Sabtu, Oktober 3, 2026

Sempat Alot, Massa Demo Coldplay Akhirnya Bubar Usai Berhadapan dengan Irjen Karyoto

WIB

Aliansi.co, Jakarta-Massa demonstran yang tergabung dalam Gerakan Nasional Anti LGBT (Granati LGBT) yang menolak konser Band Coldplay, akhirnya membubarkan diri dari Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, Rabu (15/11/2023) malam.

Diketahui, massa sempat memanas pada pukul 14.30 saat polisi meminta mereka membubarkan diri.

Bahkan ketika massa diminta untuk bergeser ke depan Gedung DPR di Jalan Gatot Subroto sempat berlangsung alot.

Selepas magrib, Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto menemui massa Granati LGBT.

Baca Juga :  Momen Chris Martin Bikin Penonton Coldplay Serempak Serukan "Cakeep" hingga Ngakak

Di hadapan demonstran, Karyoto memastikan Band Coldplay tidak akan mengampanyekan LGBT saat gelar konser di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Rabu (15/11/2023) malam.

Pernyatan ini membuat massa demonstran Granati LGBT bersedia membubarkan diri dari GBK.

Salah satu orator di atas mobil komando mengatakan, setidaknya terdapat tiga jaminan dari Kapolda Metro Jaya, Irjen Karyoto.

Pertama, yakni Kapolda menjamin akan menindak para penonton Coldplay yang mengibarkan bendera LGBT saat konser.

Kemudian, konser dijamin bersih dari unsur-unsur LGBT, serta Kapolda memastikan tidak ada propaganda LGBT dalam konser Coldplay.

Baca Juga :  Rapat bersama KPU dan Bawaslu, Satpol PP Bahas Aturan Kampanye hingga Pemasangan Alat Peraga

“Kita sudah masuk, kita tak melihat bendera, logo LGBT, yang disediakan hanya spanduk yang sesuai acara. Lalu ada kesepakatan dengan pihak panitia, bila ada bendera LGBT mereka akan turun tangan,” kata salah satu orator, yang telah masuk ke area SUGBK melalui pengeras suara, Rabu (15/11/2023).

Dia juga menyampaikan, telah berkeliling bersama Kapolda Metro Jaya dan bertemu pihak penyelenggara di dalam SUGBK.

Mereka pun yakin Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto bakal amanah pasca menjanjikan bakal menindak saat ada atribut LGBT.

Baca Juga :  Pemkot Jaksel Dorong Sosialisasi Program Saudagar Tangguh dan Semua Bisa Makan

“Bila ada bendera (atribut LGBT), penyelenggara akan membersihkan, Kapolda dan jajarannya juga berjanji akan bertindak secara tegas. Terima kasih pada Kapolda dan jajaran yang In Shaa Allah, amanah,” ujarnya.

Sementara itu, Irjen Karyoto menuturkan, dari awal pihaknya sudah sepakat dengan penyelenggara, bahwa tak akan ada unsur-unsur LGBT.

“Memang dari awal sebenarnya panitia sudah sepakat karena isu LGBT kan sensitif di lingkungan masyarakat, jadi sudah nggak ada,” ujarnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...

Bareskrim Gerebek Gudang LPG Oplosan di Tangerang Selatan, 910 Tabung Disita

Aliansi.co, Tangerang Selatan – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi...

KPK Soroti Pengelolaan APBD Pemkab Karawang, Termasuk Pokir DPRD

Aliansi.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, termasuk pengelolaan pokok-pokok pikiran (pokir)...

Akhir Pelarian Tersangka Penipuan Rp37 Miliar, Ditangkap Usai Buron 3 Tahun

Aliansi.co,Jakarta- Pelarian tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai Rp37,4 miliar, Erick Soedjasa, akhirnya berakhir setelah hampir tiga tahun menjadi buronan. Erick ditangkap...