Selasa, September 8, 2026

Pramono Pilih Perpanjang PJJ hingga Selasa, Pastikan Keamanan Anak Sekolah dari Abu Vulkanik

WIB

Aliansi.co,Jakarta-Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memperpanjang kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi seluruh satuan pendidikan hingga Selasa (8/9/2026).

Keputusan tersebut diambil untuk memastikan keamanan peserta didik di tengah dampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau yang masih terdeteksi di sejumlah wilayah Jakarta.

Pramono mengatakan, kondisi abu vulkanik di Jakarta memang telah mengalami penurunan signifikan.

Namun, masih ditemukannya abu di beberapa wilayah membuat Pemprov DKI memilih memperpanjang PJJ selama satu hari.

Baca Juga :  Pemkot Jaksel Minta Camat-Lurah Buka Akses Kerja bagi Mantan Napi

Keputusan itu diambil setelah Pramono berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

“Abu vulkaniknya sudah mengalami penurunan yang luar biasa. Tetapi di beberapa daerah masih ada, dan kami masih memerlukan waktu satu hari untuk memperpanjang PJJ ini sampai dengan besok,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Senin (7/9/2026).

Kebijakan PJJ berlaku bagi seluruh satuan pendidikan, baik negeri maupun swasta. Jenjang yang terdampak meliputi PAUD, SKB/PKBM, SLB, SD, SMP, SMA, hingga SMK.

Baca Juga :  Polda Metro Jaya Buka Hotline Pengaduan Penanganan Kasus hingga Keluhan Penyidik

Ketentuan tersebut selanjutnya akan ditindaklanjuti melalui Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

Di tengah upaya menjaga aktivitas masyarakat tetap berjalan, Pemprov DKI juga terus melakukan penanganan terhadap abu vulkanik yang berpotensi memengaruhi kualitas udara.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah penyemprotan menggunakan water mist.

Sebanyak 94 tangki dan lebih dari 200 personel dikerahkan untuk menangani dampak abu vulkanik.

Baca Juga :  Atasi Banjir di Cilandak Timur, Pembangunan Turap Kali Krukut Dikebut

“Water mist itu terus kita lakukan sampai dengan besok. Kami bahkan sudah meminta kepada gedung-gedung yang mempunyai fasilitas water mist untuk bisa dilakukan itu. Jadi, Jakarta tetap mengadakan itu, dan pembagian masker tetap kita tindaklanjuti,” kata Pramono.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Modus Loker Bodong di Jakarta Timur, Uang Rp1,6 Juta Melayang Usai Interview Kerja

Aliansi.co, Jakarta- Dugaan penipuan berkedok lowongan kerja kembali terjadi di Jakarta Timur. Seorang pelamar kerja bernama Fernando Silalahi mengaku diminta membayar uang jaminan sebesar Rp1,6...

Heboh Napi Cipinang Diduga Pesta Narkoba Sambil Joget-joget, Ditjenpas Terjunkan Timsus

Aliansi.co,Jakarta- Video yang memperlihatkan sejumlah orang diduga sedang berpesta narkoba sambil berjoget-joget di dalam sel tahanan viral di media sosial. Peristiwa itu disebut terjadi...

Viral Pria Gesek-gesek Kolong Mobil di GBK, Dugaan Polisi Debt Collector

Aliansi.co,jakarta- Aksi dua pria yang diduga menggesek nomor rangka kendaraan di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, viral di media sosial. Aksi keduanya terekam...

Bareskrim Bongkar Sindikat Tambang Emas Ilegal Kelompok Dubai, Berawal dari Arahan Presiden ke Kapolri

Aliansi.co,Jakarta- Bareskrim Polri membongkar dugaan sindikat penambangan emas ilegal yang hasilnya diolah di Jakarta sebelum diduga diselundupkan ke luar negeri. Salah satu jaringan yang terungkap...

Subuh Sebelum Kampung Bahari Digerebek BNN, Warga Ungkap Fenomena Ojol Ganteng

Aliansi.co,Jakarta- Ada fenomena tak biasa yang dirasakan warga Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, sebelum kawasan tersebut digerebek aparat pada Kamis (13/8/2026) pagi. Sejak waktu...