2025,” jelasnya.

Baca Juga :  Satpol PP Seret 330 Pelanggar Tibum ke Pengadilan, Setor Negara Rp120 Juta

Pramono juga berkisah tentang pertemuannya dengan Gubernur periode 2017–2022, Anies Rasyid Baswedan.

Salah satu yang menurutnya penting adalah Jakarta International Stadium (JIS).

“JIS ini bagus, tapi tanpa dukungan sistem transportasi yang memadai, justru bisa jadi masalah,” katanya.

Karena itu, Pramono mendatangi Kementerian Perhubungan untuk meminta agar KRL dapat berhenti di bawah kawasan JIS.

“Alhamdulillah disetujui. Dalam beberapa minggu ke depan KRL sudah bisa berhenti di sana,” lanjutnya.

Ia juga memaparkan rencana pembangunan jembatan sepanjang 350 meter yang menghubungkan JIS dengan Ancol—proyek yang selama bertahun-tahun tertunda akibat ego sektoral antarinstansi.

Terkait legasi Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Pramono memberi perhatian pada penataan Kalijodo dan persoalan Rumah Sakit Sumber Waras (RSSW).

“Kalijodo yang dulu tempat maksiat, pada masa Pak Ahok sudah berubah jadi ruang publik. Tapi karena tidak dilanjutkan, kondisinya kembali buruk. Sekarang saya kembalikan lagi fungsinya sebagai ruang terbuka yang aman dan layak,” ucap Pramono.

Baca Juga :  Kemenag Polisikan Peretasan Runing Text di Asrama Haji dengan Tulisan "Plt Wali Kota Bekasi Bobrok"

Untuk masalah RSSW, ia menegaskan pentingnya penyelesaian hukum yang telah berlarut selama satu dekade.

“Kalau tidak diselesaikan, selalu ada potensi pihak yang nanti menjadi tersangka. Ini harus dituntaskan dengan cara elegan,” tegasnya.

Sugiyanto menilai sikap Pramono sebagai wujud kepemimpinan yang matang, visioner, dan jauh dari ambisi pribadi.

“Beliau menunjukkan bahwa pemimpin sejati tidak mengejar popularitas atau legasi pribadi. Fokusnya adalah menyelesaikan masalah, bukan menciptakan masalah baru,” tambah Sugiyanto.

Ia juga mengajak masyarakat Jakarta bersyukur memiliki pemimpin yang bekerja dengan tulus.

“Pramono itu baik hati, peduli, cerdas, lugas, visioner, dan fokus. Jakarta butuh pemimpin seperti ini,” tegasnya.

Sugiyanto menutup pernyataannya dengan doa agar Gubernur DKI Jakarta diberi kekuatan dalam menjalankan amanah.

“Semoga Gubernur Pramono Anung Wibowo senantiasa diberi kesehatan dan kemudahan dalam menjalankan tugas-tugas besar untuk Jakarta. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin,” ujarnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...

Bareskrim Gerebek Gudang LPG Oplosan di Tangerang Selatan, 910 Tabung Disita

Aliansi.co, Tangerang Selatan – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi...

KPK Soroti Pengelolaan APBD Pemkab Karawang, Termasuk Pokir DPRD

Aliansi.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, termasuk pengelolaan pokok-pokok pikiran (pokir)...

Akhir Pelarian Tersangka Penipuan Rp37 Miliar, Ditangkap Usai Buron 3 Tahun

Aliansi.co,Jakarta- Pelarian tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai Rp37,4 miliar, Erick Soedjasa, akhirnya berakhir setelah hampir tiga tahun menjadi buronan. Erick ditangkap...