Aliansi.co, Jakarta- Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi menyerahkan pesawat Airbus A400M/MRTT Alpha 4001 kepada TNI sebagai langkah strategis untuk memperkuat alat utama sistem persenjataan (alutsista) nasional, khususnya dalam bidang mobilitas udara strategis.
Penyerahan pesawat tersebut berlangsung di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Senin (3/11).
Dalam keterangannya kepada awak media, Prabowo menegaskan kehadiran pesawat tersebut akan menjadi tambahan penting bagi kemampuan pertahanan nasional sekaligus mendukung berbagai misi kemanusiaan dan penanggulangan bencana.
“Jadi ini nanti menambah kekuatan kita. TNI adalah alat negara yang ikut sangat besar peranannya dalam menghadapi bencana, menghadapi kesulitan, menghadapi masalah-masalah kepentingan masyarakat,” ujar Prabowo dilansir dari YouTube Setpres.
Prabowo mengungkapkan, dengan luas wilayah Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau, kemampuan udara memiliki peranan vital dalam menjaga keamanan dan mendukung pembangunan nasional.
“Udara bagi kita sangat-sangat menentukan. Sangat penting. Semua TNI sekarang kita bangun untuk menjadi lebih efektif, tidak hanya menjaga wilayah tapi juga mengamankan dan mendukung pembangunan nasional,” katanya.
Selain berfungsi sebagai pesawat angkut strategis, Airbus A400M/MRTT Alpha 4001 juga memiliki kemampuan untuk dikonversi menjadi tanker udara, yang dapat meningkatkan fleksibilitas operasional TNI Angkatan Udara.
Dalam aspek kemanusiaan, Prabowo menyampaikan bahwa peningkatan kemampuan udara ini akan memperkuat kapasitas Indonesia dalam penanganan darurat dan operasi tanggap bencana.
Pemerintah, kata dia, telah menyiapkan modul operasi udara dan ambulans udara untuk mendukung misi kemanusiaan di dalam maupun luar negeri.
“TNI saya perintahkan untuk menambah batalion-batalion kesehatan. Jadi batalion tim kesehatan tidak hanya mendukung bencana di wilayah nasional, tapi seandainya ada kemanusiaan yang terjadi, peristiwa di mana-mana kita juga bisa hadir,” ucapnya.
Presiden Prabowo juga menekankan bahwa penguatan kemampuan TNI dalam misi kemanusiaan mencerminkan peran aktif Indonesia dalam komunitas global.
Ia mengingatkan bahwa Indonesia pernah menerima bantuan internasional saat mengalami bencana besar, dan kini memiliki tanggung jawab untuk melakukan hal yang sama bagi negara lain.
“Ingat waktu kita peristiwa tsunami di Aceh, banyak negara datang bantu kita. Waktu kita ada masalah di Sulawesi Tengah, di Palu, juga banyak negara bantu kita. Jadi kita juga sebagai bagian dari komunitas dunia, kita harus juga bantu negara-negara dalam kesulitan,” tandasnya.
