Aliansi.co,Jakarta- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengaku kagum dengan arsitektur Masjid Darul Jannah yang berada di kompleks Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Jalan Prapanca Raya, Kebayoran Baru.
Kekaguman itu disampaikan Pramono saat meresmikan Masjid Darul Jannah, pada Kamis (5/3) malam.
Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Pramono yang disaksikan sejumlah pejabat daerah, termasuk Wali Kota Jakarta Selatan M Anwar, dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sayid Ali selaku Ketua Panitia Pembangunan Masjid Darul Jannah.
Dalam sambutannya, Pramono mengatakan arsitektur Masjid Darul Jannah terlihat indah dan megah sehingga diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi para jamaah yang beribadah di dalamnya.
“Saya mengagumi arsitektur masjid ini. Tanda tangan saya akan ada di masjid ini sampai kapan pun, dan itu sebuah kehormatan. Saya berharap masjid ini dirawat sebaik-baiknya serta benar-benar menjadi rumah bagi siapa pun yang ingin memuliakan dan memakmurkannya,” ujar Pramono, dikutip Jumat (6/3/2026).
Ia menilai keberadaan Masjid Darul Jannah tidak hanya menjadi simbol selesainya pembangunan fisik, tetapi juga diharapkan menjadi pusat kegiatan umat.
“Peresmian Masjid Darul Jannah bukan hanya menandai selesainya pembangunan fisik, tetapi juga hadirnya pusat aktivitas umat sebagai tempat ibadah, silaturahmi, pembelajaran, dan pembinaan masyarakat,” kata dia.
Masjid Darul Jannah kini berdiri terpisah dari bangunan utama Kantor Wali Kota Jakarta Selatan sehingga memberikan akses yang lebih luas bagi masyarakat.
Menurut Pramono, kondisi ini memudahkan warga sekitar maupun para musafir untuk beribadah, terutama dalam menghidupkan berbagai kegiatan selama Ramadan seperti salat tarawih, tadarus, kajian, hingga buka puasa bersama.
“Ketika saya diminta meresmikan Masjid Darul Jannah ini, yang dalam bahasa Arab berarti ‘Rumah Surga’, saya berkali-kali bertanya dalam hati, mengapa saya mendapatkan keberuntungan yang luar biasa ini. Ini benar-benar sebuah kehormatan,” tuturnya.
Masjid Darul Jannah dibangun dua lantai dengan luas keseluruhan 2.607 meter persegi.
Lantai dasar difungsikan sebagai ruang serbaguna, tempat wudu, serta ruang layanan lainnya, sedangkan lantai atas digunakan sebagai ruang salat utama yang dapat menampung lebih dari 1.200 jamaah.
Adapun pembangunan masjid tersebut didanai oleh bantuan BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta bersama para donatur yang bersifat tidak mengikat dan tidak menggunakan dana APBD.
Total anggaran pembangunan mencapai Rp 42.061.417.771 dan saat ini konstruksinya telah rampung 100 persen. RBN
